Thursday, 27 April 2017 10:51

Cara Menggunakan Alat Pemadam Api

Ini Penjelasan PASS

PASS adalah cara penggunaan alat pemadam kebakaran atau cara penggunaan apar yang baik dan benar yang telah umum diketahui. Cara ini merupakan metode standar yang dipakai Dinas Pemadam Kebakaran maupun user / pengguna dengan penjelasan sebagai berikut :

Tetapi, metode ini masih belum dipahami dengan jelas dan tepat oleh pengguna alat pemadam kebakaran terutama bagi yang belum mengetahui tentang kaidah K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja). Karena itu sebelumnya berikut ini kami berikan informasi penting langkah-langkah menggunakan alat pemadam kebakaran yang benar dan tepat sesuai tipe tabung pemadam kebakaran. Ini penjelasan lengkapnya ;

 

4 Langkah-Langkah Sebelum Menggunakan Alat Pemadam Tipe Portable

1. P = Pull artinya tarik segel

2. A = Aims artinya cabut pin

3. S = Squeeze artinya tekan gagang tabung

 

4. S = Sweep artinya sapu ke kiri dan ke kanan

 

Bila mengetahui adanya asap atau api, segera ingat dan temukan posisi alat pemadam pemadam kebakaran portable terlebih dahulu. Ini merupakan petunjuk cara menggunakan alat pemadam kebakaran yang utama.

Setelah menyadari adanya asap atau api dan mengetahui posisi alat pemadam kebakaran portable, segera ambil dari tempat APAR digantung.

Kemudian bawa tabung pemadam tersebut ke tempat terdekat api dengan jarak 3 meter dari api.

Siap-siap dengan posisi kuda kuda, kemudian gunakan cara menggunakan alat pemadam kebakaran dengan betul dan tepat.

Berikut caranya ;

 

4 Cara Menggunakan Alat Pemadam Kebakaran Paling Tepat

Inilah Cara Menggunakan Alat Pemadam Api Ringan dengan betul dan Petunjuk Penggunaan APAR yang dikhusukan pada cara memakai alat pemadam kebakaran dengan bahan kimia kering dan cara penggunaan alat pemadam api jenis abc.

 

Setelah bersiap siap dengan posisi kuda kuda,  gunakan metode PASS. Penjelasan detailnya sebagai berikut :

1. Cabut Segel ; Segel adalah pengunci Pin Gagang / Valve Tabung (Ingat, pengunci Pin, bukan Pengunci Gagang / Valve Tabung) yang berposisi diatas kepala tabung. Segel ini ada 2 model yaitu model plastik dan model timah, fungsinya untuk manahan pin gagang agar tidak tercabut.

2. Tarik Pin : Pin adalah pengunci valve tabung yang berposisi diantara valve gagang penekan tabung yang berbentuk besi kecil, fungsinya untuk menahan valve gagang tabung sehingga tidak tertekan (tidak mengeluarkan isi tabung).

3. Tekan Gagang : Gagang atau Valve tabung berada di posisi paling atas tabung. Tekan gagang tabung dengan posisi stand by kuda kuda sambil arahkan nozzle selang ke titik api.

4. Sapu ke kiri dan ke kanan : Setelah isi tabung keluar dan diarahkan ke titik api, segera sapu ke kiri dan ke kanan untuk menutup semburan api sampai padam.

Cara Menggunakan ALat Pemadam Api Co2

Kandungan 1 kg sampai 5 kg cairan CO2

Durasi – 20 detik / lebih

Daya pancur – 1 meter sampai 2,5 meter

Langsung tembak ke jarak terdekat dengan api 

Lakukan gerakan menyapu 

Desak api bergerak jauh ke samping / belakang hingga padam

Sifat Media Pemadam CO2

 

Non combustible

Tidak mengantar arus listrik

Tidak meninggalkan bekas

Berbahaya bila digunakan dalam ruangaan tertutup

Selain untuk pemadaman dipakai juga untuk bahan pendorong

Thermal shock effect

Tidak dapat diperuntukan memadamkan api Klas D dan bahan kimia yang mengandung Oksigen (Cellulose Nitrate ) 

Sifat Pemadamannya :

 

• Smothering : Menurunkan kadar 02 ( oksigen ) didalam udara. 

• Cooling : Mengambil sebagian panas.

cara menggunakan apar & Tata Cara Penempatan

Tabung Pemadam Kebakaran 3 kg ini harus ditempatkan di tempat-tempat yang memenuhi syarat sebagai berikut :

1. Setiap Jarak 20 meter.

2. Ditempat yang mudah di jangkau dan dilihat.

3. Pada jalur keluar arah refleks pelarian.

4. Memperlihatkan suhu sekitarnya.

5. Tidak terkunci.

6. Memperhatikan jenis dan sifat bahan yang dapat terbakar.

7. Intensitas kebakaran yang mungkin terjadi seperti jumlah bahan bakar, ukurannya, kecepatan menjalarnya.

8. Orang yang akan menggunakannya.

9. Kemungkinan yang mungkin timbulnya reaksi kimia.

10. Efek terhadap keselamatan dan kesehatan orang yang menggunakannya.

SOP Pelatihan Penggunaan Apar Alat Pemadam Kebakaran hanya sebatas untuk memadamkan api pada mula kebakaran dengan ukuran relatif kecil dan dalam waktu tidak lebih dari 3 menit untuk bahan cair dan gas, serta tidak lebih dari 10 menit untuk bahan padat.disebut juga dengan alat pemadam kebakaran Trolley karena pada umumnya dilengkapi dengan dua buah roda untuk memudahkan mobilitas pengguna. Roda diperlukan karena APAB memiliki bobot cukup besar, yakni dari kisaran 20 (dua puluh) s/d 100 (seratus) kg.

Tata cara (Prosedur) penggunaan APAR (Alat Pemadam Api Ringan) / Tabung Pemadam Kebakaran :

Tarik/Lepas Pin pengunci tuas APAR / Tabung Pemadam.

Arahkan selang ke titik pusat api.

Tekan tuas untuk mengeluarkan isi APAR / Tabung Pemadam.

Sapukan secara merata sampai Api Padam

 

Metode prinsip pemadam api kebakaran

Pendinginan

Menghilangkan unsur panas.

Menggunakan media bahan dasar air.

Isolasi

Menutup permukaan benda yang terbakar untuk menghalangi unsur O2 menyalakan api.

Menggunakan media serbuk ataupun busa.

Dilusi

Meniupkan gas inert untuk menghalangi unsur O2 menyalakan api.

Menggunakan media gas CO2.

Pemisahan Bahan Mudah Terbakar

Memisahkan bahan mudah terbakar dari unsur api.

Memindahkan bahan-bahan mudah terbakar jauh dari jangkauan api.

Pemutusan Rantai Reaksi

Memutus rantai reaksi api dengan menggunakan bahan tertentu untuk mengikat radikal bebas pemicu rantai reaksi api.

Kejadian kebakaran pada umumnya menimbulkan banyak kerugian baik itu korban jiwa maupun kerugian harta benda. Hal tersebut dikarenakan pada umumnya kebakaran sulit untuk dikendalikan Untuk dapat memadamkan api (kebakaran) terdapat beberapa metode cara berdasarkan teori terbentuknya api (segitiga api) yaitu diantaranya ialah dengan metode pendinginan, isolasi, dilusi, pemisahan bahan mudah terbakar dan pemutusan rantai reaksi api.

Metode prinsip pemadaman api kebakaranSedangkan pengertian (definisi) Kebakaran ialah nyala api baik kecil maupun besar pada tempat, situasi dan waktu yang tidak dikehendaki yang bersifat merugikan dan pada umumnya sulit untuk dikendalikan.

Kebakaran juga termasuk dalam salah satu kategori kondisi/situasi darurat di lingkungan Perusahaan baik dari luar maupun dalam lokasi tempat kerja.(dipadamkan). Untuk menghindari kerugian yang dimaksud, maka perlu kita kenali sifat-sifat terjadinya (tahap-tahap) kebakaran tersebut.

Tahap-tahap kebakaran tersebut antara lain :

Tahap Kebakaran Muncul

Reaksi 3 (tiga) unsur api (panas, oksigen dan bahan mudah terbakar).

Dapat padam dengan sendirinya apabila api tidak dapat mencapai tahap kebakaran selanjutnya.

Menentukan tindakan pemadaman atau untuk menyelamatkan diri.

Tahap Kebakaran Tumbuh

Api membakar bahan mudah terbakar sehingga panas meningkat.

Dapat terjadi flashover (ikut menyalanya bahan mudah terbakar lain di sekitar api karena panas tinggi).

Berpotensi menimbulkan korban terjebak, terluka ataupun kematian bagi petugas pemadam.

Tahap Kebakaran Puncak

Semua bahan mudah terbakar menyala secara keseluruhan.

Nyala api paling panas dan yang paling berbahaya bagi siapa saja yang terperangkap di dalamnya.

Tahap Kebakaran Reda (Padam)

Tahap kebakaran yang memakan waktu paling lama di antara tahap-tahap kebakaran lainnya.

Penurunan kadar O2 (oksigen) atau bahan mudah terbakar secara signifikan yang menyebabkan padamnya api (kebakaran).

Terdapatnya bahan mudah terbakar yang belum menyala berpotensi menimbulkan nyala api baru secara.

Berpotensi menimbulkan backdraft (ledakan yang terjadi akibat masuknya pasokan oksigen secara tiba-tiba dari kebakaran ruang tertutup yang dibuka mendadak saat kebakaran berlangsung).

Gambar di bawah mengilustrasikan tahap-tahap kebakaran dari muncul api sampai kebakaran reda (padam):

 

 

Sunday, 05 February 2017 11:51

Petunjuk Penggunaan Fire Hidrant

Cara pemakaian Hidran Pengetahuan tentang bahaya dan penanggulangan kebakaran harusnya diketahui oleh setiap orang. informasi tentang Cara penggunaan hidrant harus disisipkan Dalam lingkungan kerja, perumahan, pabrik, hotel, sekolah maupun tempat lainnya pasti ada hal-hal yang menjadi ancaman untuk memicu terjadinya kebakaran. paling tidak orang kini harus mengetahui dasar-dasar penggunaan alat pemadam api ringan, fire hydrant, fire alarm atau prosedur evakuasi saat terjadinya kebakaran untuk mengurangi resiko yang terjadi akibat kebakaran tersebut, yang berupa kerugian material, investasi berharga, bahkan korban jiwa. Pengetahuan dasar mengenai cara penggunaan fire hydrant ini bisa didapat dengan mudah dari internet. Atau bisa mengikuti training tentang basic penggunaan alat pemadam yang biasanya diadakan oleh perusahaan untuk memberikan pengetahuan kepada para karyawan dengan pemateri dari orang-orang yang telah ahli dalam bidang penanganan fire fighting atau dari personel Dalam penggunaan fire hydrant secara umum, misal di sebuah perusahaan ada beberapa orang yang tergabung dalam tim fire brigade yang bertanggung jawab dalam tindakan pemadaman jika sewaktu-waktu terjadi kebakaran di area yang diproteksi. tim tersebut paling tidak terdiri dari:

Nozzle     : Bertugas berada di paling ujung yang mengarahkan noozle ke titik api

Hose       : Bekerja mempersiapkan selang dan menggulung saat pemadaman berhasil dilakukan

Pump      : fungsinya menangani permasalahan yang ada di ruang pompa

Valve      : kegunaanya membuka aliran air pada hydrant pillar

Commando : petugas memberikan komando ke semua anggota tim sekaligus penyampai pesan dari pumpman sampai nozzleman

Support : membersihkan area kebakaran agar petugas mudah menuju lokasi dan membantu hoseman mengatur selang sekaligus support pada nozzleman jika tekanan terlalu besar. untuk posisi ini paling tidak ada 2 orang.

Prosedur Cara penggunaan Fire Hydrant

Menggunakan Fire Hydrant harus sesuai dengan prosedur-prosedur yang berlaku, selain agar api dapat dipadamkan dengan baik juga untuk menjaga komponen yang digunakan lebih awet. Sehingga dapat digunakan lagi sebagai media memadamkan api jika suatu saat terjadi kebakaran di tempat yang sama. Secara garis besar cara penggunaan hidrant yang benar adalah sebagai berikut:

1. Persiapan Selang Fire Hose 

Angkat selang fire hose mendekat, bisa juga dipanggul jika terasa berat dan lempar selang tersebut ke arah yang mendekati api.

Posisikan selang agar tidak terbelit, sehingga aliran air nantinya bisa berjalan dengan lancar.

Jika panjang selang kurang, maka bisa ditambah dengan selang lainnya.

Menyambungkan pangkal selang dengan hydrant pillar. Jika sumber air dari box hydrant biasanya tidak perlu menyambungkan selang namun Langsung ditarik ke arah api.

2. Persiapan Nozzle

Posisikan kaki agak merenggang agar tumpuan ke tanah kuat, persiapkan nozzle dengan pegangan yang sempurna.

posisi salah satu tangan adalah memegang ujung nozzle, dan tangan satunya pada pangkal dengan menjepitkan ke ketiak supaya tidak goyah.

berikan kode ke operator jika anda merasa sudah siap memadamkan api.

3. Persiapan Aliran Air 

cara untuk mengalirkan air dari pemegang nozzle adalah tangan lurus keatas

Sedangkan kode untuk menghentikan aliran air adalah melipat siku tangan dengan berulang-ulang.

Cara Penggunaan Fire Hydrant sesuai prosedur berdampak baik untuk instalasi

Beberapa Pedoman Penggunaan Fire Hydrant diatas ada yang perlu diperhatikan, yaitu saat menjadi Operator adalah tidak membuka kran air (valve) terlalu cepat. Sifat air yang ada dalam instalasi fire hydrant adalah air yang mempunyai tekanan, sehingga bisa membahayakan petugas yang ada di depan (pemegang Noozzle)seperti terpental karena pijakan tidak kuat. Menutup kran juga tidak disarankan dengan tergesa-gesa karena bisa mengakibatkan water hammer yang dapat merusak peralatan fire hydrant. Dengan mengikuti prosedur Cara Penggunaan Fire Hydrant yang tertulis diatas diharapkan hidrant dapat Berfungsi Dengan Baik Untuk Padam Kan Api