Wednesday, 05 April 2017 23:57

Macam - Macam Alat Safety Jakarta Utara

Written by
Rate this item
(1 Vote)
Macam - Macam  Alat Safety Jakarta Utara Macam - Macam Alat Safety Jakarta Utara JualAlatSafety.Net

macam macam alat safety k3 dan fungsinya alat safety k3 adalah alat perlindungan diri keselamatan dan kesehatan perlindungan badan di saat bekerja dan kegunaan nya tergantung dari keadaan dan situasi yang ada didalam pekerj dan pabrik , proyek, rumah sakit, ataup[un hutan Alat Safety Perlindungan diri Untuk Keselamatan di darat di Laut merupakan Alat safety pengaman untuk perlengkapan pengaman di ssat melakukan tugas pekerja macam macam alat keselamatan kerja dan fungsinya alat keselamatan dan kesehatan sangat baik jika di sediakan dan di persiapkan oleh perusahaan untuk melindungi para pekerja karyawan macam - macam alat keselamatan perlindungan diri k3 

Contoh Alat keselamatan Kerja dan fungsinya Alat keselamatan kerja adalah alat yang wajib digunakan oleh setiap pekerja lapangan dengan kondisi medan kerja yang ekstrim sebagai bagian dari namun tak banyak dari perusahaan atau karyawan yang memperhtikan hal ini. kecelakaan kerja dapat terjadi kapan saja dan dimana saja. membekali diri dengan alat keselamatan kerja akan melindungi diri dari berbagai ancaman berbahaya yang setiap saat terjadi.

 

Di indonesia sendiri masih amat minim kepedulian tentang keselamatan kerja, baik itu perusahaan yang menaungi pekerja maupun pekerjanya sendiri. hal ini yang membuat para pekerja menjadi tidak nyaman dan aman dalam bekerja. Industri-industri di indonesia cukup banyak namun untuk hal keselamlatan kerja masih minim. Banyak situasi kerja yang membuat para pekerja menjadi tidak aman dan sangat rawan terhadap kecelakaan kerja, khususnya dalam kondisi medan kerja yang ekstrim.

 

data yang diperoleh dari badan keselamtan kerja, masih banyak perusahaan-perusahaan besar di industri yang belum dapat menjalankan keselamatan kerja untuk para pekerjanya, hal seperti ini yang akan mengancam keamanan dan keselamatan kerja para pegawai.

 

Alat keselamtan kerja wajib digunakan untuk melindungi diri dari bahaya-bahaya yang mengancam para pegawai. maka dari itu hendaknya perusahaan maupun para pekerjanya itu sendiri lebih memperhatikan keselamatan kerja.untuk pekerja sangat dianjurkan, bahkan badan keselamatan kerja dunia mewajibkan para pegawai menggunakan sepatu safety untuk melindungi diri dari bahaya saat bekerja. standar penggunaan alat keselamatan kerja pun sudah di atur dalam sebagai pedoman keselamatan kerja.

Beberapa metode yang dapat di lakukan dalam mengurangi tingkat kecelakaan kerja antara lain :

Enginering Control yaitu dengan menambahkan beberapa peralatan dan mesin yang dapat mengurangi bahaya dari sumbernya. Seperti penggunaan system ventilasi dan exhaust untuk mengurangi bahaya dari debu atau gas.

Administrative Control yaitu dengan membuat berbagai prosedur kerja termasuk kebijakan manajemen dalam implementasi K3. Hal ini bertujuan agar pekerja bekerja sesuai dengan instruksi yang sudah ditetapkan sehingga kecelakaan atau kesalahan kerja dapat dihindari. Termasuk didalam adminstarsi control yaitu dengan menyediakan alat pelindung diri (APD) atau personel pertective equipment (PPE) bagi setiap pekerja yang terpajan dengan bahaya di tempat kerja.

Metode lain yang dapat digunakan untuk pengendalian bahaya adalah Inherently Safer Alternative Method, dimana metoda ini memiliki empat strategi pengendalian bahaya, yaitu:

Minimize : meminimalkan tingkat bahaya dari sumbernya dengan cara mengurangi jumlah pemakaian atau volume penyimpanan dan proses.

Substitue : mengganti bahan yang berbahaya dengan yang kurang berbahaya. Contohnya hádala menggunakan metoda water base sebagai pengganti solven base. Water base lebih aman dan ramah lingkungan dibandingkan solven base.

Moderate : menurunkan konsentrasi bahan kimia yang digunakan. Contohnya adalah menggunakan bahan kimia dengan konsentrasi yang lebih rendah sehingga tingkat bahaya pajanannya menjadi lebih rendah.

Simplify : membuat prosesnya menjadi lebih sederhana sehingga lebih mudah di control.

 

 

Pengendalian-pengendalian bahaya di atas dapat di lakukan secara bersamaan, karena pada dasarnya tidak ada satu metodepun yang betul-betul bisa menurunkan bahaya dan resiko sampai pada posisi nol, Artinya adalah para pekerja masih besar kemungkinanya terpajan terhadap bahaya ditempat kerja. Untuk itu hal terpenting sebagai pertahanan dan perlindungan terakhir bagi pekerja adalah dengan menggunakan alat pelindung diri (APD).

 

Berdasarkan Undang-Undang RI No. 1 tahun 1970 bahwa pengurus atau pimpinan tempat kerja berkewajiban menyediakan alat pelindung diri (APD/PPE) untuk para pekerja dan para pekerja berkewajiban memakai APD/PPE dengan tepat dan benar.

 

Tujuan dari penerapan Undang- Undang ini adalah untuk melindungi kesehatan pekerja tersebut dari risiko bahaya di tempat kerja. Jenis APD/PPE yang diperlukan dalam berbagai aktifitas kerja di industri sangat tergantung pada aktifitas yang dilakukan dan jenis bahaya yang terpapar.

 

Namun Kesadaran para pekerja akan penggunaan alat pelindung diri (APD) dalam bekerja ternyata masih sangat rendah. Berdasarkan temuan dari survei  yang lakukan sejak tahun 2004 sampai saat ini  banyak sekali ditemukan kesalahan dan kekurangan dalam menggunakan APD di berbagai perusahaan baik lokal maupun yang berskala international.

 

 Ada dua faktor utama yang melatar belakangi masalah ini yaitu rendahnya tanggungjawab management terhadap keselamatan dan kesehatan pekerja dan rendahnya tingkat kesadaran para pekerja dalam menggunakan APD.

Manajemen sebagai wakil dari pemegang saham atau pemilik perusahaan sepenuhnya bertanggungjawab penuh terhadap keselamatan dan kesehatan pekerja di tempat kerja dengan menyediakan tempat kerja yang aman dan alat pelindung diri yang memadai.

 

Namun pada kenyataannya manajemen perusahaan masih menempatkan keselamatan dan kesehatan pekerja diurutan bawah dari skala prioritas dari suatu program perusahaan terutama kalau sudah berhubungan dengan anggaran keuangan.

 

Sebagai dampak dari hal tersebut para pekerja hanya diberikan Alat Pelindung Diri (APD) seadanya tanpa mempertimbangkan tingkat bahaya di tempat kerja yang dihadapi setiap hari, tidak mendapatkan pelatihan yang mencukupi mengenai keselamatan dan kesehatan kerja di tempat kerja dan bahkan ada perusahaan yang secara sengaja membodohi para pekerja dengan mengatakan pekerjaan yang mereka lakukan tidak berdampak terhadap kesehatan pekerja atau tidak berbahaya.

 

Ada beberapa alasan klasik yang selalu dikemukakan oleh pihak manajemen tehadap para pekerja dalam penyediaan Alat Pelindung Diri (APD) yaitu:

Anggarannya terlalu besar, keuangan perusahaan tidak mampu mendanainya.

Alat Pelindung Diri (APD) yang tersedia sudah mencukupi karena banyak perusahaan lain juga menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) yang sama, Meskipun sebenarnya Alat Pelindung Diri (APD) tersebut tidak memenuhi standar keselamatan kerja.

Tingkat paparan masih dibawah nilai ambang batas (NAB).

Tidak di rekomendasikan oleh induk perusahaan.

Kondisi seperti ini sudah berlangsung bertahun-tahun dan tidak ada masalah. bersambung ...

Read 884 times Last modified on Sunday, 14 May 2017 09:12

Andy Rifky 

View Anwar Arifin's profile on LinkedIn

 WA. 087885235999

HP. 081211930009

PT. Global Mitra Proteksindo
Komp. Taman Palem Mutiara
Cengkareng, Jakarta Barat

OFFICE. 02122302338

E- Mail - This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

 

 

Cari Artikel

Andy Rifky 

View Anwar Arifin's profile on LinkedIn

 WA. 087885235999

HP. 081211930009

PT. Global Mitra Proteksindo
Komp. Taman Palem Mutiara
Cengkareng, Jakarta Barat

OFFICE. 02122302338

E- Mail - gmproteksi@gmail.com