Thursday, 06 April 2017 00:01

Alat -Alat Hidrant Halaman

Fire hidran adalah alat pemdamam kebakaran yang bersumberkan dari air bawah tanah yang di buat secara otomatis dengan siste yang otomatis oleh para ahli yang berpengalaman 

enyediaan jaringan pipa hydrant merupakan komponen utama lainnya yang diperlukan sebagai tempat penyaluran air dalam proses pendistribusian oleh pompa utama. Jaringan Pipa Hydrant menyalurkan air ke seluruh lokasi hyrant pillar atau hose reel maupun hydrant valve sampai dapat memadamkan api.Pipa Fire Hydrant

Fungsi Pipa Fire Hydrant adalah untuk menyalurkan atau mendistribusikan air ke titik-titik pengeluaran pada jaringan proteksi kebakaran.

Jangan pipa pada Fire Hydrant dapat dibedakan menjadi 5 jenis, yaitu:

Suction (Pipa Hisap);

Pipa Penyalur;

Pipa Header;

Pipa Tegak (Riser);

Pipa Cabang;

Suction Hydrant System

Suction (Pipa Hisap)

Suction (Pipa Hisap) adalah hydrant yang dilengkapi slang berdiameter 2.5". Penggunaannya diperuntukan bagi petugas kebakaran atau orang yang terlatih.

Pipa Penyalur

Pipa Penyalur adalah pipa yang terbentang dari pipa header sampai pipa tegak atau ke hydrant halaman. Diameter pipa bervariasi antara 4", 6", 8" sesuai dengan besar kecilmya sistem hydran yang dipasang.

Pipa Header

Pipa header dapat dikatakan sebagai pipa antara/penghubung utama, yang ukuran diameternya biasanya lebih besar dibandingkan pipa-pipa lainnya.

Pipa header sebagai tempat bertemunya pipa pengeluaran (discharge) dari pompa jockey, pompa utama, maupun pompa cadangan, sebelum masuk ke pipa penyalur.

Selain itu pipa header biasanya dihubungkan juga ke tangki bertekanan (pressure tank), tangki pemancing (priming tank), sirkulasi/by passke reservoir utama (safety valve), pressure switch, dan ke manometer untuk mengukur tekanan kerja pompa

Pipa Tegak (Riser)

Pipa tegak adalah pipa yang dipasang vertikal dari lantai terbawah ke lantai teratas dari bangunan yang dihubungkan dari pipa penyalur.

Pipa Cabang

Pipa cabang  adalah pipa yang dihubungkan dari pipa tegak sampai ke titik pengeluaran (outlet) hydrant pada lantai-lantai bangunan.

3. Hydrant Pillar

Hydrant Pillar berfungsi untuk menyalurkan output air dari jaringan pipa sehingga dapat disambungkan dengan selang pemadam atau fire hose.

Hidrant pilar adalah alat pemadam kebakaran yang terhubung dengan sumber air bertekanan. Alat ini bermanfaat untuk pemadaman api tanpa membuat penggunanya khawatir terhadap kekurangan pasokan air. Hadir dengan dua varian, yakni cabang satu dan cabang dua, hydrant pillar diperuntukkan untuk pemakaian outdoor. Perbedaan cabang satu dan cabang dua terletak pada berapa sumber air yang dapat dialirkan saat penggunaan.

Di atas permukaan tanah, hydrant pillar adalah sebuah pilar berwarna merah yang dapat dihubungkan dengan selang pemadam kebakaran saat dibutuhkan. Di bawah permukaan tanah, alat ini memiliki sistem instalasi yang terintegrasi dengan komponen-komponen pendukung lainnya seperti pipa utama pengalir air, pipa bertekanan serta support block untuk alas dan penyangga.

Artinya, pemasangan hydrant pillar membutuhkan perhitungan yang matang dan bukan sekedar persoalan meletakkan alat. Ada tiga hal yang perlu diperhatikan. Pertama, marking lokasi di mana akan diletakkan hydrant pillar dalam arti jauh dekatnya alat ini dengan bangunan yang dilindungi. Kedua, keberadaan pipa pengalir air di sekitar lokasi. Ketiga, bagaimana jalur pipa akan memiliki akses langsung dengan hydrant pillar sehingga akhirnya dapat mengalirkan air.

 

Bahan dasar besi lapis chrome menjadikan hydrant pillar sebagai alat pemadam kebakaran yang antikarat. Setiap hydrant pillar dilengkapi juga dengan sistem drainase yang terbuat juga dari bahan antikarat. Dengan begitu, meskipun diletakkan di luar, kualitas hydrant pillar akan tetap terjaga meskipun mengalami perubahan cuaca dan suhu yang ekstrem dan selalu siap digunakan sebagai alat pemadam api jika sewaktu-waktu terjadi kebakaran.

Hydrant pilar atau sering disebut dengan hydrant halaman atau hydrant kota adalah suatu sistem pencegah kebakaran yang membutuhkan pasokan air dan dipasang di luar bangunan. Hydrant ini biasanya digunakan oleh mobil pemadam kebakaran (PMK) untuk mengambil air jika kekurangan dalam tangki mobil. Hydrant ini di letakkan disepanjang akses mobil PMK. Karakteristik dan kesesuaian lahan untuk loaksi hydrant adalah sebagai berikut

4. Fire Hose 

Fire Hose atau Selang Pemadam adalah peralatan utama yang berfungsi sebagai pengarah output air sehingga dapat langsung disemburkan pada titik api yang dituju.

Fire Nozzle merupakan sebuah terminal air bantuan darurat ketika terjadi kebakaran. Hydrant juga berfungsi untuk mempermudah proses penanggulangan ketika bencana kebakaran melanda. Pada saat terjadinya peristiwa kebakaran Fire hydrant  harus  mudah  terlihat  dan  segera dapat dipergunakan.Fire Fire Nozzle merupakan sebuah terminal air bantuan darurat ketika terjadi kebakaran. Hydrant juga berfungsi untuk mempermudah proses penanggulangan ketika bencana kebakaran melanda. Pada saat terjadinya peristiwa kebakaran Fire hydrant  harus  mudah  terlihat  dan  segera dapat dipergunakan. Fire Nozzle merupakan sebuah terminal air bantuan darurat ketika terjadi kebakaran. Hydrant juga berfungsi untuk mempermudah proses penanggulangan ketika bencana kebakaran melanda. Pada saat terjadinya peristiwa kebakaran Fire hydrant  harus  mudah  terlihat  dan  segera dapat dipergunakan. National  Fire

5. Hydrant Box

Hydrant Box digunakan untuk menyimpan peralatan seperti fire hose, hose rack, hose reel dan nozzle selain sebagai tempat hydrant valve untuk disambungkan dengan selang pemadam / fire hose bila terjadi kebakaran. 

Box Hydrant Dan Perlengkapannya

Fire Nozzle merupakan sebuah terminal air bantuan darurat ketika terjadi kebakaran. Hydrant juga berfungsi untuk mempermudah proses penanggulangan ketika bencana kebakaran melanda. Pada saat terjadinya peristiwa kebakaran Fire hydrant  harus  mudah  terlihat  dan  segera dapat dipergunakan.  National    Fire

Box hydrant dan perlengkapannya merupakan sebuah box yang di cat menggunakan warna merah, pada sisi bagian depan bertuliskan HYDRANT. Box hydrant dan perlengkapannya berfungsi untuk menyimpan selang kebakaran dan nozzle sehingga perlengkapan yang tersimpan di dalam hydrant box dapat lebih tahan lama.  Hal ini juga untuk mempermudah fireman ( petugas kebakaran ) dalam melakukan pemadaman sebuah kebakaran saat kebakaran terjadi. Box hydrant dan perlengkapannya biasanya di tempatkan bersebelahan dengan hydrant pillar. Box Hydrant Dan Perlengkapannya

Ada kalanya hydrant box dan perlengkapannya ditambahkan hose rack yang berfungsi untuk menempatkan selang agar selang dapat tersusun dengan rapi, manfaat lain dari hose rack untuk mempermudah petugas kebakaran saat akan menggunakan, karena dengan menggunakan hose rack fireman ( petugas kebakaran ) tidak perlu menggelar selang dengan cara melempar tetapi cukup dengan menarik bagian ujung selang menuju ke sumber kebakaran, hal ini akan mempermudah petugas kebakaran dalam melaksanakan pekerjaannya dan mempercepat proses kerja.

Hydrant box memiliki 2 macam type

Hydrant Box Outdoor : hydrant box ini dipasang diluar ruangan bersebelahan dengan hydrant pillar

Hydrant Box Indoor : hydrant box indoor dipasang di dalam gedung, sebagai pengganti hydrant pillar maka didalam hydrant box indoor di pasang hydrant valve yang berfungsi sebagai outlet jaringan hydrant. hydrant valve yang terpasang di dalam hydrant box indoor sudah di lengkapi dengan coupling sehingga selang dapat terhubung dengan valve hydrant. Penempatan hydrant box indoor terpasang menempel pada dinding, untuk perlengkapannya sama dengan hydrant box outdoor. Biasanya ukuran selang dan nozzle untuk hydrant box indoor lebih kecil dibanding dengan hydrant box outdoor. Ukurang selang Box indoor menggunakan selang berdiameter 1,5″ sedang penggunaan selang pada hydrant box outdoor menggunakan selang berukuran 2,5″.

Untuk melakukan perawatan Box Hydrant Dan Perlengkapannya baik hydrant box outdoor maupun hydrant box indoor, hindari genangan air yang biasanya terjadi sehabis menggunaan selang kebakaran, upayakan melakukan pengeringan selang sebelum menempatkan selang kebakaran didalam box hydrant, hal ini dilakukan agar box tidak mudah korosif yang akan memperpendek usia box hydrant. Ini adalah sebuah cara agar hydrant box dan perlengkapannya dapat bertahan lebih lama.

Hydrant Box

Hydrant Box atau Hydrant gedung adalah suatu sistem pencegah kebakaran yang menggunakan pasokan air dan dipasang di dalam bangunan atau gedung dan untuk menentukan jumlah dan titik hydrant gedung menggunakan acuan Standart National Indonesia (SNI).

Topografi juga berpengaruh penting terhadap kelancaran tekanan air pada hydrant. Semakin tinggi lokasi yang akan digunakan semakin kecil tekanan airnya.

Penggunaan Lahan

 

Penggunaan lahan digunakan untuk melihat daya dukung lahan yaitu untuk mengetahui sejauh mana kemampuan sumber daya lahan untuk suatu penggunaan tertentu. Lahan yang dimaksud adalah lahan kering yang berada  di wilayah pemukiman atau yang sudah padat penduduk.

Sunday, 05 February 2017 12:45

Jual Alat Hidrant Lengkap

Kebutuhan perlindungan dan keamanan bangunan dari risiko terjadinya bencana kebakaran merupakan kebutuhan mutlak yang harus dijamin dan dipenuhi oleh pemilik bangunan gedungh penanggung jawab gedung.  cara yang harus ditempuh dalam memenuhi kebutuhan perlindungan tersebut adalah dengan melakukan instalasi sistem proteksi bencana kebakaran dan melengkapi bangunan dengan alat-alat pemadam api kebakaran.

Perangkat fire hydrant system hadir sebagai salah satu sistem proteksi bencana kebakaran yang terbaik dan direkomendasikan bagi bangunan gedung  diperhatikan, hampir setiap bangunan yang melakukan instalasi konstruksi sistem proteksi bencana kebakaran mengaplikasikan perangkat fire hydrant system. Hal ini terkait dengan fungsi perangkat fire alarm system yang dapat dipadukan dengan beberapa fungsi sistem proteksi bencana kebakaran sejenis nya, seperti perangkat fire alarm system ataupun perangkat splingkers Tak hanya itu, selain diaplikasikan untuk bangunan ataupun gedung, perangkat fire hydrant system juga dapat diaplikasikan untuk area atau halaman terbuka karena perangkat fire hydrant tak hanya didesain dengan model indoor, tetapi juga dalam model outdoor, karena perangkat fire hydrant system ini didesain dengan material yang tahan lama dan anti korosif sehingga tahan dengan segala cuaca, suhu, kelembaban, dan segala kondisi terbuka apapun.

Harga Alat Hydrant berdasarkan Fungsi

Fungsi dasar yang diberikan oleh perangkat fire hydrant system adalah fungsi yang paling mutlak dalam upaya antisipasi bencana kebakaran, yaitu fungsi pemadaman api. Dengan terdirikan atas beberapa komponen utama (fire hydrant pillar, fire hydrant box, fire pump, dan lain sebagainya) serta berbagai komponen pelengkap/aksesoris dan pendukung nozzle fire hydrant valve, fire hose reel, fire hose rack, water monitor, flexible joint, expansion joint, siamese connection, pressure gauge, dan lain sebagainya), perangkat fire hydrant system bekerja dengan memanfaatkan media air sebagai muatan pemadam api yang diperoleh dari tangki atau bak penyimpanan persediaan air.

Secara sederhana, cara kerja fire hydrant bermula dari mengaktifkan komponen fire pump atau pompa kebakaran yang terdiri atas satu pompa jockey untuk mengstabilkan tekanan air apabila mengalami penurunan sewaktu-waktu, dan dua pompa utama, yaitu pompa elektrik serta pompa diesel yang dapat digunakan sebagai alternatif apabila pompa elektrik tidak dapat diaktifkan karena daya listrik yang padam saat bencana kebakaran terlalu tidak dapat dikendalikan. Komponen fire pump inilah yang kemudian bertugas sebagai penyedot air dari dalam tangki penampungan air dan memberikan tekanan yang telah diatur sesuai dengan standar, sehingga pasokan air dapat memasuki rangkaian perpipaan air untuk menuju ke output dari sistem melalui hidrant pilar yang dapat disambungkan dengan fire hose atau selang pemadam kebakaran.

Perangkat fire hydrant system ini tak hanya dapat digunakan sebagai perangkat pemadam api kebakaran langkah pertama untuk situasi darurat sebelum petugas fire brigade atau pemadam kebakaran tiba di lokasi, tetapi juga dapat dimanfaatkan ketika pasokan air yang dibawa oleh mobil pemadam kebakaran telah habis, sehingga petugas pemadam dapat menyambungkan fire hose-nya ke fire hydrant pillar yang tersedia. Fire hose atau selang pemadam kebakaran juga dapat disambungkan pada komponen hydrant box, baik hydrant box yang dibangun di luar gedung atau outdoor maupun di dalam gedung atau indoor. Dan tak hanya itu, perangkat fire hydrant ini dapat pula dipadukan dengan perangkat fire sprinkler system, sehingga output pasokan air dapat keluar melalui komponen head sprinkler pada perangkat fire sprinkler system. Sementara pada perangkat fire alarm system, perangkat hydrant dapat diaktifkan melalui Control Panel dari perangkat fire alarm system.

Menilik keunggulan-keunggulan dari perangkat fire hydrant system di atas, maka tak heran apabila Anda merasa memerlukan perangkat ini sebagai salah satu sistem proteksi yang harus diinstalasi pada bangunan milik Anda demi mendapatkan fungsi pemadaman yang efektif dan terbaik. Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai merk, spesifikasi, dan harga alat hydrant, Anda dapat segera menghubungi Kontak untuk pelayanan terbaik yang sesuai dengan kebutuhan perlindungan kebakaran bagi bangunan Anda. Berapa Harga Alat- Alat Fire Hidrant

Kebutuhan perlindungan dan keamanan bangunan dari risiko terjadinya bencana kebakaran merupakan kebutuhan mutlak yang harus dijamin dan dipenuhi oleh pemilik bangunan gedungh penanggung jawab gedung.  cara yang harus ditempuh dalam memenuhi kebutuhan perlindungan tersebut adalah dengan melakukan instalasi sistem proteksi bencana kebakaran dan melengkapi bangunan dengan alat-alat pemadam api kebakaran.

Perangkat fire hydrant system hadir sebagai salah satu sistem proteksi bencana kebakaran yang terbaik dan direkomendasikan bagi bangunan gedung  diperhatikan, hampir setiap bangunan yang melakukan instalasi konstruksi sistem proteksi bencana kebakaran mengaplikasikan perangkat fire hydrant system. Hal ini terkait dengan fungsi perangkat fire alarm system yang dapat dipadukan dengan beberapa fungsi sistem proteksi bencana kebakaran sejenis nya, seperti perangkat fire alarm system ataupun perangkat splingkers Tak hanya itu, selain diaplikasikan untuk bangunan ataupun gedung, perangkat fire hydrant system juga dapat diaplikasikan untuk area atau halaman terbuka karena perangkat fire hydrant tak hanya didesain dengan model indoor, tetapi juga dalam model outdoor, karena perangkat fire hydrant system ini didesain dengan material yang tahan lama dan anti korosif sehingga tahan dengan segala cuaca, suhu, kelembaban, dan segala kondisi terbuka apapun.

Harga Alat Hydrant berdasarkan Fungsi

Fungsi dasar yang diberikan oleh perangkat fire hydrant system adalah fungsi yang paling mutlak dalam upaya antisipasi bencana kebakaran, yaitu fungsi pemadaman api. Dengan terdirikan atas beberapa komponen utama (fire hydrant pillar, fire hydrant box, fire pump, dan lain sebagainya) serta berbagai komponen pelengkap/aksesoris dan pendukung nozzle fire hydrant valve, fire hose reel, fire hose rack, water monitor, flexible joint, expansion joint, siamese connection, pressure gauge, dan lain sebagainya), perangkat fire hydrant system bekerja dengan memanfaatkan media air sebagai muatan pemadam api yang diperoleh dari tangki atau bak penyimpanan persediaan air.

Secara sederhana, cara kerja fire hydrant bermula dari mengaktifkan komponen fire pump atau pompa kebakaran yang terdiri atas satu pompa jockey untuk mengstabilkan tekanan air apabila mengalami penurunan sewaktu-waktu, dan dua pompa utama, yaitu pompa elektrik serta pompa diesel yang dapat digunakan sebagai alternatif apabila pompa elektrik tidak dapat diaktifkan karena daya listrik yang padam saat bencana kebakaran terlalu tidak dapat dikendalikan. Komponen fire pump inilah yang kemudian bertugas sebagai penyedot air dari dalam tangki penampungan air dan memberikan tekanan yang telah diatur sesuai dengan standar, sehingga pasokan air dapat memasuki rangkaian perpipaan air untuk menuju ke output dari sistem melalui hidrant pilar yang dapat disambungkan dengan fire hose atau selang pemadam kebakaran.

Perangkat fire hydrant system ini tak hanya dapat digunakan sebagai perangkat pemadam api kebakaran langkah pertama untuk situasi darurat sebelum petugas fire brigade atau pemadam kebakaran tiba di lokasi, tetapi juga dapat dimanfaatkan ketika pasokan air yang dibawa oleh mobil pemadam kebakaran telah habis, sehingga petugas pemadam dapat menyambungkan fire hose-nya ke fire hydrant pillar yang tersedia. Fire hose atau selang pemadam kebakaran juga dapat disambungkan pada komponen hydrant box, baik hydrant box yang dibangun di luar gedung atau outdoor maupun di dalam gedung atau indoor. Dan tak hanya itu, perangkat fire hydrant ini dapat pula dipadukan dengan perangkat fire sprinkler system, sehingga output pasokan air dapat keluar melalui komponen head sprinkler pada perangkat fire sprinkler system. Sementara pada perangkat fire alarm system, perangkat hydrant dapat diaktifkan melalui Control Panel dari perangkat fire alarm system.

Menilik keunggulan-keunggulan dari perangkat fire hydrant system di atas, maka tak heran apabila Anda merasa memerlukan perangkat ini sebagai salah satu sistem proteksi yang harus diinstalasi pada bangunan milik Anda demi mendapatkan fungsi pemadaman yang efektif dan terbaik. Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai merk, spesifikasi, dan harga alat hydrant, Anda dapat segera menghubungi Kontak untuk pelayanan terbaik yang sesuai dengan kebutuhan perlindungan kebakaran bagi bangunan Anda.

Daftar harga hydrant pillar 

Hydrant pillar   adalah hydrant pillar yang hanya memiliki 1 output keluaran ukuran 2″ dengan inlet 3″ dilengkapi dengan coupling Machino maupun VDH, beberapa merk hydrant pillar one way yang tersedia

Hydrant Pillar   GuardAll  2.350.000

Hydrant Pillar   Ozeki      2.596.000

Hydrant Pillar   Hooseki   2.750.000

 

Daftar harga hydrant pillar Two Way

Hydrant Pillar   yang paling sering dipakai di Indonesia. di perkotaan juga sering kita lihat keberadaannya. hydrant pillar ini memiliki 2 output aliran air berukuran 2,5″ yang dilengkapi dengan machino coupling atau VDH. sehingga saat terjadi kebakaran, petugas pemadam internal maupun petugas pemadam kota bisa langsung mengkoneksikan selang yang berada di box hydrant type C (outdoor) ke coupling pada hydrant pillar tersebut. berikut adalah daftar harga hydrant pillar berbagai merk:

Hydrant Pillar   GuardAll 3.000.000

Hydrant Pillar   Appron   5.830.000

Hydrant Pillar   Hooseki  3.630.000

Hydrant Pillar   Ozeki     3.267.000

 

Harga diatas merupakan gambaran daftar harga hydrant pillar pada tahun 2016, dan belum termasuk diskon khusus yang bisa didapatkan. serta kemungkinan bisa terjadi perubahan-perubahan harga kedepannya.

         
DESCRIPTION TYPE SIZE UNIT PRICE  
      (Rp)  
Hydrant Box Indoor A1 66 x 52 x 15 cm                     869.966  
1 roll Fire Hose   1,5''X20 mtr                   1.115.730  
1 pc hose nozle   1.5''                     455.400  
1 pc Hydrant valve   1.5''                     528.454  
Harga perset                   2.969.550  
         
Hydrant Box Indoor A2 100 x 80x 18 cm                   1.647.979  
1 roll Fire Hose   1.5'' x 30 mtr                   1.623.312  
1 pc hose nozle   1.5''                     455.400  
1 pc Hydrant valve    1.5''                     528.454  
1 pc Hose Rack   1.5''                     455.400  
Harga perset                   4.710.545  
         
Hydrant Box Indoor B 125 x 75 x 18 cm                   2.197.305  
1 roll Fire Hose   1.5'' x 30 mtr                   1.623.312  
1 pc hose nozle   1.5''                     455.400  
1 pc Hydrant valve    1.5''                     528.454  
1 pc Hose Rack   1.5''                     455.400  
Harga perset                   5.259.871  
         
Hydrant Box Outdoor C 95 x 66 x 20 cm                   1.647.979  
1 roll Fire Hose   2.5'' x 30 m                   2.504.700  
1 Pcs Hose Nozle   2.5''                     789.360  
Harga perset                   4.942.039  
         
Hose rack 2.5''                         648.153  
Hydrant valve 2.5''                       1.154.010  
Ozeki fire hose 2.5'' x 20 mtr                       2.365.550  
Hydrant pillar one way (3'' x 2,5'')                       4.838.625  
Hydrant pillar two way c/w main & ball valve                        6.193.440  
Siamse connections type S 7 ozeki ( 4''x2.5''x2.5'') Vdb/mch                     5.548.290  
Hose reel 1'' x 100 ft                       7.569.760  
Box hose reel (80x80x40 cm)                       2.460.579  
         
PERALATAN FIRE SPRINKLER        
         
Protector sprinkler head 0.5'' (68 c)        
Pendent type c/w ceiling plate                                   59.139  
Up right type c/w ceiling plate                                   59.139  
Side wall type                                 149.030  
         
Alarm valve c/w Gong Trimser        
Side: 4" merk CD                           23.794.650  
           6" merk CD                           25.673.175  
         
         
     
HOSE NOZZLE " HOOSEKI" (ex.import) 2"  Rp                734.400
     
HYDRANT VALVE "HOOSEKI" (ex.import) 2"  Rp                836.400
     
HOSE RACK "HOOSEKI" (ex.import) 2,5"  Rp                795.600
     
VARIABLE NOZZLE Aluminium "HOOSEKI" (ex.import) 1,5"  Rp                204.000
  2,5"  Rp                408.000
     
VARIABLE NOZZLE Brass 1,5"  Rp                428.400
  2,5"  Rp                785.400
     
HOSE REEL Complete Set ( Gandaran + hose + nozzle) "FALCON" 1" X 100 FT  Rp             6.324.000
     
GANDARAN( gulungan hose )    Rp             3.876.000
     
HOSE 100 FT  Rp           37.876.000
     
NOZZLE 1"  Rp                714.000
     
BOX HOSE REEL 80 x 80 x 40 cm  
     
 "Y" CONECTION Brass 2,5" x 1,5"x 1,5"  Rp           51.000.000
     
WATER MONITOR ( Hand Operet) 3" x 2,5"  Rp           21.012.000
WATER MONITOR ( Gear Operet) 3" x 2,5"  Rp           22.032.000

 

12.Alat-Alat Safety Fire Hidrant

Fire hydrant system adalah sistem pemadam kebakaran yang terdiri dari beberapa subsistem seperti sumber air, pompa, perpipaan dan komponen hydrant. Kebakaran merupakan suatu kejadian yang tak terduga dan tak diharapkan karena dapat mengakibatkan kerusakan. Waktu yang dibutuhkan api untuk merusak pun terbilang singkat oleh sebab itu, perlu adanya sistem jaringan pemadam kebakaran agar terorganisir dengan baik dan mempercepat proses pemadaman. Fire Hydrant System merupakan solusi terbaik untuk menanggulangi kebakaran yang terjadi. Pada artikel ini, akan dibahas lebih rinci mengenai sistem jaringan pemadam kebakaran.

Fire hydrant system sendiri dapat diklasifikasikan menjadi tiga tipe yaitu sistem hidran gedung, sistem hidran halaman dan sistem hidran kota. Sistem hidran gedung merupakan sistem pemdaman yang dipasang pada gedung-gedung oleh pemilik gedung. Sistem ini terdiri dari tiga kelas yaitu, kelas I dengan selang kebakaran berdiameter 2,5” untuk pemadam yang terlatih. Kelas II yaitu selang kebakaran yang digunakan berdiameter 1,5” untuk digunakan oleh penghuni gedung yang belum terlatih dan kelas III yang  merupakan gabungan antara kelas I dan II. Sistem hidran lapangan merupakan sistem pemadam kebakaran yang dipasang di luar gedung atau di halaman, umumnya terdapat hydrant pillar. Sistem hidran ketiga adalah tipe kota yang secara khusus dipasang oleh pemerintah kota dan disuplai dari PDAM. Fire hydrant system terdiri dari pompa hidran yang berfungsi mengalirkan air dari tanki penampungan menuju nozzle. Pompa hidran umumnya diletakkan dalam ruangan khusus yang disebutt dengan rumah pompa. Tanki penampungan pada sistem ini terbagi menjadi tiga jenis yaitu tanki bawah tanah, tanki bertekanan dan tanki gravitasi yang bekerja berazaskan gaya gravitasi, tanki berfungsi sebagai tempat penyimpanan air untuk kemudian disuplai oleh pompa hidran dan didistribusikan melalui jaringan pipa hidran menuju titik hydrant pillar. Instalasi tanki penyimpanan air sementara bawah tanah (ground tank) pada sistem fire hydrantdirancang dengan fungsi utama untuk mensuplai kebutuhan fire hydrant saat terjadi kebakaran. Air ini tidak boleh digunakan untuk kebutuhan lain selain memadamkan api. Umumnya, ground tank telah dirancang sesuai kebutuhan untuk memadamkan api sementara sebelum mobil pemadam kebakaran datang. Kapasitas tanki harus sesuai dengan daya pompa, artinya air pada tanki harus cukup memenuhi kebutuhan hingga bantuan dari dinas kebakaran datang.

Pompa pada dasarnya bekerja karena adanya listrik sebagai penggerak namun pada saat terjadi kebakaran umumnya PLN akan memadamkan jaringan listrik dengan alasan agar kebakaran tidak menyebar. Seperti yang telah diketahui bahwa listrik merupakan salah satu penyebab terjadinya kebakaran. Lantas, bagaimana menginstalasi pompa hidran agar pompa dapat mengalirkan air saat pemadaman listrik?

Jenis Pompa Kebakaran Fire Hydrant System

Jockey pump, pompa ini merupakan pompa paling umum digunakan untuk pemadam kebakaran karena pompa ini mendistribusikan air hidran saat posisi standby oleh sebab itu, air selalu berada pada jaringan

Electrical pump merupakan pompa yang berfungsi mengalirkan air pada sistem dengan kemmapuan laju alir lebih besar dibandingkan dengan pompa sebelumnya. Pompa ini bekerja berdasarkan tekanan tertentu sesuai dengan kebutuhan. Pompa ini bekerja ketika kebutuhan debit air tinggi.

Diesel Pump, pompa ini bekerja menggunakan diesel sebagai bahan penggerak oleh sebab itu, pompa jenis ini sangat berguna saat PLN memdamkan listrik.

Hydrant Pilar, adalah salah satu jenis perkakas tambahan yang digunakan dalam sistem pemadam kebakaran. Umumnya berada di luar (outdoor). Apabila di dalam ruangan, hydrant pillar digantikan dengan hydrant valve. Hydrant pillar biasanya diletakkan di tempat-tempat yang mudah terlihat dan strategis agar mudah ditemukan saat terjadi kebakaran. Hydrant pillar berfungsi sebagai output atau ke

luaran air hidran yang dihubungkan dengan selang dan nozzle untuk mengarahkan air ke sumber kebakaran. Hydrant pillar dibagi menjadi dua jenis yaitu pillar one way yang hanya memiliki satu sambungan selang dan pillar two way yang memiliki dua sambungan keluaran air. Harga pillar one way lebih murah dibandingkan dnegan pillar two way.

Kami menjual berbagai Macam Jenis Merk Khusus Alat Safety Fire Hydrant Equipment terlengkap dan harga termurah dan maintenance nya. Fire Hydrant merupakan terminal air yang berfungsi sebagai bantuan darurat ketika terjadi kebakaran. Fire Hydrant ini juga berfungsi untuk mempermudah proses penanggulangan ketika bencana kebakaran melanda. Fire Hydrant merupakan sebuah fasilitas wajib bagi bangunan- bangunan publik seperti pasar tradisional maupun modern, pertokoan, bahkan semestinya lingkungan perumahan pun harusnya ada fasilitas fire hydrant. kami menjual berbagai produk fire hydrant system : Hidrant Box, Hidrant Pilar, Hidrant Falve, Fire  Hose, Noozle Hosse Raak Water Monitor, dll

Alhat Hidaran , Ada Beberapa Alat Utama Fire Hidrant Sistem Yang Berfungsi Sebagai Komponent Yang Terinergasi Satu Sama Sama Lain Dalam Satu Rangkaiyan Sistem Hidaran Diantaranya Ada. 10 ALat  Hidran Yang Paling Penting Dan Yang Paling Di Butuh Kan Di Antara Alat- Alat Hidran Lain nya .Di Antara  ADALAH .....

1. Jockey pump               5. Hidrant Box, 

2. Electrical pump            6. Hidrant Falve,

3. Hydrant Pilar               7. Fire  Hidrant Splingker

4. Fire Hose                    8. Noozle Hosse Raak Water Monitor, dll1.Jockey Pump

Jockey pump, pompa ini merupakan pompa paling umum digunakan untuk pemadam kebakaran karena pompa ini mendistribusikan air hidran saat posisi standby oleh sebab itu, air selalu berada pada jaringan

Jockey fire pump 

Brand                   :TERAL

Model                   :Asvm 2533-530

tipe                      :Vertical Multtistage Pump

Seal                     :Mechanical Seal

Cap                     :15 GPM at 130 Meter

Power                  :3,0 kwn, 3ph, 380v, 50hz, 3000 RPM

Driver                  :Factory Choice

Controler              :complito NFPA 20 standard

Pompa ini berfungsi menstabilkan tekanan air sehingga dapat melancarkan proses pemadaman. Keterangan lengkap segera dibahas pada artikel terpisah.

2. Pompa listrik

Diesel Pump, pompa ini bekerja menggunakan diesel sebagai bahan penggerak oleh sebab itu, pompa jenis ini sangat berguna saat PLN memdamkan listrik.

Electrik Pump Fungsinya. wajib sistem fire hydrant Building Jaringan diadakan. pompa  hydrant berfungsi sebagai pemasok tekanan udara Primer untuk tinjauan yang akan dilakukan Untuk hydrant valve, hydrant hose reel OR pilar.

3. Hydrant Pillar

Hydrant Pilar, adalah salah satu jenis perkakas tambahan yang digunakan dalam sistem pemadam kebakaran. Umumnya berada di luar (outdoor). Apabila di dalam ruangan, hydrant pillar digantikan dengan hydrant valve. Hydrant pillar biasanya diletakkan di tempat-tempat yang mudah terlihat dan strategis agar mudah ditemukan saat terjadi kebakaran. Hydrant pillar berfungsi sebagai output atau ke

luaran air hidran yang dihubungkan dengan selang dan nozzle untuk mengarahkan air ke sumber kebakaran. Hydrant pillar dibagi menjadi dua jenis yaitu pillar one way yang hanya memiliki satu sambungan selang dan pillar two way yang memiliki dua sambungan keluaran air. Harga pillar one way lebih murah dibandingkan dnegan pillar two way.

Output Pillar

Hydrant berfungsi. untuk menyalurkan air dari pipa sehingga dapat dihubungkan dengan selang kebakaran atau selang hidran kebakaran. 4. Fire Hose Fire Hose atau Selang Pemadam adalah peralatan utama yang berfungsi sebagai pengarah output air sehingga dapat langsung disemburkan pada titik api yang dituju.

5. Hydrant Box

Hydrant Box digunakan untuk menyimpan peralatan seperti fire hose, hose rack, hose reel dan nozzle selain sebagai tempat hydrant valve untuk disambungkan dengan selang pemadam / fire hose bila terjadi kebakaran.  

6. Hidrant Valfe

Hidrant Valve di gunakan disaat adanya perbaikan kebocoran di segi-segi pipa fire sistem hidrant Untuk membuka dan menutup di setiap saluran air pipa yang mau di las atu di ganti sebagai mana baik Nya Agar Di Setiap pipa pipa itu Bisa aktif kembali seperti awal sistem fire hidran Hidran valve adalah Kran untuk membuka dan 

7. Spinkler

Sprinkler adalah alat yang berguna untuk memadamkan api secara otomatis dan alat ini merupakan bagian dari fire spinkler system yang akan mengeluarkan debit air ketika terdeteksi ada api, atau ketika telah melampaui suhu yang telah ditentukan. Alat ini dibutuhkan di Perhotelan, Restoran, Rumah Sakit, Apartemen, Mall, Gedung Perkantoran, dll.

8. Fire Nozzle

Nozzle pemadam kebakaran merupakan sebuah komponen atau perangkat yang memiliki peran besar dalam upaya memadamkan api kebakaran. Pada ujung selang petugas pemadam, dipasang nozzle yang berfungsi sebagai pengarah air bertekanan yang berasal dari instalasi jaringan pipa, maupun yang berasal dari tangki penampungan air di dalam mobil petugas pemadam kebakaran. Pada dasarnya, terdapat beragam macam nozzle dengan bentuk dan ukuran yang berbeda-beda. Jenis nozzle kebakaran yang dipilih hendaknya disesuaikan dengan jenis api kebakaran yang timbul serta tingkat kebutuhan pada lokasi kebakaran. Namun, semua jenis nozzle kebakaran tersebut umumnya memiliki kemampuan beroperasi yang sama, yaitu dengan menggunakan sebuah katup penutup atau Shut-Off Valve yang berfungsi sebagai pengontrol air.

Kami menjual berbagai Macam Jenis Merk Khusus Alat Safety Fire Hydrant Equipment terlengkap dan harga termurah dan maintenance nya. Fire Hydrant merupakan terminal air yang berfungsi sebagai bantuan darurat ketika terjadi kebakaran. Fire Hydrant ini juga berfungsi untuk mempermudah proses penanggulangan ketika bencana kebakaran melanda. Fire Hydrant merupakan sebuah fasilitas wajib bagi bangunan- bangunan publik seperti pasar tradisional maupun modern, pertokoan, bahkan semestinya lingkungan perumahan pun harusnya ada fasilitas fire hydrant. kami menjual berbagai produk fire hydrant system : Hidrant Box, Hidrant Pilar, Hidrant Falve, Fire  Hose, Noozle Hosse Raak Water Monitor, dll  

 

  

Sunday, 05 February 2017 11:51

Petunjuk Penggunaan Fire Hidrant

Cara pemakaian Hidran Pengetahuan tentang bahaya dan penanggulangan kebakaran harusnya diketahui oleh setiap orang. informasi tentang Cara penggunaan hidrant harus disisipkan Dalam lingkungan kerja, perumahan, pabrik, hotel, sekolah maupun tempat lainnya pasti ada hal-hal yang menjadi ancaman untuk memicu terjadinya kebakaran. paling tidak orang kini harus mengetahui dasar-dasar penggunaan alat pemadam api ringan, fire hydrant, fire alarm atau prosedur evakuasi saat terjadinya kebakaran untuk mengurangi resiko yang terjadi akibat kebakaran tersebut, yang berupa kerugian material, investasi berharga, bahkan korban jiwa. Pengetahuan dasar mengenai cara penggunaan fire hydrant ini bisa didapat dengan mudah dari internet. Atau bisa mengikuti training tentang basic penggunaan alat pemadam yang biasanya diadakan oleh perusahaan untuk memberikan pengetahuan kepada para karyawan dengan pemateri dari orang-orang yang telah ahli dalam bidang penanganan fire fighting atau dari personel Dalam penggunaan fire hydrant secara umum, misal di sebuah perusahaan ada beberapa orang yang tergabung dalam tim fire brigade yang bertanggung jawab dalam tindakan pemadaman jika sewaktu-waktu terjadi kebakaran di area yang diproteksi. tim tersebut paling tidak terdiri dari:

Nozzle     : Bertugas berada di paling ujung yang mengarahkan noozle ke titik api

Hose       : Bekerja mempersiapkan selang dan menggulung saat pemadaman berhasil dilakukan

Pump      : fungsinya menangani permasalahan yang ada di ruang pompa

Valve      : kegunaanya membuka aliran air pada hydrant pillar

Commando : petugas memberikan komando ke semua anggota tim sekaligus penyampai pesan dari pumpman sampai nozzleman

Support : membersihkan area kebakaran agar petugas mudah menuju lokasi dan membantu hoseman mengatur selang sekaligus support pada nozzleman jika tekanan terlalu besar. untuk posisi ini paling tidak ada 2 orang.

Prosedur Cara penggunaan Fire Hydrant

Menggunakan Fire Hydrant harus sesuai dengan prosedur-prosedur yang berlaku, selain agar api dapat dipadamkan dengan baik juga untuk menjaga komponen yang digunakan lebih awet. Sehingga dapat digunakan lagi sebagai media memadamkan api jika suatu saat terjadi kebakaran di tempat yang sama. Secara garis besar cara penggunaan hidrant yang benar adalah sebagai berikut:

1. Persiapan Selang Fire Hose 

Angkat selang fire hose mendekat, bisa juga dipanggul jika terasa berat dan lempar selang tersebut ke arah yang mendekati api.

Posisikan selang agar tidak terbelit, sehingga aliran air nantinya bisa berjalan dengan lancar.

Jika panjang selang kurang, maka bisa ditambah dengan selang lainnya.

Menyambungkan pangkal selang dengan hydrant pillar. Jika sumber air dari box hydrant biasanya tidak perlu menyambungkan selang namun Langsung ditarik ke arah api.

2. Persiapan Nozzle

Posisikan kaki agak merenggang agar tumpuan ke tanah kuat, persiapkan nozzle dengan pegangan yang sempurna.

posisi salah satu tangan adalah memegang ujung nozzle, dan tangan satunya pada pangkal dengan menjepitkan ke ketiak supaya tidak goyah.

berikan kode ke operator jika anda merasa sudah siap memadamkan api.

3. Persiapan Aliran Air 

cara untuk mengalirkan air dari pemegang nozzle adalah tangan lurus keatas

Sedangkan kode untuk menghentikan aliran air adalah melipat siku tangan dengan berulang-ulang.

Cara Penggunaan Fire Hydrant sesuai prosedur berdampak baik untuk instalasi

Beberapa Pedoman Penggunaan Fire Hydrant diatas ada yang perlu diperhatikan, yaitu saat menjadi Operator adalah tidak membuka kran air (valve) terlalu cepat. Sifat air yang ada dalam instalasi fire hydrant adalah air yang mempunyai tekanan, sehingga bisa membahayakan petugas yang ada di depan (pemegang Noozzle)seperti terpental karena pijakan tidak kuat. Menutup kran juga tidak disarankan dengan tergesa-gesa karena bisa mengakibatkan water hammer yang dapat merusak peralatan fire hydrant. Dengan mengikuti prosedur Cara Penggunaan Fire Hydrant yang tertulis diatas diharapkan hidrant dapat Berfungsi Dengan Baik Untuk Padam Kan Api

Saturday, 04 February 2017 05:12

Alat Hidrant

Hydrant adalah sebuah alat perlindungan api aktif yang disediakan di sebagian wilayah perkotaan, pinggiran kota, dan pedesaan yang memiliki ketersediaan (pasokan) air yang cukup yang memungkinkan petugas pemadam kebakaran untuk menggunakan pasokan air tersebut untuk membantu memadamkan kebakaran.

Hydrant merupakan koneksi  yang berupa alat yang terdapat di atas tanah yang menyediakan akses pasokan air untuk tujuan pemadaman kebakaran. Air yang digunakan untuk hydrant ini dapat bertekanan, seperti dalam kasus dimana hdran tersambung dengan pompa dalam menghasilkan tekanan, atau unpressurized (tidak bertekanan) dimana hydrant tersambung secara langsung ke sumber air seperti kolam atau tangki air dengan menggunakan pompa tersendiri.

 

Tiap hydrant memiliki satu atau lebih penghubung (connector) selang kebakaran. Jika suplai air bertekanan, maka hydrant juga dilengkapi dengan satu atau lebih katup untuk mengatur aliran air. Dalam rangka menyediakan air yang cukup untuk pemadaman kebakaran, hydrant dianjurkan untuk dapat memberikan debit air minimum 250 galon per menit (945 liter per menit).

Kebutuhan akan hydrant yang semakin tinggi diiringi dengan munculnya sistem air bawah tanah. Sebelumnya,air diperoleh dari sumur terdekat atau kolam yang mudah di akses. dan yang pastinya sistem borair khusus di buatkan untuk saluran air sistem fire Hidrant tersendiri . Hal inimempermudah dalam proses pemadaman kebakaran karena akses terhadap suplai air yang kemungkinan sulit didapat di sekitar lokasi kebakaran.

Fire HIdrant adalah

merupakan sebuah terminal air bantuan darurat ketika terjadi kebakaran. Hydrant juga berfungsi untuk mempermudah proses penanggulangan ketika bencana kebakaran melanda. Pada saat terjadinya peristiwa kebakaran Fire hydrant harus  mudah  terlihat  dan  segera dapat dipergunakan.  National    Fire

Protection Association (NFPA) secara spesifik menyakan bahwa Fire hydrant harus diwarnai dengan chrome yellow atau warna lain yang mudah terlihat, tetapi sebenarnya aspek terpenting adalah warna tersebut harus konsisten terutama  dalam satu wilayah.  Jenis Hydrant

Ada dua jenis hydrant yaitu sebagai berikut ini:

Geologi

Geologi yang dimaksud adalah jenis tanah yang ada di kota Medan. Karakteristik tanah yang cocok untuk kawasan industri adalah bertekstur sedang sampai kasar.

Hidrologi

Hidrologi yang dimaksud adalah ketersediaan air di kota . Wilayah yang mempunyai ketersediaan air tinggi menjadi salah satu penentu untuk keputusan pembangunan lokasi hydrant karena air sangat diperlukan untuk  fire hydrant. Ketersediaan air ini dapat berupa air sungai atau air PAM.

Aksesibilitas

Aksesibilitas yang dimaksud adalah jalur transportasi yang terdapat di kota. Dalam penelitian ini jalan dibedakan menurut jenisnya, yaitu jalan tol, jalan arteri, jalan kolektor, jalan local, dan rel kereta api yang ditentukan secara manual.

PERLINDUNGAN KEBAKARAN DENGAN FIRE HYDRANT SYSTEMS merupakan solusi mutlak bagi pemilik gedung yang ingin meningkatkan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) disamping untuk melindungi aset perusahaan atau resourse Anda dari bahaya kebakaran.

 

api dapat dengan cepat menjalar dengan cukup oksigen dan bahan bakar lainnya, bahkan api kecil dapat berubah menjadi kobaran api skala penuh, menghancurkan segala sesuatu di lingkungan Anda hanya dalam waktu enam menit. Masalahnya adalah, bahkan jika tim pemadam kebakaran bergegas memberi bantuan menuju tempat Anda, faktor-faktor eksternal seperti lalu lintas dan konstruksi bisa mencegah mereka dalam mencapai lokasi aset Anda. Yang berarti bahwa untuk mengalahkan api, Anda memerlukan dua hal penting di sisi Anda: waktu respon cepat dan peralatan pemadam kebakaran yang kuat yang mudah diakses di tempat sekarang ini menjadi hal wajib yang sangat perlu disediakan untuk setiap lokasi.

Sebuah sistem fire hydrant adalah pemadam kebakaran mandiri dalam bentuk jaringan sistem pemipaan dengan berbagai komponen peralatan deteksi dan mekanikal, sebuah sistem jaringan distribusi air yang didukung oleh sejumlah komponen dan aksesoris seperti pompa kebakaran, sistem perpipaan, tangki air dll.

Seiring perkembangan industri yang disertai pembangunan gedung serta infrastruktur yang telah dicanangkan pemerintah melalui program pembangunan bidang konstruksi, maka sangat dibutuhkan sumber daya manusia Indonesia yang ahli dalam menunjang pembangunan tersebut yang didukung oleh manajemen perusahaan yang memberi solusi dalam menjaga keselamatan dan pencegahan dini dari bahaya yang dapat merugikan semua pihak terutama penyediaan akan infrastruktur pencegahan kebakaran

instalasi Fire Hydrant System - Solusi Lengkap Bersama Tim Berpengalaman Lebih Dari 5 Tahun

 

Misi utama kami sebagai tim dan manajemen adalah memberikan solusi lengkap pada Anda yang ingin merencanakan dan menerapkan Instalasi Fire Hydrant System pada Aset tempat Anda berusaha atau bekerja. Bila Anda adalah pemilik gedung, kami dapat memberi support dalam hal perencanaan anggaran pembangunan jaringan pipa dan pompa serta komponen peralatan lainnya yang dibutuhkan sesuai dengan budget dan kapasitas yang Anda miliki.

BIla Anda sebagai Building Manager (BM) atau Purchasing sekalipun, Anda akan mendapatkan informasi komprehensif tentang Data dan informasi yang paling Anda butuhkan untuk diajukan ke manajemen perusahaan Anda.

Prinsipnya, segala kebutuhan akan tetap dapat diakomodir. Dari kami, hanya 2 hal permintaan fundamental yang penting yaitu Survey Lokasi, dan atau yang kedua adalah Gambar Layout Gedung atau Lokas

Prosedur Standard awal Anda berinteraksi dengan Tim kami adalah dengan proses assessment sebagai berikut :

Anda memperoleh nomor kontak dan menghubungi kami

Kami menyesuaikan permintaan Anda dengan beberapa pertanyaan dan masukan dari Anda

Kami meminta kirim gambar layout gedung Anda atau

Kami melakukan Survey Lokasi Gedung / Bangunan Anda

Kami memberikan Penawaran Harga resmi

 

anda mereview Penawaran Harga dari kami

Kami menghubungi Anda bila terdapat hal-hal yang perlu kami jelaskan

Anda menghubungi kami untuk permintaan kunjungan atau pertemuan tekhnis

Anda menghubungi kami atau meminta kunjungan kami untuk melakukan negosiasi harga

 

Proses PO, Kontrak dan Pelaksanaan Pekerjaan.

Peralatan Utama Fire Hydrant System

Ada beberapa Peralatan Utama Fire Hydrant System yang berfungsi sebagai komponen yang terintegrasi satu sama lain dalam suatu rangkaian system hydrant diantaranya :

 

1. Pompa Hydrant

Pompa Hydrant merupakan peralatan utama fire hydrant yang berfungsi mensuplai air bertekanan tinggi untuk didistribusikan ke jaringan pipa sampai ujung splinkler. Pompa Hydrant terdiri dari 3 Jenis Pompa Hydrant yang dijelaskan sebagai berikut :

Diesel Pump Diesel Pump bekerja sebagai pengganti electric pump bila terjadi pemadaman arus listrik saat terjadi kebakaran. Dengan kapasitas mencapai 2850 liter per menit dapat menekan air dari sumber tangki penampung (reservoir) ke seluruh jaringan pipa pemadamPompa hydrant elektrik adalah pompa utama pada jaringan instalasi fire hydrant yang fungsinya memasok air dari groundtank (tandon reservoir) ke pipa – pipa dalam saluran fire hydrant sampai ke ujung pengeluaran (nozzle) pada hydrant pillar untuk luar gedung atau hydrant box yang ada di dalam gedung saat terjadi kebakaran pada area yang diproteksi. Disebut sebagai pompa hydrant elektrik karena menggunakan energi listrik untuk menggerakkan turbin saat bekerja mengalirkan air. Selain pompa hydrant elektrik, pada jaringan instalasi fire hydrant juga ada pompa hydrant diesel yang fungsinya untuk membantu menstabilkan tekanan dalam jaringan fire hydrant akibat penurunan tekaran secara bertahap saat air keluar dari noozle maupun sprinkle, atau sebagai pengganti pompa hydrant elektrik saat terjadi kegagalan system dan mati listrik.

 

Cara Kerja Pompa Hydrant Elektrik

Sebagian besar Pompa Hydrant Elektrik bekerja secara Sentrifugal End Suction yaitu mendorong air dengan tekanan besar melalui turbin yang ada di dalam body pompa hydrant elektrik menjauh dari center (gerakan sentrifugal). Putaran pompa saat bekerja bisa mencapai pada kecepatan 2.900 rpm. Dan dapat mengalirkan air sampai pada 2850 liter / menit. Pemasangan pompa harus diperhatikan, agar tidak terjadi kesalahan dalam operasi dan mudah saat akan melakukan inspeksi dan maintenance rutin. Hal ini menjadi penting karena jika terjadi kesalahan yang mendasar pada penempatan pompa, akan menyulitkan kontraktor karena harus membongkar seluruh sistem pemipaan pada jaringan instalasi fire hydrant. Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai cara kerja pompa hydrant elektrik anda bisa melihat video dibawah in

 

Standar pemasangan Pompa Hydrant Elektrik

Pompa hydrant elektrik sebelum dipasarkan dan digunakan untuk pompa dalam jaringan instalasi fire hydrant, telah diuji sebelumnya dengan standar yang ketat. Dilihat dari fungsi pompa yang sangat dominan dalam setiap jaringan fire hydrant. Maka standarisasi dari komponen pompa ini harus jelas. Setiap pompa harus terdaftar sebagai pompa khusus untuk alat pemadam api. Pengujian terhadap pompa hydrant elektrik ini dilakukan oleh organisasi pihak ketiga yang berkompeten. Seperti, UL (Underwriters Laboratories) yang merupakan badan organisasi keamanan kerja internasional yang berpusat di Northbrook, Illinois, Amerika Serikat. Organisasi ini sejak tahun 1894 telah menerbitkan beberapa standar sertifikasi, testing, validasi, inspeksi, audit dan training terhadap peralatan keamanan dan komponen listrik seperti pompa hydrant elektrik ini. Dalam instalasi pompa hydrant elektrik, kontraktor menggunakan acuan Internasional dari NFPA 20 (National fire protection association) sebagai kode utama untuk membantu dalam proses instalasi pompa kebakaran tersebut. Bromindo sebagai perusahaan kontraktor besar dalam fire hydrant siap menjadi partner anda untuk melakukan instalasi, inspeksi, dan maintenance fire hydrant, fire sprinkle, fire alarm ke seluruh Indonesia

 

Electric Pump

Electrik Pump wajib diadakan dalam membangun jaringan fire hydrant system. pompa hydrant ini berfungsi sebagai penyuplai utama tekanan air untuk dihantarkan ke hydrant valve, hose reel atau hydrant pillar.

Hydrant pump merupakan komponen utama dalam sebuah system hydrant. tanpa hydrant pump, system tidak akan dapat bekerja. fungsi utama dari hydrant pump adalah memompa air dari reservoir (sumber air) ke seluruh jaringan instalasi yang tersedia. kapasitas pompa disesuaikan dengan luas dan tinggi bangunan yang diproteksi, jumlah titik hydrant atau sprinkler, dan jenis atau tata letak bangunan. dalam system hydrant standart, terdapat 3 buah pompa hydrant yakni elektric fire pump yang bekerja dengan daya dari sumber listrik, diesel fire pump menggunakan daya dari bakan bakar bensin / solar yang bekerja saat elektrik pump gagal bekerja karena tidak terdapat pasokan listrik, dan jockey pump yang berfungsi untuk menstabilkan tekanan di dalam pipa jika turun. Pompa hydrant pada umumnya dikendalikan oleh sensor tekanan dan dapat bekerja secara otomatis. Ketika petugas pemadam kebakaran membuka hydrant pillar / valve, atau ketika sprinkler pecah di dalam ruangan, air akan menyembur keluar dari sistem dan secara otomatis tekanan akan turun. Sensor tekanan / pressure switch akan mendeteksi penurunan ini dan mengirimkan sinyal ke panel fire pump untuk menyalakan pompa. sementara cara untuk mematikan pompa kebakaran adalah secara manual di ruang pompa

 

Cara Kerja Hydrant Pump :

Arus adalah volume air yang dialirkan melalui instalasi pipa dengan cara kekuatan mekanik dari pompa kebakaran. Diukur dalam galon per menit (gpm), aliran adalah faktor definitif dalam apakah api akan dikendalikan atau tidak. Aliran minimum yang disarankan untuk operasi di gedung yang terbakar adalah 250 gpm-500 gpm atau bisa lebih dari 1000 gpm tergantung dari ketinggian gedung dan kapasitas tandon air. Tentu saja, semakin besar kebutuhan aliran, semakin besar diameter pipa diperlukan. kapasitas aliran pompa terlisting di pada lempengan spesifikasi pabrik, dipasang pada panel / badan pompa seperti gambar dibawah ini. Kapasitas Sebuah pompa tergantung pada ukuran impeller dan saluran air.

 

fire pump plate

Tekanan dalam Fire Pump

Tekanan, diukur dalam pound per inci persegi (psi), yaitu kekuatan air yang bergerak melalui hoselines. prinsipnya saat tekanan meningkat, aliran otomatis meningkat, asalkan sumber air memiliki kapasitas yang diperlukan maka pompa akan terus mengalirkan air ke saluran output.  yang perlu diperhatikan adalah, semakin besar tekanan maka spesifikasi teknis seperti pipa, selang, dan nozzle harus lebih kuat. karena jika tidak, komponen seperti selang dapat pecah karena tidak mampu mencover tekanan yang dialirkan. hal ini tentunya akan merugikan karena tidak dapat memadamkan api secara efektif dan bahkan bisa membahayakan keselamatan petugas.

 

Jockey Pump

Pompa ini berfungsi menstabilkan tekanan air sehingga dapat melancarkan proses pemadaman. Keterangan lengkap segera dibahas pada artikel terpisah.mpa jockey adalah pompa kecil yang terhubung ke sistem penyiram api untuk menjaga tekanan tertentu dalam sistem sprinkler, dan ukuran untuk Pastikan bahwa jika api-sprinkler diaktifkan, akan ada penurunan tekanan sistem.

Pompa jockey adalah pompa kecil yang terhubung ke sistem penyiram api untuk mempertahankan tekanan di pipa sprinkler. Hal ini untuk Pastikan bahwa jika api-sprinkler diaktifkan, akan ada penurunan tekanan, yang akan dirasakan oleh api pompa pengendali otomatis, yang akan menyebabkan pompa kebakaran untuk memulai.

 

Pompa jockey adalah ukuran untuk aliran kurang dari aliran satu sprinkler untuk Pastikan penurunan tekanan sistem. Oleh karena itu pompa jockey adalah bagian penting dari sistem kebakaran pompa kontrol.pompa jockey biasanya kecil pompa sentrifugal multistage, dan tidak harus terdaftar atau bersertifikat untuk aplikasi sistem kebakaran. Peralatan kontrol untuk joki pompa namun dapat membawa persetujuan.

 

2. Jaringan Pipa Hydrant

Penyediaan jaringan pipa hydrant merupakan komponen utama lainnya yang diperlukan sebagai tempat penyaluran air dalam proses pendistribusian oleh pompa utama. Jaringan Pipa Hydrant menyalurkan air ke seluruh lokasi hyrant pillar atau hose reel maupun hydrant valve sampai dapat memadamkan api.Pipa Fire Hydrant

Fungsi Pipa Fire Hydrant adalah untuk menyalurkan atau mendistribusikan air ke titik-titik pengeluaran pada jaringan proteksi kebakaran.

Jangan pipa pada Fire Hydrant dapat dibedakan menjadi 5 jenis, yaitu:

Suction (Pipa Hisap);

 

Pipa Penyalur;

Pipa Header;

Pipa Tegak (Riser);

Pipa Cabang;

Suction Hydrant System

 

Suction (Pipa Hisap)

Suction (Pipa Hisap) adalah hydrant yang dilengkapi slang berdiameter 2.5". Penggunaannya diperuntukan bagi petugas kebakaran atau orang yang terlatih.

Pipa Penyalur

Pipa Penyalur adalah pipa yang terbentang dari pipa header sampai pipa tegak atau ke hydrant halaman. Diameter pipa bervariasi antara 4", 6", 8" sesuai dengan besar kecilmya sistem hydran yang dipasang.

Pipa Header

Pipa header dapat dikatakan sebagai pipa antara/penghubung utama, yang ukuran diameternya biasanya lebih besar dibandingkan pipa-pipa lainnya.

Pipa header sebagai tempat bertemunya pipa pengeluaran (discharge) dari pompa jockey, pompa utama, maupun pompa cadangan, sebelum masuk ke pipa penyalur.

Selain itu pipa header biasanya dihubungkan juga ke tangki bertekanan (pressure tank), tangki pemancing (priming tank), sirkulasi/by passke reservoir utama (safety valve), pressure switch, dan ke manometer untuk mengukur tekanan kerja pompa

 

Pipa Tegak (Riser)

Pipa tegak adalah pipa yang dipasang vertikal dari lantai terbawah ke lantai teratas dari bangunan yang dihubungkan dari pipa penyalur.

Pipa Cabang

Pipa cabang  adalah pipa yang dihubungkan dari pipa tegak sampai ke titik pengeluaran (outlet) hydrant pada lantai-lantai bangunan.

 

3. Hydrant Pillar

Hydrant Pillar berfungsi untuk menyalurkan output air dari jaringan pipa sehingga dapat disambungkan dengan selang pemadam atau fire hose.

Hidrant pilar adalah alat pemadam kebakaran yang terhubung dengan sumber air bertekanan. Alat ini bermanfaat untuk pemadaman api tanpa membuat penggunanya khawatir terhadap kekurangan pasokan air. Hadir dengan dua varian, yakni cabang satu dan cabang dua, hydrant pillar diperuntukkan untuk pemakaian outdoor. Perbedaan cabang satu dan cabang dua terletak pada berapa sumber air yang dapat dialirkan saat penggunaan.

Di atas permukaan tanah, hydrant pillar adalah sebuah pilar berwarna merah yang dapat dihubungkan dengan selang pemadam kebakaran saat dibutuhkan. Di bawah permukaan tanah, alat ini memiliki sistem instalasi yang terintegrasi dengan komponen-komponen pendukung lainnya seperti pipa utama pengalir air, pipa bertekanan serta support block untuk alas dan penyangga.

Artinya, pemasangan hydrant pillar membutuhkan perhitungan yang matang dan bukan sekedar persoalan meletakkan alat. Ada tiga hal yang perlu diperhatikan. Pertama, marking lokasi di mana akan diletakkan hydrant pillar dalam arti jauh dekatnya alat ini dengan bangunan yang dilindungi. Kedua, keberadaan pipa pengalir air di sekitar lokasi. Ketiga, bagaimana jalur pipa akan memiliki akses langsung dengan hydrant pillar sehingga akhirnya dapat mengalirkan air.

Bahan dasar besi lapis chrome menjadikan hydrant pillar sebagai alat pemadam kebakaran yang antikarat. Setiap hydrant pillar dilengkapi juga dengan sistem drainase yang terbuat juga dari bahan antikarat. Dengan begitu, meskipun diletakkan di luar, kualitas hydrant pillar akan tetap terjaga meskipun mengalami perubahan cuaca dan suhu yang ekstrem dan selalu siap digunakan sebagai alat pemadam api jika sewaktu-waktu terjadi kebakaran.

 

Hydrant pilar atau sering disebut dengan hydrant halaman atau hydrant kota adalah suatu sistem pencegah kebakaran yang membutuhkan pasokan air dan dipasang di luar bangunan. Hydrant ini biasanya digunakan oleh mobil pemadam kebakaran (PMK) untuk mengambil air jika kekurangan dalam tangki mobil. Hydrant ini di letakkan disepanjang akses mobil PMK. Karakteristik dan kesesuaian lahan untuk loaksi hydrant adalah sebagai berikut

 

4. Fire Hose 

Fire Hose atau Selang Pemadam adalah peralatan utama yang berfungsi sebagai pengarah output air sehingga dapat langsung disemburkan pada titik api yang dituju.

Fire Nozzle merupakan sebuah terminal air bantuan darurat ketika terjadi kebakaran. Hydrant juga berfungsi untuk mempermudah proses penanggulangan ketika bencana kebakaran melanda. Pada saat terjadinya peristiwa kebakaran Fire hydrant  harus  mudah  terlihat  dan  segera dapat dipergunakan.Fire Fire Nozzle merupakan sebuah terminal air bantuan darurat ketika terjadi kebakaran. Hydrant juga berfungsi untuk mempermudah proses penanggulangan ketika bencana kebakaran melanda. Pada saat terjadinya peristiwa kebakaran Fire hydrant  harus  mudah  terlihat  dan  segera dapat dipergunakan. Fire Nozzle merupakan sebuah terminal air bantuan darurat ketika terjadi kebakaran. Hydrant juga berfungsi untuk mempermudah proses penanggulangan ketika bencana kebakaran melanda. Pada saat terjadinya peristiwa kebakaran Fire hydrant  harus  mudah  terlihat  dan  segera dapat dipergunakan. National  Fire

 

5. Hydrant Box

Hydrant Box digunakan untuk menyimpan peralatan seperti fire hose, hose rack, hose reel dan nozzle selain sebagai tempat hydrant valve untuk disambungkan dengan selang pemadam / fire hose bila terjadi kebakaran. 

Box Hydrant Dan Perlengkapannya

Fire Nozzle merupakan sebuah terminal air bantuan darurat ketika terjadi kebakaran. Hydrant juga berfungsi untuk mempermudah proses penanggulangan ketika bencana kebakaran melanda. Pada saat terjadinya peristiwa kebakaran Fire hydrant  harus  mudah  terlihat  dan  segera dapat dipergunakan.  National

Fire

Box hydrant dan perlengkapannya merupakan sebuah box yang di cat menggunakan warna merah, pada sisi bagian depan bertuliskan HYDRANT. Box hydrant dan perlengkapannya berfungsi untuk menyimpan selang kebakaran dan nozzle sehingga perlengkapan yang tersimpan di dalam hydrant box dapat lebih tahan lama.  Hal ini juga untuk mempermudah fireman ( petugas kebakaran ) dalam melakukan pemadaman sebuah kebakaran saat kebakaran terjadi. Box hydrant dan perlengkapannya biasanya di tempatkan bersebelahan dengan hydrant pillar. Box Hydrant Dan Perlengkapannya

Ada kalanya hydrant box dan perlengkapannya ditambahkan hose rack yang berfungsi untuk menempatkan selang agar selang dapat tersusun dengan rapi, manfaat lain dari hose rack untuk mempermudah petugas kebakaran saat akan menggunakan, karena dengan menggunakan hose rack fireman ( petugas kebakaran ) tidak perlu menggelar selang dengan cara melempar tetapi cukup dengan menarik bagian ujung selang menuju ke sumber kebakaran, hal ini akan mempermudah petugas kebakaran dalam melaksanakan pekerjaannya dan mempercepat proses kerja.

 

Hydrant box memiliki 2 macam type

Hydrant Box Outdoor : hydrant box ini dipasang diluar ruangan bersebelahan dengan hydrant pillar

 

Hydrant Box Indoor : hydrant box indoor dipasang di dalam gedung, sebagai pengganti hydrant pillar maka didalam hydrant box indoor di pasang hydrant valve yang berfungsi sebagai outlet jaringan hydrant. hydrant valve yang terpasang di dalam hydrant box indoor sudah di lengkapi dengan coupling sehingga selang dapat terhubung dengan valve hydrant. Penempatan hydrant box indoor terpasang menempel pada dinding, untuk perlengkapannya sama dengan hydrant box outdoor. Biasanya ukuran selang dan nozzle untuk hydrant box indoor lebih kecil dibanding dengan hydrant box outdoor. Ukurang selang Box indoor menggunakan selang berdiameter 1,5″ sedang penggunaan selang pada hydrant box outdoor menggunakan selang berukuran 2,5″.

Untuk melakukan perawatan Box Hydrant Dan Perlengkapannya baik hydrant box outdoor maupun hydrant box indoor, hindari genangan air yang biasanya terjadi sehabis menggunaan selang kebakaran, upayakan melakukan pengeringan selang sebelum menempatkan selang kebakaran didalam box hydrant, hal ini dilakukan agar box tidak mudah korosif yang akan memperpendek usia box hydrant. Ini adalah sebuah cara agar hydrant box dan perlengkapannya dapat bertahan lebih lama.

 

Hydrant Box

Hydrant Box atau Hydrant gedung adalah suatu sistem pencegah kebakaran yang menggunakan pasokan air dan dipasang di dalam bangunan atau gedung dan untuk menentukan jumlah dan titik hydrant gedung menggunakan acuan Standart National Indonesia (SNI).

Topografi juga berpengaruh penting terhadap kelancaran tekanan air pada hydrant. Semakin tinggi lokasi yang akan digunakan semakin kecil tekanan airnya.

Penggunaan Lahan

Penggunaan lahan digunakan untuk melihat daya dukung lahan yaitu untuk mengetahui sejauh mana kemampuan sumber daya lahan untuk suatu penggunaan tertentu. Lahan yang dimaksud adalah lahan kering yang berada  di wilayah pemukiman atau yang sudah padat penduduk.