Thursday, 06 April 2017 00:15

Komponen Pilar Hydrant Sistem

komponen pilar hydrant

 Apabila Anda memutuskan untuk memilih perangkat fire hydrant system sebagai salah satu dari rangkaian perangkat sistem proteksi bencana kebakaran yang akan Anda instalasi pada bangunan dan tempat bisnis Anda, maka langkah Anda sangatlah tepat. Tak asing lagi, perangkat fire hydrant system ini adalah sebuah sistem proteksi bencana kebakaran yang memiliki fungsi penting sebagai pemadam api kebaran yang mampu digunakan untuk menghadapi kobaran api kebakaran yang sudah tak terkendalikan sekalipun.

Spesifikasi Pillar Hydrant

Cara kerja hidrant Dibangun dengan terdirikan atas beberapa bagian bagian komponen hidrant, komponen terpisah yang membentuk satu kesatuan fungsi yang saling berkaitan, seperti komponen fire hydrant box, tangki atau bak persediaan supply air, fire hydrant pillar, jaringan perpipaan air, fire pumps, serta dibantu komponen-komponen pelengkap maupun aksesoris perangkat seperti fire hose, hose rack, hydrant valve, fire nozzle, pressure switch, pressure gauge, dan lain sebagainya, perangkat fire hydrant system ini mampu dijadikan sebagai senjata pelawan api kebakaran dalam keadaan darurat di saat alat-alat pemadam api jenis portable tak lagi mampu mengatasi nyala api kebakaran yang tak terkendali mengingat tabung portable hanya mampu menampung muatan media pemadam dalam kapasitas yang terbatas.

Tak hanya itu, dengan adanya komponen fire pillar hydrant, maka rangkaian perangkat fire hydrant system pun dapat dimanfaatkan oleh petugas pemadam kebakaran untuk mendapatkan supply air tambahan apabila sewaktu-waktu supply air dalam tangki yang ada pada mobil kebakaran telah habis sementara nyala api masih belum padam dan menunggu kedatangan bantuan mobil pemadam tambahan berisiko mengulur waktu serta memberi peluang bertambahnya kembali titik-titik api kebakaran. Oleh karena itu, kehadiran fire hydrant system ini sangat berguna dalam kondisi tersebut karena hanya dengan menyambungkan selang pemadam kebakaran dengan output hydrant valve yang ada pada komponen fire pillar hydrant, maka petugas bisa memperoleh tambahan supply air untuk melanjutkan upaya pemadaman api kebakaran.

Tak dapat dipungkiri, komponen fire pillar hydrant adalah salah satu komponen terpenting yang tak dipilih dari produk yang kurang berkualitas. Oleh karena hal inilah, sebelum Anda memutuskan untuk memilih merk tertentu dari produk pillar hydrant, hendaknya Anda mencermati keterangan dan penjelasan mengenai pillar hydrant specifications yang memuat keterangan spesifik dari produk, baik berupa keterangan kemampuan performa kapasitas, tekanan (bursting pressure maupun working pressure), warna, material, model, jumlah output valve way, berat, dan lain sebagainya.

Cara Memilih Pillar Hydrant

Pada umumnya, setiap merk produsen perangkat fire hydrant pillar akan memiliki kemiripan spesifikasi dengan merk produsen lainnya. Oleh karena itu, telitilah dalam menganalisa agar Anda benar-benar mendapatkan produk fire pillar hydrant yang lebih unggul dalam kualitasnya, mengingat performa akhir dari keseluruhan rangkaian perangkat fire hydrant system bergantung pada komponen pillar hydrant yang menjadi komponen output atau keluaran dari supply air yang berperan sebagai media pemadam api kebakaran.

Apabila komponen pillar hydrant tidak kokoh dan kualitasnya buruk, dikhawatirkan supply air yang dipompa oleh fire pumps dalam tekanan tinggi tersebut tak mampu ditahan oleh pillar hydrant yang berkualitas buruk. Hal ini tentunya akan sangat berisiko menyebabkan kekacauan dan kecelakaan bagi pengguna perangkat. Tak hanya itu, memperhitungkan aspek penempatan komponen fire pillar hydrant yang berada di halaman atau tempat terbuka, maka seharusnya material dan cat yang melindungi komponen tersebut haruslah dengan kualitas terbaik demi menjaga daya guna komponen dari perubahan suhu, cuaca, dan terik matahari yang berubah-ubah.

Untuk mendapatkan rekomendasi peralatan hidrant merk-merk produsen komponen fire pillar hydrant dengan kualitas terbaik beserta penjelasan nama hidran pillar hydrant specifications yang lebih rinci per merknya, segera hubungi tim penjualan PT Patigeni Mitra Sejati melalui contact-contact yang disediakan dalam menu

Sistem proteksi kebakaran yang berbasis  air sebagai media pemadaman. Sistem proteksi kebakaran Fire Hydrant digunakan saat proteksi kebakaran portable sudah tidak mampu menghadapi kebakaran yang semakin meluas. Sistem proteksi kebakaran ini di bangun berdasarkan regulasi wilayah setempat.

Fire Hydrant Box Indoor Guardall Type A1 dan A2

Hidrant box perlengkapan hidrant Ukuran 66 X 52 X 15 cm (A1) Ukuran 100 X 80 x 18 cm (A2) Dapat dilengkapi dengan : Fire Hose type PU atau Red Rubber coupling machino ukuran 1,5" X 20 m 1 unit Jet Nozle ukuran 1,5" coupling machino 1 unit Fire Hydrant valve ukuran 1,5" coupling machino 1 unit

pesifikasi Fire Hydrant Pillar Guardall spesifikasi hidrant pilar 

Type Coupling : Machino, Van der heyde (VDH)

Bursting Pressure: 30kg/Cm2

Working Pressure: 10kg/Cm2

Finishing: Red

Fire Hydrant Pillar Guardall Two Way

hidrant pilar two way Type: H-14AP, With Main Valve, Without Ball Valve, Model: Machino & VDH, Ukuran : 4" x 2,5"x 2,5", 2 Output keluaran Air

Fire Hydrant Pillar Guardall One Way

Type: H-13AP, With Main Valve, Without Ball Valve, Model: Machino & VDH, Ukuran : 3 " x 2, 5 ", 1 Output keluaran Air

Spesifikasi Fire Hose Ozeki

Test Pressure: -10 bar ( 15 bar 220 psi) dan -13 bar ( 20 bar 300 psi)

Ketahanan Panas Maksimal: + 70 Dec Celsius

Ketahanan Suhu minimal: - 40 Dec Celsius

Panjang Maksimal: 100ft ( 30 mtr) / roll

Fire Hose Ozeki Ukuran 1,5"

Size 1,5", working pressure 10kg/cm2, Bursting Pressure 30kg/cm2, weight 6,2kg, coiling dia 39,5, ukuran 30m

Fire Hose Hooseki Ukuran 2,5"

Size 2,5", working pressure 10kg/cm2, Bursting Pressure 30kg/cm2, weight 12,2kg, coiling dia 43, ukuran 30m

Fungsi Fire Hose Ozeki

Fire Hose Ozeki merupakan selang hydrant berkualitas tinggi yang memiliki beberapa pilihan berdasarkan ukuran. untuk indoor, ukuran yang ditawarkan Fire Hose Ozeki adalah 1,5 inchi x 20 meter, dan 1,5 inchi x 30 meter. dan untuk outdoor berukuran 2,5 inchi x 30 meter. panjangnya selang bisa disambung menggunakan coupling machino dengan mudah untuk mendapatkan jangkauan yang lebih jauh.

Spesifikasi Fire Hydrant Nozzle Ozeki

Material Nozzle : Copper Alloy

Type : Machino Coupling

Finishing : Anodize

Size Available : 1,5" 2" 2,5"

Fire Hydrant Nozzle Ozeki Ukuran 1,5"

Machino Coupling, Type: jet, variable, Berat: 0.364 kgs, Panjang : 457 mm

ire Hydrant Nozzle Ozeki Ukuran 2"

Machino Coupling, Type jet nozzle, Berat: 0.647 kgs, Panjang : 590 mm

Fire Hydrant Nozzle Ozeki Ukuran 2,5"

Machino Coupling, Type jet / variable nozzle, Berat: 1.065 kgs, Panjang : 730 mm

Fungsi Fire Hydrant Nozzle Ozeki

Fire Hydrant Nozzle Ozeki merupakan salah satu merk nozzle pemadan yang banyak digunakan di Indonesia. Nozzle Ozeki terbukti memiliki kualitas yang handal untuk perlengkapan instalasi fire hydrant. dengan berbagai ukuran yang disediakan, pengguna bisa memilih sesuai dengan kebutuhan. jenisnya pun beragam, dari jet nozzle yang pancaran airnya mengarah lurus kedepan. dan variable nozzle yang bisa berpendar seperti kabut. material yang digunakan Alumunium A6061 membuat nozzle ini lebih kuat dan tahan lama terhadap perubahan suhu. Fire Hydrant Nozzle Ozeki menggunakan copuling machino untuk mempermudah melepas ataupun memasang ke jaringan instalasi fire hydrant melalui fire hose.

Gate Valve Standar UL FM Series 06-21 dari AVKVALVES menunjang setiap instalasi berstandar tinggi

Gate valve merupakan jenis keran / katup yang memiliki cara kerja untuk menutup dan membuka aliran seperti gate (pintu) yang terangkat keatas saat dibuka. Gate Valve Standar UL FM adalah salah satu jenis valve yang sangat sering digunakan dalam sistem perpipaan karena prinsip kerja dan penggunaannya yang mudah. serta banyak ditemukan di toko-toko umum yang menjual peralatan pemipaan.

yang perlu diperhatikan adalah Gate valve tidak dapat untuk mengatur deras kecilnya aliran air / fluida dengan  membuka sedikit / setengah pintunya, Diwajibkan posisi gate pada valve harus semuanya terbuka (fully open) atau semuanya tertutup (fully close). Jika posisi gate valve terbuka sedikit maka akan terjadi turbulensi pada aliran pipanya yang akan mengakibatkan :

1.Terjadi Pengikisan sudut Gate

laju aliran air turbulensi dapat mengikis sudut-sudut gate valve yang pada akhirnya menyebabkan erosi (pengikisan benda padat) dan pada akhirnya Gate valve tidak dapat bekerja secara sempurna.

2. Perubahan Posisi Dudukan

Gerbang penutup akan terdorong oleh air dan terjadi pengayunan yang berpengaruh terhadap posisi dudukan (seat), sehingga lama kelamaan jika hal ini terus berulang posisi nya akan berubah sehingga apabila valve menutup maka gerbang penutupnya tidak akan berada pada posisi yang tepat, hal ini bisa menyebabkan passing yang berakibat kebocoran.

Gate Valve Standar UL FM Series 06-21 untuk perlindungan terbaik aset Anda

AVK Gate Valve standar UL FM memiliki performa tinggi untuk segala aplikasi. Semua tempat dengan aset yang berharga atau bahan yang mudah terbakar memerlukan perlindungan efisien dalam kasus skenario terburuk: Sebuah kebakaran. Oleh karena itu, apartemen, pusat perbelanjaan, kantor, hotel, terminal bandara dan sejenisnya telah dilengkapi dengan sistem proteksi kebakaran sepeti hydrant dan  sprinkler yang efisien memadamkan api sebelum menjadi di luar kendali. Sangat penting bahwa peralatan yang digunakan dapat berfungsi secara sempurna bila diperlukan bahkan setelah jangka waktu yang panjang tanpa macet; walaupun pada prinsipnya, investasi sistem kebakaran tersebut tidak kita harapkan untuk digunakan.

AVK menawarkan produk yang telah teruji dan disetujui untuk sistem proteksi kebakaran dan sprinkler.

Thursday, 06 April 2017 00:01

Alat -Alat Hidrant Halaman

Fire hidran adalah alat pemdamam kebakaran yang bersumberkan dari air bawah tanah yang di buat secara otomatis dengan siste yang otomatis oleh para ahli yang berpengalaman 

enyediaan jaringan pipa hydrant merupakan komponen utama lainnya yang diperlukan sebagai tempat penyaluran air dalam proses pendistribusian oleh pompa utama. Jaringan Pipa Hydrant menyalurkan air ke seluruh lokasi hyrant pillar atau hose reel maupun hydrant valve sampai dapat memadamkan api.Pipa Fire Hydrant

Fungsi Pipa Fire Hydrant adalah untuk menyalurkan atau mendistribusikan air ke titik-titik pengeluaran pada jaringan proteksi kebakaran.

Jangan pipa pada Fire Hydrant dapat dibedakan menjadi 5 jenis, yaitu:

Suction (Pipa Hisap);

Pipa Penyalur;

Pipa Header;

Pipa Tegak (Riser);

Pipa Cabang;

Suction Hydrant System

Suction (Pipa Hisap)

Suction (Pipa Hisap) adalah hydrant yang dilengkapi slang berdiameter 2.5". Penggunaannya diperuntukan bagi petugas kebakaran atau orang yang terlatih.

Pipa Penyalur

Pipa Penyalur adalah pipa yang terbentang dari pipa header sampai pipa tegak atau ke hydrant halaman. Diameter pipa bervariasi antara 4", 6", 8" sesuai dengan besar kecilmya sistem hydran yang dipasang.

Pipa Header

Pipa header dapat dikatakan sebagai pipa antara/penghubung utama, yang ukuran diameternya biasanya lebih besar dibandingkan pipa-pipa lainnya.

Pipa header sebagai tempat bertemunya pipa pengeluaran (discharge) dari pompa jockey, pompa utama, maupun pompa cadangan, sebelum masuk ke pipa penyalur.

Selain itu pipa header biasanya dihubungkan juga ke tangki bertekanan (pressure tank), tangki pemancing (priming tank), sirkulasi/by passke reservoir utama (safety valve), pressure switch, dan ke manometer untuk mengukur tekanan kerja pompa

Pipa Tegak (Riser)

Pipa tegak adalah pipa yang dipasang vertikal dari lantai terbawah ke lantai teratas dari bangunan yang dihubungkan dari pipa penyalur.

Pipa Cabang

Pipa cabang  adalah pipa yang dihubungkan dari pipa tegak sampai ke titik pengeluaran (outlet) hydrant pada lantai-lantai bangunan.

3. Hydrant Pillar

Hydrant Pillar berfungsi untuk menyalurkan output air dari jaringan pipa sehingga dapat disambungkan dengan selang pemadam atau fire hose.

Hidrant pilar adalah alat pemadam kebakaran yang terhubung dengan sumber air bertekanan. Alat ini bermanfaat untuk pemadaman api tanpa membuat penggunanya khawatir terhadap kekurangan pasokan air. Hadir dengan dua varian, yakni cabang satu dan cabang dua, hydrant pillar diperuntukkan untuk pemakaian outdoor. Perbedaan cabang satu dan cabang dua terletak pada berapa sumber air yang dapat dialirkan saat penggunaan.

Di atas permukaan tanah, hydrant pillar adalah sebuah pilar berwarna merah yang dapat dihubungkan dengan selang pemadam kebakaran saat dibutuhkan. Di bawah permukaan tanah, alat ini memiliki sistem instalasi yang terintegrasi dengan komponen-komponen pendukung lainnya seperti pipa utama pengalir air, pipa bertekanan serta support block untuk alas dan penyangga.

Artinya, pemasangan hydrant pillar membutuhkan perhitungan yang matang dan bukan sekedar persoalan meletakkan alat. Ada tiga hal yang perlu diperhatikan. Pertama, marking lokasi di mana akan diletakkan hydrant pillar dalam arti jauh dekatnya alat ini dengan bangunan yang dilindungi. Kedua, keberadaan pipa pengalir air di sekitar lokasi. Ketiga, bagaimana jalur pipa akan memiliki akses langsung dengan hydrant pillar sehingga akhirnya dapat mengalirkan air.

 

Bahan dasar besi lapis chrome menjadikan hydrant pillar sebagai alat pemadam kebakaran yang antikarat. Setiap hydrant pillar dilengkapi juga dengan sistem drainase yang terbuat juga dari bahan antikarat. Dengan begitu, meskipun diletakkan di luar, kualitas hydrant pillar akan tetap terjaga meskipun mengalami perubahan cuaca dan suhu yang ekstrem dan selalu siap digunakan sebagai alat pemadam api jika sewaktu-waktu terjadi kebakaran.

Hydrant pilar atau sering disebut dengan hydrant halaman atau hydrant kota adalah suatu sistem pencegah kebakaran yang membutuhkan pasokan air dan dipasang di luar bangunan. Hydrant ini biasanya digunakan oleh mobil pemadam kebakaran (PMK) untuk mengambil air jika kekurangan dalam tangki mobil. Hydrant ini di letakkan disepanjang akses mobil PMK. Karakteristik dan kesesuaian lahan untuk loaksi hydrant adalah sebagai berikut

4. Fire Hose 

Fire Hose atau Selang Pemadam adalah peralatan utama yang berfungsi sebagai pengarah output air sehingga dapat langsung disemburkan pada titik api yang dituju.

Fire Nozzle merupakan sebuah terminal air bantuan darurat ketika terjadi kebakaran. Hydrant juga berfungsi untuk mempermudah proses penanggulangan ketika bencana kebakaran melanda. Pada saat terjadinya peristiwa kebakaran Fire hydrant  harus  mudah  terlihat  dan  segera dapat dipergunakan.Fire Fire Nozzle merupakan sebuah terminal air bantuan darurat ketika terjadi kebakaran. Hydrant juga berfungsi untuk mempermudah proses penanggulangan ketika bencana kebakaran melanda. Pada saat terjadinya peristiwa kebakaran Fire hydrant  harus  mudah  terlihat  dan  segera dapat dipergunakan. Fire Nozzle merupakan sebuah terminal air bantuan darurat ketika terjadi kebakaran. Hydrant juga berfungsi untuk mempermudah proses penanggulangan ketika bencana kebakaran melanda. Pada saat terjadinya peristiwa kebakaran Fire hydrant  harus  mudah  terlihat  dan  segera dapat dipergunakan. National  Fire

5. Hydrant Box

Hydrant Box digunakan untuk menyimpan peralatan seperti fire hose, hose rack, hose reel dan nozzle selain sebagai tempat hydrant valve untuk disambungkan dengan selang pemadam / fire hose bila terjadi kebakaran. 

Box Hydrant Dan Perlengkapannya

Fire Nozzle merupakan sebuah terminal air bantuan darurat ketika terjadi kebakaran. Hydrant juga berfungsi untuk mempermudah proses penanggulangan ketika bencana kebakaran melanda. Pada saat terjadinya peristiwa kebakaran Fire hydrant  harus  mudah  terlihat  dan  segera dapat dipergunakan.  National    Fire

Box hydrant dan perlengkapannya merupakan sebuah box yang di cat menggunakan warna merah, pada sisi bagian depan bertuliskan HYDRANT. Box hydrant dan perlengkapannya berfungsi untuk menyimpan selang kebakaran dan nozzle sehingga perlengkapan yang tersimpan di dalam hydrant box dapat lebih tahan lama.  Hal ini juga untuk mempermudah fireman ( petugas kebakaran ) dalam melakukan pemadaman sebuah kebakaran saat kebakaran terjadi. Box hydrant dan perlengkapannya biasanya di tempatkan bersebelahan dengan hydrant pillar. Box Hydrant Dan Perlengkapannya

Ada kalanya hydrant box dan perlengkapannya ditambahkan hose rack yang berfungsi untuk menempatkan selang agar selang dapat tersusun dengan rapi, manfaat lain dari hose rack untuk mempermudah petugas kebakaran saat akan menggunakan, karena dengan menggunakan hose rack fireman ( petugas kebakaran ) tidak perlu menggelar selang dengan cara melempar tetapi cukup dengan menarik bagian ujung selang menuju ke sumber kebakaran, hal ini akan mempermudah petugas kebakaran dalam melaksanakan pekerjaannya dan mempercepat proses kerja.

Hydrant box memiliki 2 macam type

Hydrant Box Outdoor : hydrant box ini dipasang diluar ruangan bersebelahan dengan hydrant pillar

Hydrant Box Indoor : hydrant box indoor dipasang di dalam gedung, sebagai pengganti hydrant pillar maka didalam hydrant box indoor di pasang hydrant valve yang berfungsi sebagai outlet jaringan hydrant. hydrant valve yang terpasang di dalam hydrant box indoor sudah di lengkapi dengan coupling sehingga selang dapat terhubung dengan valve hydrant. Penempatan hydrant box indoor terpasang menempel pada dinding, untuk perlengkapannya sama dengan hydrant box outdoor. Biasanya ukuran selang dan nozzle untuk hydrant box indoor lebih kecil dibanding dengan hydrant box outdoor. Ukurang selang Box indoor menggunakan selang berdiameter 1,5″ sedang penggunaan selang pada hydrant box outdoor menggunakan selang berukuran 2,5″.

Untuk melakukan perawatan Box Hydrant Dan Perlengkapannya baik hydrant box outdoor maupun hydrant box indoor, hindari genangan air yang biasanya terjadi sehabis menggunaan selang kebakaran, upayakan melakukan pengeringan selang sebelum menempatkan selang kebakaran didalam box hydrant, hal ini dilakukan agar box tidak mudah korosif yang akan memperpendek usia box hydrant. Ini adalah sebuah cara agar hydrant box dan perlengkapannya dapat bertahan lebih lama.

Hydrant Box

Hydrant Box atau Hydrant gedung adalah suatu sistem pencegah kebakaran yang menggunakan pasokan air dan dipasang di dalam bangunan atau gedung dan untuk menentukan jumlah dan titik hydrant gedung menggunakan acuan Standart National Indonesia (SNI).

Topografi juga berpengaruh penting terhadap kelancaran tekanan air pada hydrant. Semakin tinggi lokasi yang akan digunakan semakin kecil tekanan airnya.

Penggunaan Lahan

 

Penggunaan lahan digunakan untuk melihat daya dukung lahan yaitu untuk mengetahui sejauh mana kemampuan sumber daya lahan untuk suatu penggunaan tertentu. Lahan yang dimaksud adalah lahan kering yang berada  di wilayah pemukiman atau yang sudah padat penduduk.

Thursday, 02 March 2017 23:11

Jual Alat Hidrant

Hydrant adalah sebuah alat perlindungan api aktif yang disediakan di sebagian wilayah perkotaan, pinggiran kota, dan perdesaan yang memiliki ketersediaan (pasokan) air yang cukup yang memungkinkan petugas pemadam kebakaran untuk menggunakan pasokan air tersebut untuk membantu memadamkan kebakaran.

Hydrant merupakan koneksi  yang berupa alat yang terdapat di atas tanah yang menyediakan akses pasokan air untuk tujuan pemadaman kebakaran. Air yang digunakan untuk hydrant ini dapat bertekanan, seperti dalam kasus dimana hdran tersambung dengan pompa dalam menghasilkan tekanan, atau unpressurized (tidak bertekanan) dimana hydrant tersambung secara langsung ke sumber air seperti kolam atau tangki air dengan menggunakan pompa tersendiri.

Tiap hydrant memiliki satu atau lebih penghubung (connector) selang kebakaran. Jika suplai air bertekanan, maka hydrant juga dilengkapi dengan satu atau lebih katup untuk mengatur aliran air. Dalam rangka menyediakan air yang cukup untuk pemadaman kebakaran, hydrant dianjurkan untuk dapat memberikan debit air minimum 250 galon per menit (945 liter per menit).

Kebutuhan akan hydrant yang semakin tinggi diiringi dengan munculnya sistem air bawah tanah. Sebelumnya,air diperoleh dari sumur terdekat atau kolam yang mudah di akses. Hal ini mempersulit dalam proses pemadaman kebakaran karena akses terhadap suplai air yang kemungkinan sulit didapat di sekitar lokasi kebakaran.

Fire hydrant system adalah sistem pemadam kebakaran yang terdiri dari beberapa subsistem seperti sumber air, pompa, perpipaan dan komponen hydrant. Kebakaran merupakan suatu kejadian yang tak terduga dan tak diharapkan karena dapat mengakibatkan kerusakan. Waktu yang dibutuhkan api untuk merusak pun terbilang singkat oleh sebab itu, perlu adanya sistem jaringan pemadam kebakaran agar terorganisir dengan baik dan mempercepat proses pemadaman. Fire Hydrant System merupakan solusi terbaik untuk menanggulangi kebakaran yang terjadi. Pada artikel ini, akan dibahas lebih rinci mengenai sistem jaringan pemadam kebakaran.

Fire hydrant system sendiri dapat diklasifikasikan menjadi tiga tipe yaitu sistem hidran gedung, sistem hidran halaman dan sistem hidran kota. Sistem hidran gedung merupakan sistem pemdaman yang dipasang pada gedung-gedung oleh pemilik gedung. Sistem ini terdiri dari tiga kelas yaitu, kelas I dengan selang kebakaran berdiameter 2,5” untuk pemadam yang terlatih. Kelas II yaitu selang kebakaran yang digunakan berdiameter 1,5” untuk digunakan oleh penghuni gedung yang belum terlatih dan kelas III yang  merupakan gabungan antara kelas I dan II. Sistem hidran lapangan merupakan sistem pemadam kebakaran yang dipasang di luar gedung atau di halaman, umumnya terdapat hydrant pillar. Sistem hidran ketiga adalah tipe kota yang secara khusus dipasang oleh pemerintah kota dan disuplai dari PDAM. Fire hydrant system terdiri dari pompa hidran yang berfungsi mengalirkan air dari tanki penampungan menuju nozzle. Pompa hidran umumnya diletakkan dalam ruangan khusus yang disebutt dengan rumah pompa. Tanki penampungan pada sistem ini terbagi menjadi tiga jenis yaitu tanki bawah tanah, tanki bertekanan dan tanki gravitasi yang bekerja berazaskan gaya gravitasi, tanki berfungsi sebagai tempat penyimpanan air untuk kemudian disuplai oleh pompa hidran dan didistribusikan melalui jaringan pipa hidran menuju titik hydrant pillar. Instalasi tanki penyimpanan air sementara bawah tanah (ground tank) pada sistem fire hydrantdirancang dengan fungsi utama untuk mensuplai kebutuhan fire hydrant saat terjadi kebakaran. Air ini tidak boleh digunakan untuk kebutuhan lain selain memadamkan api. Umumnya, ground tank telah dirancang sesuai kebutuhan untuk memadamkan api sementara sebelum mobil pemadam kebakaran datang. Kapasitas tanki harus sesuai dengan daya pompa, artinya air pada tanki harus cukup memenuhi kebutuhan hingga bantuan dari dinas kebakaran datang.

Pompa pada dasarnya bekerja karena adanya listrik sebagai penggerak namun pada saat terjadi kebakaran umumnya PLN akan memadamkan jaringan listrik dengan alasan agar kebakaran tidak menyebar. Seperti yang telah diketahui bahwa listrik merupakan salah satu penyebab terjadinya kebakaran. Lantas, bagaimana menginstalasi pompa hidran agar pompa dapat mengalirkan air saat pemadaman listrik?

Jenis Pompa Kebakaran Fire Hydrant System

Alhat Hidaran , Ada Beberapa Alat Utama Fire Hidrant Sistem Yang Berfungsi Sebagai Komponent Yang Terinergasi Satu Sama Sama Lain Dalam Satu Rangkaiyan Sistem Hidaran Diantaranya Ada. 10 ALat  Hidran Yang Paling Penting Dan Yang Paling Di Butuh Kan Di Antara Alat- Alat Hidran Lain nya .Di Antara  ADALAH .....

1. Jockey pump               5. Hidrant Box, 

2. Electrical pump            6. Hidrant Falve,

3. Hydrant Pilar               7. Fire  Hidrant Splingker

4. Fire Hose                    8. Noozle Hosse Raak Water Monitor, dll1.Jockey Pump

 

1. Jockey pump, pompa ini merupakan pompa paling umum digunakan untuk pemadam kebakaran karena pompa ini mendistribusikan air hidran saat posisi standby oleh sebab itu, air selalu berada pada jaringan

Jockey fire pump 

Brand                   :TERAL

Model                   :Asvm 2533-530

tipe                      :Vertical Multtistage Pump

Seal                     :Mechanical Seal

Cap                     :15 GPM at 130 Meter

Power                  :3,0 kwn, 3ph, 380v, 50hz, 3000 RPM

Driver                  :Factory Choice

Controler              :complito NFPA 20 standard

 

Pompa ini berfungsi menstabilkan tekanan air sehingga dapat melancarkan proses pemadaman. Keterangan lengkap segera dibahas pada artikel terpisah.

2. Electrical pump merupakan pompa yang berfungsi mengalirkan air pada sistem dengan kemmapuan laju alir lebih besar dibandingkan dengan pompa sebelumnya. Pompa ini bekerja berdasarkan tekanan tertentu sesuai dengan kebutuhan. Pompa ini bekerja ketika kebutuhan debit air tinggi.

Diesel Pump, pompa ini bekerja menggunakan diesel sebagai bahan penggerak oleh sebab itu, pompa jenis ini sangat berguna saat PLN memdamkan listrik.

3. Hydrant Pilar, adalah salah satu jenis perkakas tambahan yang digunakan dalam sistem pemadam kebakaran. Umumnya berada di luar (outdoor). Apabila di dalam ruangan, hydrant pillar digantikan dengan hydrant valve. Hydrant pillar biasanya diletakkan di tempat-tempat yang mudah terlihat dan strategis agar mudah ditemukan saat terjadi kebakaran. Hydrant pillar berfungsi sebagai output atau ke

luaran air hidran yang dihubungkan dengan selang dan nozzle untuk mengarahkan air ke sumber kebakaran. Hydrant pillar dibagi menjadi dua jenis yaitu pillar one way yang hanya memiliki satu sambungan selang dan pillar two way yang memiliki dua sambungan keluaran air. Harga pillar one way lebih murah dibandingkan dnegan pillar two way.

2. Pompa listrik

Diesel Pump, pompa ini bekerja menggunakan diesel sebagai bahan penggerak oleh sebab itu, pompa jenis ini sangat berguna saat PLN memdamkan listrik.

Electrik Pump Fungsinya. wajib sistem fire hydrant Building Jaringan diadakan. pompa  hydrant berfungsi sebagai pemasok tekanan udara Primer untuk tinjauan yang akan dilakukan Untuk hydrant valve, hydrant hose reel OR pilar.

3. Hydrant Pillar

Hydrant Pilar, adalah salah satu jenis perkakas tambahan yang digunakan dalam sistem pemadam kebakaran. Umumnya berada di luar (outdoor). Apabila di dalam ruangan, hydrant pillar digantikan dengan hydrant valve. Hydrant pillar biasanya diletakkan di tempat-tempat yang mudah terlihat dan strategis agar mudah ditemukan saat terjadi kebakaran. Hydrant pillar berfungsi sebagai output atau ke

luaran air hidran yang dihubungkan dengan selang dan nozzle untuk mengarahkan air ke sumber kebakaran. Hydrant pillar dibagi menjadi dua jenis yaitu pillar one way yang hanya memiliki satu sambungan selang dan pillar two way yang memiliki dua sambungan keluaran air. Harga pillar one way lebih murah dibandingkan dnegan pillar two way.

Output Pillar

Hydrant berfungsi. untuk menyalurkan air dari pipa sehingga dapat dihubungkan dengan selang kebakaran atau selang hidran kebakaran. 

4. Fire Hose Fire Hose

Fire hose atau Selang Pemadam adalah peralatan utama yang berfungsi sebagai pengarah output air sehingga dapat langsung disemburkan pada titik api yang dituju.

5. Hydrant Box

Hydrant Box digunakan untuk menyimpan peralatan seperti fire hose, hose rack, hose reel dan nozzle selain sebagai tempat hydrant valve untuk disambungkan dengan selang pemadam / fire hose bila terjadi kebakaran.  

6. Hidrant Valfe

Hidrant Valve di gunakan disaat adanya perbaikan kebocoran di segi-segi pipa fire sistem hidrant Untuk membuka dan menutup di setiap saluran air pipa yang mau di las atu di ganti sebagai mana baik Nya Agar Di Setiap pipa pipa itu Bisa aktif kembali seperti awal sistem fire hidran Hidran valve adalah Kran untuk membuka dan 

7. Spinkler

Sprinkler adalah alat yang berguna untuk memadamkan api secara otomatis dan alat ini merupakan bagian dari fire spinkler system yang akan mengeluarkan debit air ketika terdeteksi ada api, atau ketika telah melampaui suhu yang telah ditentukan. Alat ini dibutuhkan di Perhotelan, Restoran, Rumah Sakit, Apartemen, Mall, Gedung Perkantoran, dll.

8. Fire Nozzle

Nozzle pemadam kebakaran merupakan sebuah komponen atau perangkat yang memiliki peran besar dalam upaya memadamkan api kebakaran. Pada ujung selang petugas pemadam, dipasang nozzle yang berfungsi sebagai pengarah air bertekanan yang berasal dari instalasi jaringan pipa, maupun yang berasal dari tangki penampungan air di dalam mobil petugas pemadam kebakaran. Pada dasarnya, terdapat beragam macam nozzle dengan bentuk dan ukuran yang berbeda-beda. Jenis nozzle kebakaran yang dipilih hendaknya disesuaikan dengan jenis api kebakaran yang timbul serta tingkat kebutuhan pada lokasi kebakaran. Namun, semua jenis nozzle kebakaran tersebut umumnya memiliki kemampuan beroperasi yang sama, yaitu dengan menggunakan sebuah katup penutup atau Shut-Off Valve yang berfungsi sebagai pengontrol air.

Kami menjual berbagai Macam Jenis Merk Khusus Alat Safety Fire Hydrant Equipment terlengkap dan harga termurah dan maintenance nya. Fire Hydrant merupakan terminal air yang berfungsi sebagai bantuan darurat ketika terjadi kebakaran. Fire Hydrant ini juga berfungsi untuk mempermudah proses penanggulangan ketika bencana kebakaran melanda. Fire Hydrant merupakan sebuah fasilitas wajib bagi bangunan- bangunan publik seperti pasar tradisional maupun modern, pertokoan, bahkan semestinya lingkungan perumahan pun harusnya ada fasilitas fire hydrant. kami menjual berbagai produk fire hydrant system : Hidrant Box, Hidrant Pilar, Hidrant Falve, Fire  Hose, Noozle Hosse Raak Water Monitor, dll  

Daftar harga alat hidrant sistem  Description Size/Type Unit Price

 

HOSE NOZZLE " HOOSEKI"                       (ex.import)  2" Rp734.400 

HYDRANT VALVE "HOOSEKI"                     (ex.import)  2" Rp836.400 

HOSE RACK "HOOSEKI"                            (ex.import)  2,5" Rp795.600 

VARIABLE NOZZLE Aluminium "HOOSEKI"   (ex.import)      1,5" Rp204.000-  2,5" Rp408.000 

VARIABLE NOZZLE Brass 1,5" Rp428.400-                        2,5"Rp785.400 

HOSE REEL Complete Set                         ( Gandaran + hose + nozzle) "FALCON" 1" X 100 FT Rp6.324.000 

GANDARAN                                            ( gulungan hose ) Rp3.876.000 

HOSE 100 FT                                                   Rp37.876.000 

NOZZLE 1"                                                           Rp714.000 

BOX HOSE REEL          80 x 80 x 40 cm

"Y" CONECTION Brass   2,5" x 1,5"x 1,5"                   Rp51.000.000 

WATER MONITOR                                ( Hand Operet) 3" x 2,5" Rp21.012.000 

WATER MONITOR                                ( Gear Operet) 3" x 2,5" Rp22.032.000 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sunday, 05 February 2017 11:51

Petunjuk Penggunaan Fire Hidrant

Cara pemakaian Hidran Pengetahuan tentang bahaya dan penanggulangan kebakaran harusnya diketahui oleh setiap orang. informasi tentang Cara penggunaan hidrant harus disisipkan Dalam lingkungan kerja, perumahan, pabrik, hotel, sekolah maupun tempat lainnya pasti ada hal-hal yang menjadi ancaman untuk memicu terjadinya kebakaran. paling tidak orang kini harus mengetahui dasar-dasar penggunaan alat pemadam api ringan, fire hydrant, fire alarm atau prosedur evakuasi saat terjadinya kebakaran untuk mengurangi resiko yang terjadi akibat kebakaran tersebut, yang berupa kerugian material, investasi berharga, bahkan korban jiwa. Pengetahuan dasar mengenai cara penggunaan fire hydrant ini bisa didapat dengan mudah dari internet. Atau bisa mengikuti training tentang basic penggunaan alat pemadam yang biasanya diadakan oleh perusahaan untuk memberikan pengetahuan kepada para karyawan dengan pemateri dari orang-orang yang telah ahli dalam bidang penanganan fire fighting atau dari personel Dalam penggunaan fire hydrant secara umum, misal di sebuah perusahaan ada beberapa orang yang tergabung dalam tim fire brigade yang bertanggung jawab dalam tindakan pemadaman jika sewaktu-waktu terjadi kebakaran di area yang diproteksi. tim tersebut paling tidak terdiri dari:

Nozzle     : Bertugas berada di paling ujung yang mengarahkan noozle ke titik api

Hose       : Bekerja mempersiapkan selang dan menggulung saat pemadaman berhasil dilakukan

Pump      : fungsinya menangani permasalahan yang ada di ruang pompa

Valve      : kegunaanya membuka aliran air pada hydrant pillar

Commando : petugas memberikan komando ke semua anggota tim sekaligus penyampai pesan dari pumpman sampai nozzleman

Support : membersihkan area kebakaran agar petugas mudah menuju lokasi dan membantu hoseman mengatur selang sekaligus support pada nozzleman jika tekanan terlalu besar. untuk posisi ini paling tidak ada 2 orang.

Prosedur Cara penggunaan Fire Hydrant

Menggunakan Fire Hydrant harus sesuai dengan prosedur-prosedur yang berlaku, selain agar api dapat dipadamkan dengan baik juga untuk menjaga komponen yang digunakan lebih awet. Sehingga dapat digunakan lagi sebagai media memadamkan api jika suatu saat terjadi kebakaran di tempat yang sama. Secara garis besar cara penggunaan hidrant yang benar adalah sebagai berikut:

1. Persiapan Selang Fire Hose 

Angkat selang fire hose mendekat, bisa juga dipanggul jika terasa berat dan lempar selang tersebut ke arah yang mendekati api.

Posisikan selang agar tidak terbelit, sehingga aliran air nantinya bisa berjalan dengan lancar.

Jika panjang selang kurang, maka bisa ditambah dengan selang lainnya.

Menyambungkan pangkal selang dengan hydrant pillar. Jika sumber air dari box hydrant biasanya tidak perlu menyambungkan selang namun Langsung ditarik ke arah api.

2. Persiapan Nozzle

Posisikan kaki agak merenggang agar tumpuan ke tanah kuat, persiapkan nozzle dengan pegangan yang sempurna.

posisi salah satu tangan adalah memegang ujung nozzle, dan tangan satunya pada pangkal dengan menjepitkan ke ketiak supaya tidak goyah.

berikan kode ke operator jika anda merasa sudah siap memadamkan api.

3. Persiapan Aliran Air 

cara untuk mengalirkan air dari pemegang nozzle adalah tangan lurus keatas

Sedangkan kode untuk menghentikan aliran air adalah melipat siku tangan dengan berulang-ulang.

Cara Penggunaan Fire Hydrant sesuai prosedur berdampak baik untuk instalasi

Beberapa Pedoman Penggunaan Fire Hydrant diatas ada yang perlu diperhatikan, yaitu saat menjadi Operator adalah tidak membuka kran air (valve) terlalu cepat. Sifat air yang ada dalam instalasi fire hydrant adalah air yang mempunyai tekanan, sehingga bisa membahayakan petugas yang ada di depan (pemegang Noozzle)seperti terpental karena pijakan tidak kuat. Menutup kran juga tidak disarankan dengan tergesa-gesa karena bisa mengakibatkan water hammer yang dapat merusak peralatan fire hydrant. Dengan mengikuti prosedur Cara Penggunaan Fire Hydrant yang tertulis diatas diharapkan hidrant dapat Berfungsi Dengan Baik Untuk Padam Kan Api