Saturday, 04 February 2017 21:31

Fire Alarm Sistem Diagram

Written by
Rate this item
(1 Vote)
Fire Alram Sistem Diagram Fire Alram Sistem Diagram

Fire Alarm Sistem Diagram

Wiring Diagram Fire Alarm Addressable berperan sangat penting dalam berjalannya Guna sistem alarm. Pada dasarnya, sistem fire alarm merupakan sistem yang memiliki fungsi berganda, ialah sebagai pendeteksi serta sebagai penanda yang akan aktif secara otomatis saat terdapat indikasi ada nya pemicu kebakaran. Guna Dengan fungsi bertingkat yang dimiliki perangkat fire alarm system Dini, diharapkan upaya pengantisipasian bencana kebakaran seperti upaya pemadaman titik api pemicu dan Usah penyelamatan atau evakuasi penghuni gedung dapat dilakukan sejak dini dan jauh lebih cepat sebelum api kebakaran tersebut meluas dan menyebabkan kerusakan bangunan atau property dengan lebih parah cepat.

Dalam penginstalasi atau pelaksanaan innstruksi perangkat fire alarm system, di harap kan diperlukan beberapa pedoman kontraktor konstruksi bangunan yang harus dipahami oleh tenaga ahli. Salah satu guna tersebut juga berisi mengenai bagaimana cara danlangkah instruksi secara detail untuk melakukan instalasi kabel sebagai panel perangkat fire alarm system. Sesuai dengan Ukuran, instalasi kabel ini merupakan instruksi, integrasi yang harus memenuhi syarat standard NFPA dengan istilah standard Signaling Code. cara instalasi perkabelan atau wiring ini terdiri dari dua cara bergantung pada jenis panel perangkat fire alarm system yang Anda pilih, 1,apakah panel fire alarm system berjenis konvensional 2, atau panel fire alarm system berjenis addressable.

Wiring Diagram Fire Alarm Addressable

Bila Anda memilih perangkat fire alarm system dengan panel addressable, maka pedoman yang harus dipahami tersebut terangkum pada bab fire alarm addressable system wiring diagram. Wiring diagram di sini berisi mengenai gambar bagan atau diagram jaringan instalasi kabel dan berbagai macam penjelasan yang disajikan secara sistematis, kronologis, dan rinci. Pada fire alarm addressable system wiring diagram, 2,A. mengenai beberapa kelas dari instalasi wiring dijabarkan pada Chapter 12 mengenai Circuits and Pathway. Jalur perkabelan atau pathway ini hendaknya harus dirancang menjadi Kelas A, Kelas B, Kelas C, Kelas D, Kelas E, atau Kelas X di mana klasifikasi kelas-kelas ini bergantung atau harus disesuaikan berdasarkan klasifikasi performa sistem perlindungan bahaya kebakaran yang dibutuhkan oleh bangunan atau gedung Anda.

Kabel yang diizinkan oleh standard NFPA untuk digunakan atau diaplikasikan pada instalasi wiring adalah yang memiliki 72 several cycles atau yang disebut dengan CI (Circuit Integrity) Cable yang sejak tahun 2010 telah menjadi standard pada persyaratan National Electrical and Signaling Code. Kabel CI ini telah didesain sedemikian rupa dengan fungsi berkesinambungan yang tahan api dan anti leleh sehingga tidak akan mengacaukan performa perangkat fire alarm system saat bencana kebakaran terjadi. Demikian lah beberapa hal yang tercantum dalam pedoman instalasi wiring pada perangkat fire alarm system dengan panel jenis addressable berdasarkan standar NFPA dan persyaratan Signaling Code yang harus dipahami betul oleh tenaga ahli yang akan menjadi pelaksana kontraktor perangkat fire alarm system untuk bangunan Anda.

Pemasangan Fire Alarm Sistem Notifier dalam sebuah bangunan dibutuhkan ketelitian dan standarisasi yang baik. Hal ini penting karena dengan pemasangan yang sesuai dengan prosedur maka semua alat dapat berfungsi dengan sempurna. Terdapat aturan-aturan yang harus diikuti ketika memasang fire alarm mulai dari pengadaan, pemasangan dan pengujian panel kontrol. Selain itu, harus dilakuakan penggabungan perangkat management sistem berupa software dan hardware. Hal penting lainnya ialah pemasangan fire alarm juga harus dilakukan oleh teknisi yang sudah teruji dan berpengalaman.

Pemasangan Fire Alarm Standar SNI

Dalam pemasangan fire alarm Notifier di negara Indonesia tentu mengacu pada SNI tentang instalasi fire alarm No. SNI 03-3986-1995, yakni tentang instalasi alarm kebakaran automatik. Kemudian pelaksanaan 

dan pemilihan serta penempatan jenis detector didasarkan pada SNI 03-3985-2000, yakni tata cara perencanaan, pemasangan dan pengujian sistem deteksi dan alarm kebakaran untuk pencegahan bahaya kebakaran pada bangunan gedung. Standar Nasional Indonesia No. SNI 03-1735-2000 mengenai tata cara perencanaan akses bangunan dan akses lingkungan untuk pencegahan bahaya kebakaran ada bangunan, Standar Nasional Indonesia No. SNI 03-1736-2000  tentang tata cara perencanaan sistem proteksi pasif untuk pencegahan bahaya kebakaran pada bangunan gedung. Selain itu, dalam pemasangan fire alarm Notifier juga mengacu pada SKPT Menteri Pekerjaan Umum No. 10/SKPT/2005 tentang pencegahan dan penanggulangan bahaya kebakaran pada bangunan gedung.

Pemasangan Fire Alarm

Meski Indonesia memiliki acuan sendiri mengenai pemasangan fire alarm, namun semuanya tetap mengadopsi pada standarisaasi  NFPA (National Fire Protection Association). 72 memberikan ketentuan mengenai keselamatan terbaru untuk memenuhi deteksi kebakaran. Selain fokus utama mengenai sistem alarm kebakaran,  72 juga mencakup persyaratan untuk sistem pemberitahuan massa yang dapat digunakan untuk keadaan darurat cuaca. Selain itu, NFPA 72 juga membahas mengenai aplikasi, instalasi, lokasi, kinerja, inspeksi, pengujian, serta pemeliharaan sistem alarm kebakaran, mengawasi sistem stasiun alarm, darurat umum sistem pelaporan alarm, peralatan peringatan kebakaran dan sistem komunikasi darurat. Ketentuan tersebut disajikan dalam persyaratan preskriptif menggunakan metode desain berbasis kinerja dan persyaratan analisis risiko.

Selain sebagai Distributor resmi yang menjual produk-produk kami juga dapat melakukan Pemasangan Fire Alarm sesuai standart yang berlaku. 

Read 1421 times Last modified on Saturday, 28 April 2018 09:36
More in this category: « Fungsi Fire Alarm Harga Fire Alram »