Displaying items by tag: instalasi splingker gedung

Thursday, 06 April 2017 00:30

Komponen Sistem Pemadam Co2 Otomatis Dan Manual

komponen sistem pemadam co2 manual dan manual 

Tabung Pemadam Api adalah alat pemadam kebakaran yang terbagi menjadi 2 jenis, yaitu : tabung pemadam api portable unit dan tabung pemadam api trolley unit. Dari keduanya diatas dibagi 2 lagi berdasarkan systemnya, yaitu cartridge system dan Stored Pressure System. dan bagi tabung pemadam api yang memiliki cartridge system adalah media atau isi dalam tabung terpisah dengan gas pendorongnya, dan gas pendorongnya dinamakan dengan CO2 (carbon Dioxide). Demikian pula Tabung Pemadam Api yang menggunakan Stored Pressure System adalah tabung pemadam api dengan media atau isi menyatu dengan gas pendorongnya yang disebut N2 (gas kering). 

 

Tabung Pemadam Api Portable Unit 

Tabung pemadam Api Portable Unit adalah tabung pemadam api yang mudah dioperasikan bahkan oleh satu orang pengguna. karena bentuknya kecil serta beratnya dapat ditanggung oleh satu orang saja. Portable Unit ini memiliki kelebihan dan kekurangan, dimana tabung jenis ini dapat mematikan api pada awal terjadinya kebakaran. tetapi tidak direkomendasikan untuk kebakaran yang sudah membesar. Beberapa media yang digunakan diantaranya :

- Dry Chemical Powder

- CO2 (Carbon Dioxide)

- Foam AFFF (Aqueoues Film Forming Foam)

- Gas Pengganti Hallon (Clean Agent)

Seperti yang sudah dikatakan diatas bahwa pemadam api portble adalah pemadam api modern yang cukup mudah dan instan untuk digunakan dalam penanggulangan bahaya kebakaran dan pencegah pada awal terjadinya kebakaran. 

Tabung Pemadam Api Trolley Unit 

Tabung Pemadam Api Trolley Unit adalah tabung pemadam api skala besar dan bisa dioperasikan oleh dua orang atau lebih, dikarenakan bentuknya yang besar dan juga berat. Cocok digunakan dalam kebakaran jenis kecil dan sedang, layaknya seperti portable unit tabung jenis trolley juga memiliki berbagai bahan media atau isi sebagai bahan pemadam api, diantaranya :

- Dry Chemical Powder

- Co2 (Carbon Dioxide)

- Foam AFFF (Aqueoues Film Forming Foam)

- Gas Pengganti Hallon (Clean Agent)

Dry Chemical Powder

Merupakan kombinasi dari fosfat Mono-amonium dan ammonium sulphate. Yang berfungsi mengganggu reaksi kimia yang terjadi pada zona pembakaran, sehingga api padam. Dry Chemical powder juga memiliki titik lebur yang rendah dan pada partikel yang sangat kering serta membengkak untuk membentuk penghalang yang hingga oksigen tidak dapat masuk sehingga dapat menutupi area kebakaran (api), akhirnya api tidak akan menyala dikarenakan pijakannya ditutupi oleh Dry Chemical powder.

- Merupakan media pemadam api serbaguna, aman dan luas pemakaiannya karena dapat mematikan api kelas A, B, dan C.

- Dapat menahan radiasi panas dengan kabut (serbuk) partikelnya.

- Tidak menghantarkan listrik (Non Konduktif).

- Kimia kering tidak beracun (Non Toxic).

- Tidak berbahaya terhadap tumbuhan, hewan terutama manusia.

Tabung Pemadam Api adalah salah satu produk yang menggunakan bahan dry chemical powder, karena memiliki tingkat kelas kebakaran A, B, dan C. 

Carbon Dioxide (CO2)

CO2 adalah Senyawa/bahan kimia yang terbentuk dari 1 atom karbon + 2 atom oksigen, yang dapat dihasilkan baik dari kegiatan alamiah maupun kegiatan manusia.

- Dapat digunakan memadamkan kebakaran kelas B dan C karena merupakan bahan gas, Co2 tidak merusak, dengan daya guna yang efektif dan bersih.

- Sangat efisien serta efektif digunakan dalam ruangan seperti kantor, lab dan ruangan lainnya.

- Carbon Dioxide (Co2) dapat menyerap panas dan sekaligus mendinginkan.

- Konstruksi tabung dirancang khusus untuk menahan tekanan tinggi dan dilengkapi dengan selang yang panjang dengan nozzle yang berbentuk corong.

- Tidak berbahaya terhadap tumbuhan, hewan terutama manusia. 

Foam AFFF (Aqueous Film Forming Foam) 

Foam AFFF (Aqueous Film Forming Foam)adalah berbasis air dan sering mengandung surfaktan berbasis hidrokarbon seperti sulfat sodium alkyl, fluoro surfactant seperti : fluorotelomers, asam perfluorooctanoic (PFOA), asam perfluorooctanesulfonic (PFOS). Mereka memiliki kemampuan untuk menyebar di permukaan cairan berbasis hidrokarbon. Alcohol resistant aqueous film forming foams (AR AFFF) adalah busa/foam yang tahan terhadap reaksi dari alkohol, dapat membentuk lapisan/ segmen pelindung ketika dipakai atau disemprotkan.

- Dapat digunakan untuk memadamkan api kelas A namun sangat cocok bila digunakan untuk kelas B.

- Bersifat Kondukstif (Penghantar Listrik). Tidak dapat dipakai untuk memadamkan api kelas C.

- Foam bersifat ringan, sangat efektif untuk memadamkan zat cair yang mudah terbakar dengan cara mengisolasi oksigen serta menutupi permukaan zat cair untuk menghindari api yang dapat menjalar (meluas) kembali.

- Tidak berbahaya terhadap tumbuhan, hewan terutama manusia.

 

Gas Pengganti Hallon Non CFC Gas Pengganti Hallon/ HCFC-141b adalah senyawa kimia yaitu hydrochlorofluorocarbon (HCFC). Merupakan senyawa dari 1,1-dichloro-1-fluoroethane dan Chemical Abstracts. 

- Merupakan pemadam api yang bersih dan tidak meninggalkan residu.

- Sangat efektif untuk digunakan pada semua resiko kelas kebakaran A, B dan C.

- Tidak menghantarkan listrik (Non Konduktif), sehingga tidak akan menyebabkan kerusakan pada peralatan elektronik dan alat perkantoran modern lainnya.

- Tidak berbahaya terhadap tumbuhan, hewan terutama manusia.

 

Kelas Kebakaran Media Dry Chemical Powder Foam AFFF Co2 Hcfc-141B

Kelas Kebakaran A  Kain, Kayu, Kertas  Ya Ya Tidak Ya

Kelas Kebakaran B  Minyak, Benda Cair  Ya Ya Ya Ya

Kelas Kebakaran C  Gas, Kimia, Listrik  Ya Tidak Ya Ya

Alat Pemadam Api (Kebakaran)

Alat pemadam api adalah sebuah alat yang dapat memadamkan kebakaran yang di design khusus dengan bentuk tabung portable, tabung trolley, fire pump, hydrant equipment maupun dalam bentuk mobil pemadam kebakaran.

Gambar diatas memberikan kesimpulan bahwa alat pemadam api modern yang sudah standar. Adapun alat yang digunakan pada jaman sebelum ada alat pemadam api sekarang ini, sangatlah sederhana contohnya:

Karung/ kain yang dibasahi dengan air;

Pasir/ tanah untuk menutup area kebakaran; dan

Air yang digunakan untuk memadamkan api dengan memakai suatu wadah.

Apar | tabung pemadam kebakran

Tabung pemadam api/ Apar adalah alat pemadam yang berbentuk tabung untuk memadamkan api.

Tabung Pemadam Api Portable Unit

Jenis portable unit adalah alat pemadam api ringan/ apar yang dapat digunakan dengan praktis, dapat diaplikasikan oleh satu orang saja, karena di design untuk memudahkan dalam mencega/ menanggulangi bahaya pada awal terjadinya kebakaran.

Tabung Pemadam Api Trolley Unit

Trolley unit ini adalah jenis tabung pemadam api/ apar yang media/ isi dengan kapasitas yang cukup besar. Dengan design menggunakan roda guna memudahkan dalam penggunaan.

Sama halnya dengan jenis portable unit, Tabung trolley unit juga dapat diisi dengan bahan dry chemical powder, co2, foam afff, dan gas pengganti hallon (hcfc 141b). Apar jenis ini sangat dibutuhkan untuk area yang cukup luas, ini dikarenakan oleh kapasitasnya yang cukup banyak yang diharapkan dapat menangani area kebakaran dengan jangkauan yang lebih luas.

Tekanan isi atau media dalam alat pemadam

Tabung pemadam api dibagi dua berdasarkan system yang digunakan, yang keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan. Pada prinsipnya proses atau cara kerja dari kedua system ini adalah sama-sama untuk mencegah/ menaggulangi musibah kebakaran, ditujukan untuk mencegah bahaya yang lebih besar.

Pertama Stored Pressure System

Stored pressure system ini menggunakan pressure gauge yaitu alat yang berfungsi sebagai pengukur tekanan dalam tabung, dimana isi/ media bercampur dengan gas pendorongnya yang dapat dilihat dari Pressure Gauge.

Kedua Cartridge System

Cartridge system adalah system yang bekerja sebagai pendorong isi/ media yang diisi kedalam tabung kecil dan dimasukkan kedalam apar. Gas pendorong dipisah dari media/ isi tabung pemadam.

Kedua system diatas memiliki kelebihan dan yaitu alat yang berfungsi sebagai pendorong media/ isi, yang pada akhirnya menjadi pilihan bagi pengguna.

Cartridge system, apabila digunakan/ telah dipakai satu kali saja maka sudah tidak bisa dipakai untuk kedua kalinya. Stores pressure system, dapat digunakan untuk beberapa kali penggunaa, tergantung tekanan yang berada dilam tabung yang dapat dilihat melalui pressure gauge.

Refilling | isi ulang

Tabung pemadam api dapat diisi ulang/ refill dengan media yang khusus dan telah mendapat licensi standarisasi. Media/ Isi yang dipakai, diantaranya yaitu:

 Fire Media dry chemical powder

 

Dry Chemical powder merupakan kombinasi dari fosfat Mono-amonium dan ammonium sulphate. Yang fungsinya adalah bahwa hal itu mengganggu reaksi kimia yang terjadi pada zona pembakaran, sehingga api berhenti. Dry Chemical powder juga memiliki titik lebur yang rendah dan pada partikel yang sangat kering serta membengkak untuk membentuk penghalang yang hingga oksigen tidak dapat masuk sehingga dapat menutup area api, akhirnya api tidak akan menyala dikarenakan pijakan api ditutupi oleh Dry Chemical powder.

Merupakan media pemadam api serbaguna, aman dan luas pemakaiannya karena dapat mematikan api kelas A, B, dan C. Dapat menahan radiasi panas dengan kabut partikelnya. Tidak menghantarkan listrik (Non Konduktif). Serbuk kimia kering tidak beracun (Non Toxic).

Erro Fire Media co2 (carbon dioxide)

Senyawa kimia yang terbentuk dari 1 atom karbon dan 2 atom oksigen, yang dapat dihasilkan baik dari kegiatan alamiah maupun kegiatan manusia. Dapat digunakan memadamkan kebakaran kelas B dan C karena merupakan bahan gas, Co2 tidak merusak, dengan daya guna yang efektif dan bersih. Sangat efektif digunakan dalam ruangan tertutup/ In Door. Dapat menyerap panas sekaligus mendinginkan. Konstruksi tabung sangat kuat dan berat karena dirancang khusus untuk menahan tekanan tinggi dan dilengkapi dengan selang yang panjang dengan nozzle yang berbentuk corong.

 Fire Media foam afff (aqueoues film forming foam)

 

Foam AFFF adalah berbasis air dan sering mengandung surfaktan berbasis hidrokarbon seperti sulfat sodium alkyl, dan fluoro surfactant sepertifluorotelomers, asam perfluorooctanoic (PFOA), atau asam perfluorooctanesulfonic(PFOS). Mereka memiliki kemampuan untuk menyebar di permukaan cairan berbasis hidrokarbon. Alcohol-resistant aqueous film forming foams (AR-AFFF) adalah busa yang tahan terhadap reaksi dari alkohol, dapat membentuk lapisan pelindung ketika disemprotkan.

 

Dapat digunakan untuk memadamkan api kelas A namun sangat cocok bila digunakan untuk kelas B. Bersifat Kondukstif (Penghantar Listrik). Tidak dapat dipakai untuk memadamkan api kelas C. Foam bersifat ringan, efektif untuk memadamkan zat cair yang mudah terbakar dengan cara mengisolasi oksigen dan menutupi permukaan zat cair untuk menghindari api yang dapat menjalar kembali.

Erro Fire Media gas pengganti hallon (HCFC 141B – thermatic system)

HCFC-141b is a hydrochlorofluorocarbon (HCFC). Merupakan senyawa dari 1,1-dichloro-1-fluoroethane dan Chemical Abstracts.

Merupakan pemadam api yang bersih dan tidak meninggalkan residu. Sangat efektif untuk semua resiko kebakaran kelas A, B dan C. Tidak menghantarkan listrik (Non Konduktif), sehingga tidak akan menyebabkan kerusakan pada peralatan elektronik dan alat perkantoran modern lainnya.

Isi ulang tabung pemadam api (Refill Apar) dengan kualitas terbaik, kami juga siap untuk isi ulang tabung pemadam jenis thermatic.

Spareparts tabung pemadam api ringan | apar

Spare parts tabung pemadam api sangat dibutuhkan apabila telah terjadi kerukan/ ataupun karena usang. Spare parts apar diantaranya yaitu:

Tabung (Tube) yaitu alat yang dipasang sebagai wadah media/ isi;

Handle yaitu alat penekan atau pengatup yang berada pada pangkal tabung pemadam api;

Valve yaitu alat yang berfungsi sebagai penyambung antara tabung dan selang guna keluarnya media/ isi;

Hose yaitu selang yang berfungsi sebagai penghantar media;

Nozzle yaitu ujung selang yang berfungsi sebagai pegangan arah keluarnya media dan penyapuan api;

Sabuk Tabung yaitu sabuk yang diikatkan pada tabung yang memiliki dudukan selang, guna mengikat selang supaya tidak berceceran;

Breacket/ Hanger yaitu alat yang digunakan untuk menggantung apar pada dinding atau tempat lainnya yang diinginkan; dan

Spare parts lainnya seperti pin, segel dan label.

Semoga penjelasan singkat diatas dapat menjadi acuan anda untuk bekerjasama dengan PT. MUTIARA SAFETYNDO. Area layanan kami diantaranya: Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Cikarang, Karawang, Bekasi, Bandung, Cileungsi, Cianjur dan daerah lainnya di seluruh Indonesia baik Sumatera, Jawa, Bali, Kalimantan, Sulawesi Irian Jaya dan Papua.

Beli Tabung Pemadam Api yang berkualitas dengan harga murah, Selain Jual Apar Kami menerima Isi Ulang Tabung Pemadam Api (Refill Apar) dari berbagai merk, ukuran dan Type.

Fire Hydrant Equipment

Hydrant merupakan sebuah terminal air untuk bantuan darurat ketika terjadi kebakaran. Hydrant berfungsi untuk mempermudah proses penanggulangan ketika musibah kebakaran terjadi. hydrant adalah fasilitas wajib bagi ruang public seperti pasar tradisional maupun modern, pertokoan, bahkan lingkungan perumahan pun harusnya memiliki fasilitas hydrant.

Hydrant dikenal bahasa sehari-hari sebagai plug di Amerika Serikat atau sebagai johnny pump di New York, adalah perlindungan ukuran api aktif, dan sumber air yang disediakan di sebagian besar kota, daerah pinggiran kota dan pedesaan dengan layanan air kota untuk memungkinkan petugas pemadam kebakaran untuk mendapat pasokan air kota dalam membantu memadamkan api.

Konsep fire plug setidaknya pada abad ke-17. Ini adalah saat ketika petugas pemadam kebakaran menanggapi panggilan akan menggali ke listrik air kayu dan buru-buru menggali lubang untuk mengamankan air guna memadamkan kebakaran. Air akan mengisi lubang menciptakan sebuah sumur sementara, dan akan diangkut dari sumur ke api oleh brigade ember atau, kemudian, dengan dipompa. Lubang-lubang yang kemudian terpasang dengan sumbat, biasanya redwood, yang dari waktu ke waktu kemudian dikenal sebagai Fire Plug. Lokasi steker sering dicatat atau ditandai sehingga bisa digunakan kembali dalam kebakaran mendatang. Ini adalah sumber dari fire plug istilah sehari-hari masih digunakan untuk fire hydrant hari ini. Setelah Kebakaran Besar London pada tahun 1666, kota dipasang jalur air dengan lubang dibor pada interval, dilengkapi dengan anak tangga, memungkinkan jalur akses untuk fire plug dari permukaan jalan.

Penemuan Hydrant Pillar biasanya dikreditkan ke Frederick Graff Sr, Chief Engineer dari Water Works Philadelphia sekitar tahun 1801. Itu kombinasi selang / keran stopkontak dan desain “wet barrel” dengan katup di atas. Dikatakan bahwa Graff memegang paten pertama untuk hydrant, tetapi hal ini tidak dapat diverifikasi karena kantor paten di Washington DC terbakar pada tahun 1836 menghancurkan catatan banyak paten dari periode dalam proses.

Jenis fire hydrant equipment diantaranya adalah:

pillar

Tersedia dalam tiga model yaitu:

Hydrant Pillar Model One Way, yaitu memiliki satu lobang saluaran air;

Hydrant Pillar Model Two Way, yaitu memiliki dua lobang saluran air; dan

Hydrant Pillar Model Three Way yaitu memiliki  tiga lubang saluran air.

Box

Hydrant Box Type A1, A2 dan B biasa digunakan untuk di dalam ruangan dan Hydrant untuk Type C digunakan untuk diluar ruangan.

Spareparts

 

Hydrant valve, yaitu alat yang berfungsi mengatur (membuka/ menutup) jalur air;

hose rack dengan ukuran size 1,5” dan 2,5”;

Pillar Hydrant keys, Lock (Kunci);

branch pipe jet nozzle dengan size 1,5” dan 2,5”;

spray nozzle Size 1,5” dan 2,5”;

Fire Hose + Coupling dengan size 1,5”x20m, 1,5”x30m, 2,5”x20m dan 2,5”x30m; dan

Siemese Connection dengan type S7 dan S11

Fire alarm system

Fire Alarm System berfungsi untuk memberikan tanda bahaya (alert) bila terjadi potensi kebakaran dan kebocoran gas dengan mendeteksi adanya asap yang bergumpal (smoke detector), temperatur yang tinggi (heat detector), dan adanya gas yang beracun/ berbahaya (gas detector).

Sistem alarm kebakaran (Fire Alarm) adalah merupakan suatu sistem wajib dimiliki oleh perkantoran, gedung bertingkat maupun area publik lainnya yang dimana system ini adalah sebagai indikator awal dari terjadinya kebakaran. Dengan menggunakan sistem ini diharap dapat mencegah kebakaran yang dapat menghilangkan asset baik materi maupun nyawa seseorang dengan mengetahui potensi bahaya kebakaran sejak dini. Sistem ini di bagi menjadi tiga jenis yakni :

Conventional system;

Semi addressable system;

Full addressable system.

Fire alarm panel

Fire alarm panel adalah perangkat elektronik yang memancarkan sinyal alarm jika terjadi kebakaran. Perangkat ini tersedia dalam 2 jenis:

 

Conventional: Setiap perangkat dikelompokkan dalam zona / kelompok.

RP-2001E (for Deluge System);

RP-2002E (for Suppression System);

SFP-2402E;

SFP-2404E;

SFP-5UDE; dan

SFP-10UDE

Addressable: Setiap perangkat memiliki identifikasi sendiri / alamat.

NFS-320E;

NFS2-640E; dan

NFS2-3030E

Fire Alarm Detector

Kidde smoke detector

 

Tingkat Suhu: Berkala mendeteksi kenaikan suhu pada kisaran suhu tertentu dan jangka waktu tertentu. Prinsip kerja sensor yang akan memancarkan sinyal alarm setelah mendeteksi tingkat kenaikan suhu mencapai nilai yang ditetapkan, misalnya 8o C / menit. Suhu Tetap. Mendeteksi kenaikan suhu setelah suhu mencapai suhu preset, misalnya 57o C atau 90o C. Prinsipnya bahwa sensor akan memancarkan sinyal alarm setelah mendeteksi kenaikan nilai suhu yang ditetapkan tercapai.

flame detector

Detektor bereaksi terhadap kedua sinar radiasi yaitu UV dan radiasi api IR memberikan pemantauan kebakaran yang akurat dan dapat diandalkan, namun kebal terhadap arc welding, radiasi panas suhu tubuh, petir atau sinar matahari.

HSSD (High Sensitivity Smoke Detector)

Ribuan kali lebih sensitif daripada detektor asap konvensional. Dirancang untuk fasilitas penting, seperti:

museum, penyimpanan catatan, perpustakaan buku langka, kamar kontrol proses, pusat pengolahan data, gudang, kubah transformator, kandang motor dan peralatan pembangkit listrik, ruang komputer.

HSSD ini Aktif versus pasif deteksi. Alarm akan mengalami sedikit gangguan sedikit jika kurang pemeliharaan. Dan merupakan sebuah bagian integral dari perlindungan kebakaran yang baik.

Fire Alarm Sounder

Bell, yaitu Low current, high decibel notification, Memberikan nada resonan yang keras, Instalasi Sederhana come pre-wired untuk mengurangi waktu di design untuk digunakan dengan pengawasan sirkuit.

Bell adalah peralatan untuk digunakan dalam sistem kebakaran dan pencurian atau aplikasi sinyal lainnya.\

Horn – 103dB, Explosion Proof, High Output, yaitu alat Relatif ringan, flameproof horns  telah dirancang dengan rating tinggi untuk mengatasi cuaca dengan kondisi lingkungan yang keras ditemukan lepas pantai dan daratan di industri minyak, gas dan petrokimia.

Alat ini memungkinkan DB1P dan DB1HP harus diaktifkan antara dua nada yang dipilih dengan baik dalam membalikkan polaritas pasokan, atau menghubungkan pasokan tegangan kedua. Output tinggi DB1 HP sangat cocok untuk lingkungan yang bising.

Horn Strobe, yaitu akan ditransfer sebagai alat pemberitahuan sinyal primer dan sesuai dengan Disabilities Act persyaratan untuk peralatan sinyal, berkedip pada 1Hz atas rentang tegangan seluruh strobo operasi. Lampu strobo terdiri dari tabung xenon flash dan lensa terkait / reflektor sistem, strobo harus didukung secara independen dan lebih sehat.

Horn harus memiliki kemampuan mendengar tiga pilihan dan pilihan untuk beralih di antara tiga pola-temporal dan non-temporal (kontinu) pola. Horn pada model Horn strobe akan beroperasi pada power supply kode atau non-kode. Horn strobo harus terdaftar untuk UL 1971 dan UL 464 dan harus disetujui untuk layanan pelindung api.

Keterangan diatas adalah bagian dari produk dan layanan Pt. Mutiara Safetyndo dengan memiliki berbagai macam produk alat pemadam api.

Sistem Pemadam Kebakaran Pada Gedung

Di Jakarta, ibukota Indonesia sudah banyak gedung tinggi, mall dan apartemen. Setiap bangunan yang didirikan pasti memiliki izin pembangunan dan sertifikasi keamanan. Salah satu sertifikasi keamanan yang di perlukan yaitu tentang sistem proteksi kebakaran.

Suatu bangunan gedung memiliki potensi terjadinya kebakaran. Terlebih lagi jika bangunan tersebut terbuat dari material yang mudah terbakar atau digunakan untuk menyimpan bahan-bahan yang mudah terbakar.

Menurut Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No.26/PRT/M/2008 tentang persyaratan sistem pengamanan kebakaran pada bangunan gedung dan lingkungan dijelaskan bahwa:

Pengelolaan sistem pencegahan kebakaran adalah upaya mencegah terjadinya musibah kebakaran atau meluasnya area kebakaran ke ruangan lain, atau upaya pencegahanya meluasnya kebakaran ke gedung atau bangunan lainnya.

Gedung perkantoran, apartemen, gedung kantor bahkan mall pasti mempunyai sistem proteksi kebakaran tersediri. Manfaat utama sistem pemadam kebakaran adalah untuk pencegahan serta perlindungan terhadap kebakaran. Mencegah kebakaran pada gedung dapat dilakukan dengan dua cara yaitu..

Fire Sytem Security

Langkah pertama adalah melengkapi bangunan dengan Fire Security System seperti peralatan pemadam kebakaran yang lengkap yang dapat bekerja secara otomatis seperti:

sistem pemadam kebakaran pada gedung bertingkat dengan alat pendetek asap dan api di desain khusus untuk mendetek api 

    Detector Api

    Sprinkle

    Alarm Asap

 

Ataupun secara manual seperti:

Sistem pemadam otomatis yang didesain dan di rancang khuss di atas atap plavon atau di bawah dinding gedung yang beratap fire hidran ini dengan cepat dapat mematikan kebakaran api di setiap gedung- gedung bertinggkat secara otomatis dengan menggunakan sumber air di dasar bawah tanah yang di hisap dengan berbagai alat hidran hususnya seperti jockey pump pump hidrant sistem pemadam kebakaran hidran 

    Fire Hydrant

    Fire Extinguisher  atau Alat Pemadam Api

    Fire Alarm Button

    Fire Axe 

Rancangan Bangunan

Langkah kedua yang dapat dilakukan melalui sistem perancangan bangunan yaitu sistem perlindungan terhadap kebakaran yang dilakukan melalui komponen bangunan dari segi arsitektur dan struktur bangunan. Seperti:

Logo Emergency Exit

Emergency Exit Logo

Memisahkan jarak antara barang-barang yang mempunyai resiko kebakaran yang tinggi.

 

    Memasang Fire Profing untuk struktur bangunan.

    Merancang Explotion-proof atau alat anti peledak pada produk elektrik di daerah beresiko terbakar .

    Membuat Emergency Exit yang dapat digunakan saat keadaan darurat.

Gedung haruslah diproteksi melalui penyediaan sarana dan prasarana proteksi kebakaran dan kesiagaan maupun kesiapan pengelola, penghuni atau penyewa bangunan dalam mengantisipasi dan mengatasi kebakaran.

Kedua langkah tersebut harus telah direncanakan pada saat proses desain atau rancangan bangunan pada saat awal pembangunan. Selain dari proteksi kebakaran, biasanya gedun pun di tingkatkan keamanannya dengan sistem intergrasi CCTV dan Brankas untuk memaksimalkan tingkat keamanan pada gedung itu sendiri.

Sistem Sprinkler dan Hydrant

Sistem intalasi splingker gedung dan distribusi air pemadam kebakaran diambil dari groundtank / reservoir menggunakan pompa Fire Main Pump, Diesel Fire Pump dan Jocky Pump. Sistem instalasi pipa kebakaran ini bisa tersendiri [ main pump hydrant dan main pump sprinkler ] atau bisa menjadi satu dengan melalui pipa header [ fire main pump, diesel fire pump dan jocky pump ] dan instalasi ini terhubung dengan pressure tank , pada pressure tank terpasang pressure swicth yang digunakan untuk mengoperasikan pompa secara otomatis dan di-set sesuai dengan tekanan [ standat instalasi pipa gedung ] kemudian pipa header dibagi menjadi dua instalasi pipa yaitu pipa hydrant [warna merah] dan pipa sprinkler [warna orange].

1.Pipa Sprinkler

Instalasi intalasi splingker gedung ruang pompa hidrant dan pipa ini berfungsi untuk cara  menghitung kapasitas pompa hidrant mengatasi kebakaran secara otomatis disetiap ruangan melalui head sprinkler , pipa sprinkler dipasang pada setiap lantai [dalam flapon] dengan jarak antara 3 sampai 5 meter , bila terjadi kebakaran pada salah satu lantai maka panas api dari titik kebakaran akan memecahkan head sprinkler.

2.Pipa Hydrant

Instalasi pipa hydrant berfungsi untuk mengatasi dan menaggulangi kebakaran secara manual dengan menggunakan hydrant box , hydrant box ini tersedia pada setiap lantai dengan beberapa zone /tempat.

Pada hydrant box terdapat fire hose[ selang ] ,nozzle, valve, juga terpasang alat bantu control manual call point, alarm bell serta indicating lamp dan untuk diluar gedung [ area taman / parkir ] terpasang hydrant pillar serta hose reel cabinet. 

3.Jocky Fire Pump 

Digunakan untuk menstabilkan tekanan air pada pipa dan pressure tank. cara kerja jockey pump

4.Main Fire Pump

Digunakan sebagai instalasi ruang pompa hidrant pompa utama , bila tekanan / pressure tank turun setelah jocky pump tidak sanggup lagi mengatasi [ jocky pump akan mati sesuai dengan setting pressure tank ] maka main pump akan bekerja. 

5.Diesel Fire Pump

Digunakan bila terjadi kebakaran dan pompa mengalami kerusakkan atau gagal operasional [listrik padam] dan pompa main pump serta jocky pump berhenti bekerja mensupply air maka diesel fire pump akan melakukan start secara otomatis berdasarkan pressure swicth . Bekerjanya diesel fire pump secara otomatis menggunakan panel diesel stater, panel ini juga melakukan pengisian accu/me-charger accu dan dapat bekerja secara manual dengan kunci stater pada diesel tersebut . Untuk perawatan pada diesel fire pump ini dilakukan pemanasan setiap minggu [2xpemanasan] ,sebelum dilakukan pemanasan diesel dilakukan pemeriksaan pada accu, pendingin air [air radiator] dan peng-checkkan pada pelumas mesin [oli mesin]. 

6.Siemense Conection

Digunakan bila terjadi kebakaran dan pompa [diesel fire pump, fire main pump dan jocky pump] tidak bisa di operasional / gagal bekerja pmaka dilakukan pengisian air kedalam jaringan pipa dari mobil pemadam kebakaran/ pompa cadangan lain untuk menggantikan fungsi peralatan yang ada dalam keadaan emergency , siemese conection dipasang pada instalasi pipa sprinkler dan hydrant. 

7.Sistem Fire Alarm

Fire alarm adalah merupakan sistem untuk membantu pemilik gedung untuk mengetahui secepatnya suatu sumber kebakaran , sehingga sebelum api menjadi besar pemilik gedung sudah dapat mengambil tindakan pemadaman.

Sistem ini memakai panel kontrol [ MCFA ] yang biasanya dikontrol dari ruang teknik dan panel Annuciator [panel kontrol tambahan] di pasang di ruang posko security agar petugas keamanan juga bisa cepat mengetahui lokasi kebakaran pada setiap lantai

Sistem Hydrant

Hydrant adalah sistem pemadam api yang menggunakan media air, secara sistemnya tidak berbeda dengan sistem pompa air yang ada dirumah, dimana terdiri atas:

Tempat penyimpanan air (Reservoir)

Sistem distribusi

Sistem pompa hydrant

Berikut akan dijelaskan masing-masing dari system tersebut:

Tempat penyimpanan air (Reservoir)

Reservoir merupakan tempat penampungan air yang akan digunakan dalam proses pemadaman kebakaran. Biasanya reservoir ini berbentuk satu tanki ataupun beberapa tangki yang terhubung satu dengan yang lainnya. Reservoir ini bisa berada di atas tanah maupun dalam tanah. Dan harus dibuat sedemikian rupa hingga dapat menampung air untuk supply air hydrant selama minimal 30 menit penggunaan hydrant dengan kapasitas minimum pompa 500 galon per menit.

Selain itu reservoir juga harus dilengkapi dengan mekanisme pengisian kembali dari sumber-sumber air yang dapat diandalkan untuk menjaga level air yang tersedia dalam reservoir. Mekanisme pengisian reservoir ini terdiri dari sistem pompa yang dihubungan dengan sumber air yang dapat diandalkan misalnya dengan air tanah, air sungai, dll.

Sistem Distribusi

Untuk mendukung proses dan sistem kerja hydrant, diperlukan sistem distribusi yang menggunakan pipa untuk menghubungkan sumber air hingga ke titik selang hydrant. Dalam perancangan jaringan pipa hydrant, yang terbaik adalah menggunakan system jaringan interkoneksi tertutup contohnya sistem ring atau O. Sistem ini memberikan beberapa keunggulan, contohnya adalah sebagai berikut:

Air tetap dapat didistribusikan ke titik hydrant walaupun salah satu area pipa mengalami kerusakan.

Semburan air hydrant lebih stabil, meskipun seluruh titik hydrant dibuka.

Sistem pipa utama (primary feeders) dari hydarant biasanya berukuran 12-16 inch. Pipa sambungan ke dua (secondary feeders) biasanya berukuran 8-12 inch. Sedangkan untuk cabang pipa biasanya berukuran 4.5-6 inch. Pada ujung pipa hydrant tersambung dengan pilar hydrant. Disamping pilar hydrant terpasang box yang digunakan untuk menyimpan selang hydrant (hose). Selang ini terbuat dari bahan kanvas yang panjangnya berkisar 20-30 meter.

Untuk mendukung supply air hydrant, dibuatlah suatu sambungan pipa yang berinterkoneksi dengan sistem pipa hydrant yang disebut sambungan Siamese. Sambungan ini terdiri dari satu / dua sambungan pipa yang fungsinya adalah untuk memberikan supply air tambahan pada sistem hydrant. Sambungan ini sangat berguna bagi petugas pemadam kebakaran untuk memberikan supply air tambahan melalui mobil pemadam kebakaran atau sistem pilar hydrant umum.

Sistem pompa hydrant

Sistem ini terdiri atas panel kontrol pompa, motor penggerak, dan unit pompa. Pompa dikontrol melalui sistem panel kontrol, sehingga dapat menghidupkan serta mematikan keseluruhan system dan juga untuk mengetahui status dan kondisi pompa. Motor penggerak pompa merupakan sistem mekanik elektrik yang mengaktifkan pompa untuk menyedot dan menyemburkan air.

Unit pompa untuk hydrant biasanya terdiri dari:

Pompa Generator

Digunakan sebagai sumber tenaga cadangan pada saat listrik mati

Pompa Utama

Digunakan sebagai penggerak utama untuk menyedot air dari sumber ke titik hydrant

Pompa Jockey

Digunakan untuk mempertahankan tekanan air pada sistem hydrant

Sistem Sprinkler

Sistem Pada Sprinkler :

1. Wet Riser System : Seluruh instalasi pipa sprinkler berisikan air bertekanan dengan tekanan air selalu dijaga pada tekanan yang relatif tetap

 2. Dry Riser System : Seluruh instalasi pipa sprinkler tidak berisikan air bertekanan, peralatan penyedia air akan mengalirkan air secara otomatis jika instalasi fire alarm memerintahkannya.

 

- Pada umumnya gedung bertingkat menggunakan sistim Wet Riser.

- Pada sistem dilengkapi Fire Brigade Connection yang diletakkan diluar bangunan.

PERALATAN UTAMA DAN FUNGSI

1. Pompa kebakaran terdiri dari Electric Pump, Diesel Pump & Jockey Pump.

- Apabila tekanan didalam pipa menurun, maka secara otomatis Jockey pump akan bekerja untuk menstabilkan tekanan air didalam pipa.

 -  Jika tekanan terus menurun (misal glass bulb pada kepala sprinkler pecah) maka pompa kebakaran utama akan bekerja dan otomatis pompa jockey berhenti.

-  Apabila pompa kebakaran utama gagal bekerja setelah 10 detik, kemudian pompa cadangan Diesel secara otomatis akan bekerja.

 -  Jika kedua pompa tersebut gagal bekerja, alarm akan segera berbunyi dengan nada yang berbeda dengan bunyi alarm sistim, untuk memberi tahukan kepada operator akan adanya gangguan.

-   Sistim bekerja pompa Fire Hydrant adalah “Start otomatis” dan “Mati secara Manual”.

-  Pada saat pompa kebakaran utama bekerja, wet alarm valve akan terbuka dan segera membunyikan alarm gong. Aliran didalam pipa cabang akan memberi indikasi pada flow switch yang terpasang pada setiap cabang & dikirim ke panel fire alarm untuk membunyikan alarm pada lantai bersangkutan.

2. Pressure Switch : Alat kontrak yang bekerja akibat perubahan tekanan.

3. Manometer : Alat untuk membaca tekanan

4. Time delay relay : Alat relay yang bekerja berdasarkan seting waktu yang sudah ditentukan.

5. Safety valve : Alat pelepas tekanan lebih

6. Pressure Reducing Valve : Alat pembatas tekanan

7. Kepala Sprinkler (Head Sprinkler) : Alat pemancar air yang bekerja setelah pecahnya bulb akibat panas yang ditimbulkan oleh kebakaran. Ukuran kepala sprinker 15 mm, kepadatan pancaran 5 mm/mnt, area kerja maks. 144 m2, laju aliran 725 lt/mnt dan setiap katup kendali jumlah maks. adalah 1.000 buah kepala sprinkler.

Hingga saat ini Sprinkler masih diperlukan pada bangunan gedung, karena sistem sprinkler otomatik telah terbukti paling efektif dalam memadamkan kebakaran. Namun sangat disayangkan jika masih banyak stakeholders (pemilik, bahkan konsultan dan instansi berwenang) menganggap bahwa sprinkler tidak efektif dan memakan biaya besar, sehingga menggantinya dengan sistem lain.

Sistem sprinkler otomatik adalah adalah kombinasi dari deteksi panas dan pemadaman, ia bekerja secara otomatik penuh tanpa bantuan orang atau sistem lain. Sehingga system ini merupakan sistem penanggulangan/ pemadaman kebakaran yang paling efektif dibandingkan dengan sistem hidran dan lainnya. Sebuah studi di Australia & New Zealand memberikan angka keberhasilan mencapai 99% (Marryat, 1988).

Studi lain di USA (NFPA, 2001) menyimpulkan bahwa sprinkler mampu membatasi kebakaran pada area of origin pada tingkat 90% dibanding tanpa sprinkler yang hanya 70%. Semua building code di dunia mempersyaratkan proteksi sprinkler di bangunan tinggi, bahkan sekarang di USA sudah mulai digalakkan sprinkler untuk residensial tunggal dengan ketinggian satu sampai dua tingkat.

Fenomena kebakaran adalah sedemikian sehingga bila dalam waktu 5 menit kebakaran tidak dapat dikendalikan atau dipadamkan pada area of origin, maka kemungkinan besar kebakaran akan menyebar ke seluruh lantai dan bangunan. Sementara itu waktu tanggap sprinkler adalah waktu yang diperlukan untuk mengendalikan atau memadamkan kebakaran secara otomatik. Banyak kejadian dilaporkan bahwa ketika petugas pemadam tiba di tempat, api telah padam oleh sprinkler (NFPA Journal).

Sistem deteksi dan alarm tidak berfungsi sebagai alat pengendali/ pemadam, namun lebih berfungsi sebagai pemberi peringatan pada penghuni bangunan agar segera menyelamatkan diri. Sedangkan regu pemadam yang menggunakan APAR (fire extinguisher) dan hidran belum dapat menggantikan sprinkler karena masih dipengaruhi oleh faktor manusia (terutama waktu tanggap dan human error).

Komponen biaya paling besar dari sistem sprinkler adalah pompa kebakaran dan panelnya, pemipaan berikut katupnya, serta sering digunakannya katup kontrol tekanan (PRV) dalam rancangan secara indiskriminatif. Penggunaan PRV ini dapat dihindari dengan sistem zona, di mana tekanan kerja setiap zona adalah maksimum 175 psi (12 bar), yaitu sama dengan tekanan kerja maksimum kepala sprinkler.

Justru PRV dipersyaratkan digunakan di sistem hidran bila tekanan pada kotak hidran bangunan melebihi 6,9 bar (SNI 03-1745-2000). Selain itu, sistem sprinkler otomatik boleh dikombinasikan dengan sistem pipa tegak atau slang (hidran) dengan menggunakan hanya satu set pompa kebakaran untuk keduanya sprinkler dan hidran (SNI 03-1745-2000).

Bila bangunan telah diproteksi oleh sprinkler, maka persyaratan lain seperti ketahanan api, kompartemen, dan sistem deteksi serta alarm menjadi lebih ringan (NFPA 101). Misalnya untuk kelas hunian apartemen, ketahanan api dinding apartemen boleh 1 jam atau bahkan 4 jam. Serta deteksi boleh hanya memakai detektor asap (kecuali untuk ruang tertentu yang karena fungsinya harus menggunakan detektor panas). Dengan demikian sesungguhnya sistem sprinkler tidak memakan biaya besar dari total nilai proyek keseluruhan.

Konsep fire safety di bangunan menurut pendekatan sistemik (NFPA 550) terbagi menjadi 2 bagian utama yaitu (a) Pencegahan penyalaan, dan (b) Pengelolaan pengaruh kuat (impact) kebakaran. Pencegahan termasuk pengendalian sumber panas-energi, pengendalian interaksi sumber-bahan bakar, dan pengendalian bahan bakar. Atau dengan kata lain berarti fire safety housekeeping, dan sistem proteksi pasif atau kompartemenisasi.

Kota-kota besar di USA seperti Los Angeles dan New York, yang sebelumnya hanya mengandalkan sistem proteksi pasif atau kompartemenisasi dan sistem deteksi dan alarm serta sistem hidran, sekarang mempersyaratkan proteksi dengan menggunakan sprinkler. Di Singapore memang sprinkler merupakan opsi untuk bangunan hunian apartemen, akan tetapi komponen utama sistemnya tetap dipasang (pompa kombinasi dengan pompa hidran, dan pipa tegak serta pipa cabang utama), kecuali pipa cabang akhir dan kepala sprinkler yang merupakan opsi dan masih ada persyaratan lainnya yang harus dipenuhi.

Prinsip kerja sprinkler memanfaatkan teori kebakaran kompartemen (SFPE Handbook of Fire Protection Engineering, 3rd Edition, 2002). Kebakaran di lantai akan membuat asap dan udara ruangan terikutkan mengapung ke atas yang dinamakan plume. Bila plume membentur langit-langit, maka terjadi aliran udara panas secara radial pada atau dekat dengan langit-langit. Aliran udara panas ini dinamakan ceiling jet dan terjadi pada ketebalan maksimum 30 cm dari langit-langit.

Bila ceiling jet mengenai kepala sprinkler maka terjadi perpindahan kalor secara konvektif dari ceiling jet ke elemen sensor panas sprinkler (fusible link atau glass bulb) yang menyebabkan temperaturnya akan naik dari sebelumnya sama dengan temperatur ruangan. Elemen sensor panas ini mempunyai temperatur kerja nominal yang bermacam-macam dari 57°C s/d 343°C, dapat diplih tergantung dari rancangan bahaya kebakaran huniannya.

Kepala sprinkler akan beroperasi bila temperatur elemen sensor panasnya telah naik mencapai temperatur kerja nominalnya. Untuk hunian apartemen, umumnya digunakan temperatur nominal 57°C atau 68°C. Prinsip operasi sprinkler ini sama persis dengan prinsip operasi detektor panas lain seperti yang digunakan dalam sistem deteksi dan alarm. Oleh karena itu, bila bangunan telah diproteksi oleh sprinkler maka tidak perlu lagi dilengkapi dengan detektor panas dan hanya perlu dilengkapi dengan detektor asap.

Bila kebakaran terus terjadi, maka di dalam ruangan/ kompartemen akan terbentuk 2 lapisan yaitu, (a) lapisan asap di atas, dan (b) lapisan relatif bebas asap di bawahnya. Temperatur dan ketebalan lapisan asap akan naik dan terus bertambah selama terjadi kebakaran. Sedangkan temperatur lapisan bebas asap di bawahnya relatif sama dengan temperatur ruangan

Pada saat sprinkler beroperasi, temperatur ruangan (bukan temperatur nyala api) relatif tidak berubah atau kenaikannya tidak besar, kecuali terjadi kegagalan sistem sprinkler sehingga kebakaran tidak padam dan lapisan asap akan terus turun ke lantai. Hal ini dapat diprediksikan dengan program simulasi kebakaran di kompartemen (Program CFAST dan ASET).

Meskipun persentase kegagalan sprinkler adalah sangat kecil dibanding keberhasilannya, sprinkler dapat gagal terutama karena sebab-sebab berikut, pertama, kesalahan rancangan, sistem sprinkler haras dirancang sesuai dengan tingkat resiko bahaya kebakaran bangunan. Misalnya bangunan dengan hunian apartemen di atas dan paserba di podium, mempunyai risiko bahaya yang berbeda, dengan demikian rancangan densitasnya pun berbeda.

Kedua, kesalahan instalasi, pengawasan pelaksanaan di lapangan kuang, misalnya posisi kepala sprinkler terhadap langit-langit dan rintangan (kolom dan balok struktur) tidak memenuhi persyaratan instalasi sehingga sangat mengurangi kinerja sprinkler. Ketiga, tidak adanya program inspeksi, tes dan pemeliharaan berkala yang sesuai standar (NFPA 25), mengakibatkan sistem tidak beroperasi saat diperlukan bila terjadi kebakaran.

Dan keempat, ciri-ciri bangunan seperti arsitektur terbuka sehingga lantai terbuka ke udara luar, dan kompartemen yang tidak mempunyai ketahanan api (dari bahan mudah terbakar kayu dan lain-lain). Ciri-ciri tersebut mempengaruhi kinerja sistem sprinkler.

Springkler merupakan sistem yang digunakan untuk memadamkan kebakaran pada sebuah bangunan. Springkler akan secara otomatis menyala bila ada kebakaran yang terjadi.

Hal-hal yang harus diperhatikan dalam perencanaan sistem fire sprinkler :

• Jenis sistem dan fungsi bahaya kebakaran

• Perhitungan hidrolik tiap jenis hunian (bahaya kebakaran ringan Q=225 l/min, p=2.2 kg/cm2; bahaya kebakaran sedang Q=375 – 1100 l/min, p=1.0 – 1.7 kg/cm2; bahaya kebakaran berat Q=2300 – 4550 l/min, p=1.8 – 7.3 kg/cm2).

• Kepadatan pancaran dan kerja maksimum yang diestimasi

• Sistem penyediaan air

• Penempatan dan letak kepala sprinkler

• Jenis kepala sprinkler (57 0C-jingga, 68 0C-merah, 79 0C-kuning, 93 0C-hijau, 141 0C-biru, 182 0C-ungu, 203/260 0C-hitam).

Sedangkan jumlah maksimum kepala sprinkler yang dapat dipasang pada satu katup kendali untuk sistem bahaya kebakaran ringan (mengingat topik yang kami analisa adalah hotel) adalah 500 buah kepala sprinkler. Perlengkapan tanda bahaya untuk sistem sprinkler harus terdiri dari katup kendali tanda bahaya (alarm control valve) atau alat deteksi aliran (flow switch) yang dibenarkan dengan perlengkapan yang diperlukan untuk memberikan suatu isyarat tanda bahaya.

KLASIFIKASI SPRINKLER

Sistem sprinkler terdiri dari 3 klasifikasi sesuai dengan klasifikasi hunian bahaya kebakaran, yaitu :

1. Sistem bahaya kebakaran ringan

Kepadatan pancaran yang direncanakan 2.25 mm/menit, dengan daerah kerja maksimum yang diperkirakan : 84 m2, adapun jenis hunian kebakaran ringan antara lain seperti bangunan perkantoran, perumahan, pendidikan, perhotelan, rumah sakit dan lain-lain.

2. Sistem bahaya kebakaran sedang

Kepadatan pancaran yang direncanakan 5 mm/menit, dengan daerah kerja maksimum yang diperkirakan : 72 – 360 m2, sedangkan yang termasuk jenis hunian kebakaran ini adalah : industri ringan seperti : pabrik susu, elektronika, pengalengan, tekstil, rokok, keremik, pengolahan logam, bengkel mobil dan lain-lain.

3. Sistem bahaya kebakaran berat

Untuk proses industri kepadatan pancaran yang direncanakan 7.5 – 12.5 mm/menit, dengan daerah kerja maksimum yang diperkirakan adalah 260 m2, sedangkan bahaya pada gudang penimbunan tinggi kepadatan yang direncanakan 7.5 – 30 mm/menit. Daerah kerja maksimum yang diperkirakan 260 – 300 m2 dengan kepadatan pancaran yang direncanakan untuk bahaya pada gedung penimbunan tinggi tergantung pada sifat bahaya barang yang disimpan, adapun yang termasuk jenis hunian kebakaran ini adalah industri berat seperti : pabrik kimia, korek api, bahan peledak, karet busa, kilang minyak, dan lain-lain.

Semua ruang dalam bangunan tersebut harus dilindungi dengan sistem sprinkler, kecuali ruang tertentu yang telah mendapat izin dari pihak yang berwenang seperti : ruang tahan api, kamar kakus, ruang panel listrik, ruangan tangga dan ruangan lain yang dibuat khusus tahan api.

JENIS SPRINKLER

#1. Antifreeze Sprinkler System (a wet system)

Sistem sprinkler pipa basah yang mempunyai sprinkler otomatis dengan sistem pemipaan yang mempunyai penyelesaian untuk mencegah pembekuan (antifreeze) dan terhubung dengan suplai air. Penyelesaian pencegahan pembekuan adalah dengan dibuangnya bersamaan dengan air saat sistem sprinkler bekerja setelah ada panas dari suatu kebakaran.

#2. Circulating Closed – Loop Sprinkler System

Sistem sprinkler pipa basah yang mempunyai anti proteksi kebakaran yang sudah terhubung ke sistem sprinkler otomatis dalam sistem susunan yang tersirkulasi (Close loop piping arrangement) dengan tujuan untuk meningkatkan pemipaan sprinkler ke air yang ada untuk pemanasan dan pendinginan dimana air terjebak atau tidak bisa dipindahkan atau digunakan dari sistem tapi hanya disirkulasi melewati sistem pemipaan.

#3. Combined Dry Pipe – Preaction Sprinkler System

Sistem sprinkler pipa basah yang dikendali dengan sistem sprinkler otomatis yang sudah terhubung ke sistem pemipaan yang mempunyai udara di bawah tekanan dengan tambahan sistem deteksi yang terpasang pada daerah yang sama dengan sistem sprinkler. Cara kerja dari sistem deteksi memanfaatkan alat trip actuator dengan katup pipa kering terbuka secara tiba-tiba tanpa kehilangan tekanan udara dalam sistem, yang juga bisa terjadi dengan cara memasang atau membuka katup udara buang di ujung dari umpan utama yang mana biasanya pembukaan dari kepala sprinkler. Sistem deteksi juga melayani secara otomatis sistem fire alarms.

#4. Deluge Sprinkler System

Sistem sprinkler yang mempunyai sprinkler sistem terbuka yang sudah terhubung pemipaan dengan suplai air lewat katup yang dibuka oleh sistem deteksi yang terpasang pada daerah yang sama dengan dengan sprinkler, ketika katup terbuka, air mengalir ke dalam sistem pemipaan dan dibuang melalui sprinkler jika terjadi kebakaran.

#5. Dry Pipe Sprinkler System

Sistem sprinkler yang mempunyai sprinkler otomatis yang sudah terhubung dengan sistem pemipaan yang terdiri dari udara atau gas nitrogen dibawah tekanan, sprinkler akan terbuka jika tekanan air ke katup terbuka yang diketahui melalui katup pipa kering lalu air mengalir ke dalam sistem pemipaan dan keluar dari sprinkler yang terbuka.

#6. Gridded Sprinkler System

Suatu sistem sprinkler yang mana mempunyai persilangan di pipa utama yang terhubung ke banyak pipa cabang. Cara kerja sistem sprinkler akan menerima air dari kedua ujung pipa cabang pada saat cabang lain membantu memindahkan air antara persilangan utama.

#7. Looped Sprinkler System

Suatu sistem sprinkler yang mana percabangan utama yang banyak secara bersama-sama untuk ditetapkan lebih dari satu jalur untuk air yang mengalir ke sistem sprinkler yang bekerja dan pipa cabang yang tidak terhubung bersama.

#8. Preaction Sprinkler System

Suatu sistem sprinkler yang dikendalikan secara otomatis dengan sistem pemipaan yang terdiri dari udara yang bertekanan dan tidak bertekanan dengan tambahan sistem deteksi yang terpasang dalam area yang sama dengan sprinkler.

#9. Wet Pipe Sprinkler System

Suatu sistem sprinkler yang dikendalikan secara otomatis dengan sistem pemipaan yang terdiri dari air yang dihubungkan ke suplai air dan air dibuang lagi secepat mungkin dari sprinkler yang terbuka akibat panas dari suatu kebakaran.

KOMPONEN SPRINKLER

(1). PIPA PADA SPRINKLER

dengan jumlah hasil perhitungan bagi pipa pembagi, maka perhitungan harus dimulai dari pipa cabang yang terdekat pada katup kendali. Jika pipa cabang atau kepala springkler tunggal disambung pada pipa pembagi dengan pipa tegak, maka pipa tegak dianggap sebagai pipa pembagi. Titik desain adalah tempat dimana dimulai perhitungan pipa pembagi dan pipa cabang. Dalam perhitungan ukuran pipa pada sistem springkler, ukuran pipa hanya boleh mengecil sejalan dengan arah pengaliran air.

(2). KEPALA SPRINKLER

Sifat-sifat aliran kepala springkler harus berupa penggunaan sebagai kepala springkler pancaran atas, atau penggunaan sebagai kepala springkler pancaran bawah, atau penggunaan sebagai kepala springkler dinding, bentuk-bentuk kepala springkler dapat dilihat pada gambar di bawah ini.

(3). SISTEM PENYEDIAAN AIR

Setiap sistem springkler otomatis harus dilengkapi dengan sekurang-kurangnya satu jenis sistem penyediaan air yang bekerja secara otomatis, bertekanan dan berkapasitas cukup serta dapat diandalkan setiap saat. Sistem penyediaan air harus dibawah penguasaan pemilik bangunan atau diwakilkan penuh. Air yang digunakan tidak boleh mengandung serat atau bahan lain yang dapat mengganggu bekerjanya springkler, sambungan pada sistem jaringan kota dapat diterima apabila kapasitas dan tekanannya mencukupi serta tangki yang diletakkan pada ketinggian tertentu dan direncanakan dengan baik dapat diterima sebagai sistem penyediaan air.

Untuk bahaya kebakaran bangunan perkantoran, penyediaan air harus mampu mengalirkan air dengan kapasitas 225 liter/menit dan bertekanan 2,2 kg/cm2 ditambah tekanan air yang ekivalen dengan perbedaan tinggi antara katup kendali dengan springkler tertinggi. Pompa kebakaran harus ditempatkan sedemikian rupa, sehingga mudah dicapai didalam bangunan perkantoran atau ditempatkan di dalam bangunan tahan api diluar bangunan perkantoran. Pompa kebakaran tidak boleh digunakan untuk keperluan lain diluar keperluan kebakaran, untuk bahaya kebakaran bangunan perkantoran ukuran minimum pipa hisap adalah 65 mm. Pompa harus dijalankan oleh motor listrik atau motor diesel dan pompa joki dijalankan oleh motor listrik dimana kapasitas tangki bahan bakar untuk motor diesel untuk bahaya kebakaran bangunan perkantoran adalah 3 jam (mengacu pada SNI 03-3989-2000)

PERSYARATAN INSTALASI

Seluruh pemipaan sistem springkler harus dipasang sedemikian rupa sehingga dapat dikeringkan, sejauh memungkinkan seluruh pemipaan harus diatur untuk dapat dikeringkan melalui katup pengering yang berukuran sekurang-kurangnya 50 mm untuk hunian bangunan perkantoran dan semua katup yang disambungkan pada penyediaan air dan pipa penyediaan sistem springkler harus dari jenis katup penunjuk yang menunjukkan keadaan katup terbuka atau tertutup yang dibenarkan. Jarak maksimum antara gantungan tidak boleh lebih dari 3,5 mm untuk pipa berukuran 25 mm dan 32 mm, serta tidak lebih dari 4,5 mm untuk pipa berukuran 40 mm dan yang lebih besar (mengacu pada SNI 03-3989-2000), untuk pipa tegak harus ditahan dengan pengikat langsung pada pipa tegaknya atau dengan gantungan yang ditempatkan pada offset datar yang dekat pada pipa tegak, penahan pipa tegak harus disediakan pada setiap lantai dan pemasangan klem penahan pipa pada bagian bangunan harus kuat menahan pipa.

Perencanaan splinker sebagai berikut:

S = Perencanaanpenempatankepalasprinkler padapipacabang.

D = jarakantaraderetankepalasprinkler.

Nilai S danD :

1. Untukbahayakebakaranringan, maksimum4,6 m

2. Untukbahayakebakaransedang, maksimum4,0 ma

3. Untukbahayakebakaranberat, maksimum3,7 ma

Perencanaan sprinkler

1. Arah pancaran ke bawah, karena kepala sprinkler di letakkan pada atap ruangan.

2. Kepekaan terhadap suhu, warna cairan dalam tabung gelas berwarna Jingga pada suhu 53oC.

3. Sprinkler yang dipakai ukuran ½” dengan kapasitas(Q) = 80 liter/ menit.

4. Kepadatan pancaran = 2,25 mm/ menit.

5. Jarak maksimum antar titik sprinkler 4,6 meter.

6. Jarak maksimum sprinkler dari dinding tembok 1,7 meter.

7. Daerah yg dilindungi adalah semua ruangan kecuali kamar mandi, toilet dan tangga yang diperkirakan tidak mempunyai potensi terjadinya kebakaran.

8. Sprinkler overlap ¼ bagian

Contoh perhitungan sprinkler :

1. luas lantai yang direncanakan adalah 555 m2(luas total) –41 m2(luas toilet)= 514 m2

2. Satu buah sprinkler mampu mencakup area sebesar 4,6 m x 4,6 m

3. Direncanakan antara satu sprinkler dengan sprinkler yang lain terjadi overlapping sebesar ¼ area jangkauan, sehingga tidak ada titik yang tidak terkena pancaran air.

Maka area jangkauan sprinkler dapat dihitung sebagai berikut :

X = 4,6 m –(1/4 x 4,6 m)

= 4,6 m –1,15 m

= 3,45 m

Maka, L = 3,45 m x 3,45 m

= 11,9 m2

Jadi Jumlah Sprinkler yang dibutuhkan :

= 514 m2 /11,9 m2 

= 37,64 atau 38 buah Sprinkler

dan sebagai tambahan untuk Volume kebutuhanair sprinkler per gedung :

V = Q x T

Dimana, V = Volume kebutuhanair (m3)

Q = Kapasitasair (dm3/menit)

Q = Q tiapsprinkler x Jumlahsprinkler yang pecah

= 80 dm3/menitx 12 sprinkler (1 zonaaktif)

= 960 dm3/menit

T = Waktuoperasisistem= 30 menit

V(kebutuhanair) = Q x T x 2 gedung

= 960 dm3/menitx 30 menitx 2 gedung

= 57600 dm3

= 57,6 m3²

Published in Alat Pemadam Api

Andy Rifky

WA - 087831213599

HP- 081211930009

PT. Global Mitra Proteksindo
Komp. Taman Palem Mutiara
Cengkareng, Jakarta Barat

OFFICE. 02122302338

E- Mail -gmproteksi@gmail.com

 

 

Indonesia 79.9% Indonesia
United States 12.2% United States
Malaysia 4.0% Malaysia

Total:

14

Countries
000605
Today: 20
Yesterday: 25
This Week: 224
Last Week: 302
This Month: 90
Last Month: 581