Thursday, 06 April 2017 00:15

Komponen Pilar Hydrant Sistem

komponen pilar hydrant

 Apabila Anda memutuskan untuk memilih perangkat fire hydrant system sebagai salah satu dari rangkaian perangkat sistem proteksi bencana kebakaran yang akan Anda instalasi pada bangunan dan tempat bisnis Anda, maka langkah Anda sangatlah tepat. Tak asing lagi, perangkat fire hydrant system ini adalah sebuah sistem proteksi bencana kebakaran yang memiliki fungsi penting sebagai pemadam api kebaran yang mampu digunakan untuk menghadapi kobaran api kebakaran yang sudah tak terkendalikan sekalipun.

Spesifikasi Pillar Hydrant

Cara kerja hidrant Dibangun dengan terdirikan atas beberapa bagian bagian komponen hidrant, komponen terpisah yang membentuk satu kesatuan fungsi yang saling berkaitan, seperti komponen fire hydrant box, tangki atau bak persediaan supply air, fire hydrant pillar, jaringan perpipaan air, fire pumps, serta dibantu komponen-komponen pelengkap maupun aksesoris perangkat seperti fire hose, hose rack, hydrant valve, fire nozzle, pressure switch, pressure gauge, dan lain sebagainya, perangkat fire hydrant system ini mampu dijadikan sebagai senjata pelawan api kebakaran dalam keadaan darurat di saat alat-alat pemadam api jenis portable tak lagi mampu mengatasi nyala api kebakaran yang tak terkendali mengingat tabung portable hanya mampu menampung muatan media pemadam dalam kapasitas yang terbatas.

Tak hanya itu, dengan adanya komponen fire pillar hydrant, maka rangkaian perangkat fire hydrant system pun dapat dimanfaatkan oleh petugas pemadam kebakaran untuk mendapatkan supply air tambahan apabila sewaktu-waktu supply air dalam tangki yang ada pada mobil kebakaran telah habis sementara nyala api masih belum padam dan menunggu kedatangan bantuan mobil pemadam tambahan berisiko mengulur waktu serta memberi peluang bertambahnya kembali titik-titik api kebakaran. Oleh karena itu, kehadiran fire hydrant system ini sangat berguna dalam kondisi tersebut karena hanya dengan menyambungkan selang pemadam kebakaran dengan output hydrant valve yang ada pada komponen fire pillar hydrant, maka petugas bisa memperoleh tambahan supply air untuk melanjutkan upaya pemadaman api kebakaran.

Tak dapat dipungkiri, komponen fire pillar hydrant adalah salah satu komponen terpenting yang tak dipilih dari produk yang kurang berkualitas. Oleh karena hal inilah, sebelum Anda memutuskan untuk memilih merk tertentu dari produk pillar hydrant, hendaknya Anda mencermati keterangan dan penjelasan mengenai pillar hydrant specifications yang memuat keterangan spesifik dari produk, baik berupa keterangan kemampuan performa kapasitas, tekanan (bursting pressure maupun working pressure), warna, material, model, jumlah output valve way, berat, dan lain sebagainya.

Cara Memilih Pillar Hydrant

Pada umumnya, setiap merk produsen perangkat fire hydrant pillar akan memiliki kemiripan spesifikasi dengan merk produsen lainnya. Oleh karena itu, telitilah dalam menganalisa agar Anda benar-benar mendapatkan produk fire pillar hydrant yang lebih unggul dalam kualitasnya, mengingat performa akhir dari keseluruhan rangkaian perangkat fire hydrant system bergantung pada komponen pillar hydrant yang menjadi komponen output atau keluaran dari supply air yang berperan sebagai media pemadam api kebakaran.

Apabila komponen pillar hydrant tidak kokoh dan kualitasnya buruk, dikhawatirkan supply air yang dipompa oleh fire pumps dalam tekanan tinggi tersebut tak mampu ditahan oleh pillar hydrant yang berkualitas buruk. Hal ini tentunya akan sangat berisiko menyebabkan kekacauan dan kecelakaan bagi pengguna perangkat. Tak hanya itu, memperhitungkan aspek penempatan komponen fire pillar hydrant yang berada di halaman atau tempat terbuka, maka seharusnya material dan cat yang melindungi komponen tersebut haruslah dengan kualitas terbaik demi menjaga daya guna komponen dari perubahan suhu, cuaca, dan terik matahari yang berubah-ubah.

Untuk mendapatkan rekomendasi peralatan hidrant merk-merk produsen komponen fire pillar hydrant dengan kualitas terbaik beserta penjelasan nama hidran pillar hydrant specifications yang lebih rinci per merknya, segera hubungi tim penjualan PT Patigeni Mitra Sejati melalui contact-contact yang disediakan dalam menu

Sistem proteksi kebakaran yang berbasis  air sebagai media pemadaman. Sistem proteksi kebakaran Fire Hydrant digunakan saat proteksi kebakaran portable sudah tidak mampu menghadapi kebakaran yang semakin meluas. Sistem proteksi kebakaran ini di bangun berdasarkan regulasi wilayah setempat.

Fire Hydrant Box Indoor Guardall Type A1 dan A2

Hidrant box perlengkapan hidrant Ukuran 66 X 52 X 15 cm (A1) Ukuran 100 X 80 x 18 cm (A2) Dapat dilengkapi dengan : Fire Hose type PU atau Red Rubber coupling machino ukuran 1,5" X 20 m 1 unit Jet Nozle ukuran 1,5" coupling machino 1 unit Fire Hydrant valve ukuran 1,5" coupling machino 1 unit

pesifikasi Fire Hydrant Pillar Guardall spesifikasi hidrant pilar 

Type Coupling : Machino, Van der heyde (VDH)

Bursting Pressure: 30kg/Cm2

Working Pressure: 10kg/Cm2

Finishing: Red

Fire Hydrant Pillar Guardall Two Way

hidrant pilar two way Type: H-14AP, With Main Valve, Without Ball Valve, Model: Machino & VDH, Ukuran : 4" x 2,5"x 2,5", 2 Output keluaran Air

Fire Hydrant Pillar Guardall One Way

Type: H-13AP, With Main Valve, Without Ball Valve, Model: Machino & VDH, Ukuran : 3 " x 2, 5 ", 1 Output keluaran Air

Spesifikasi Fire Hose Ozeki

Test Pressure: -10 bar ( 15 bar 220 psi) dan -13 bar ( 20 bar 300 psi)

Ketahanan Panas Maksimal: + 70 Dec Celsius

Ketahanan Suhu minimal: - 40 Dec Celsius

Panjang Maksimal: 100ft ( 30 mtr) / roll

Fire Hose Ozeki Ukuran 1,5"

Size 1,5", working pressure 10kg/cm2, Bursting Pressure 30kg/cm2, weight 6,2kg, coiling dia 39,5, ukuran 30m

Fire Hose Hooseki Ukuran 2,5"

Size 2,5", working pressure 10kg/cm2, Bursting Pressure 30kg/cm2, weight 12,2kg, coiling dia 43, ukuran 30m

Fungsi Fire Hose Ozeki

Fire Hose Ozeki merupakan selang hydrant berkualitas tinggi yang memiliki beberapa pilihan berdasarkan ukuran. untuk indoor, ukuran yang ditawarkan Fire Hose Ozeki adalah 1,5 inchi x 20 meter, dan 1,5 inchi x 30 meter. dan untuk outdoor berukuran 2,5 inchi x 30 meter. panjangnya selang bisa disambung menggunakan coupling machino dengan mudah untuk mendapatkan jangkauan yang lebih jauh.

Spesifikasi Fire Hydrant Nozzle Ozeki

Material Nozzle : Copper Alloy

Type : Machino Coupling

Finishing : Anodize

Size Available : 1,5" 2" 2,5"

Fire Hydrant Nozzle Ozeki Ukuran 1,5"

Machino Coupling, Type: jet, variable, Berat: 0.364 kgs, Panjang : 457 mm

ire Hydrant Nozzle Ozeki Ukuran 2"

Machino Coupling, Type jet nozzle, Berat: 0.647 kgs, Panjang : 590 mm

Fire Hydrant Nozzle Ozeki Ukuran 2,5"

Machino Coupling, Type jet / variable nozzle, Berat: 1.065 kgs, Panjang : 730 mm

Fungsi Fire Hydrant Nozzle Ozeki

Fire Hydrant Nozzle Ozeki merupakan salah satu merk nozzle pemadan yang banyak digunakan di Indonesia. Nozzle Ozeki terbukti memiliki kualitas yang handal untuk perlengkapan instalasi fire hydrant. dengan berbagai ukuran yang disediakan, pengguna bisa memilih sesuai dengan kebutuhan. jenisnya pun beragam, dari jet nozzle yang pancaran airnya mengarah lurus kedepan. dan variable nozzle yang bisa berpendar seperti kabut. material yang digunakan Alumunium A6061 membuat nozzle ini lebih kuat dan tahan lama terhadap perubahan suhu. Fire Hydrant Nozzle Ozeki menggunakan copuling machino untuk mempermudah melepas ataupun memasang ke jaringan instalasi fire hydrant melalui fire hose.

Gate Valve Standar UL FM Series 06-21 dari AVKVALVES menunjang setiap instalasi berstandar tinggi

Gate valve merupakan jenis keran / katup yang memiliki cara kerja untuk menutup dan membuka aliran seperti gate (pintu) yang terangkat keatas saat dibuka. Gate Valve Standar UL FM adalah salah satu jenis valve yang sangat sering digunakan dalam sistem perpipaan karena prinsip kerja dan penggunaannya yang mudah. serta banyak ditemukan di toko-toko umum yang menjual peralatan pemipaan.

yang perlu diperhatikan adalah Gate valve tidak dapat untuk mengatur deras kecilnya aliran air / fluida dengan  membuka sedikit / setengah pintunya, Diwajibkan posisi gate pada valve harus semuanya terbuka (fully open) atau semuanya tertutup (fully close). Jika posisi gate valve terbuka sedikit maka akan terjadi turbulensi pada aliran pipanya yang akan mengakibatkan :

1.Terjadi Pengikisan sudut Gate

laju aliran air turbulensi dapat mengikis sudut-sudut gate valve yang pada akhirnya menyebabkan erosi (pengikisan benda padat) dan pada akhirnya Gate valve tidak dapat bekerja secara sempurna.

2. Perubahan Posisi Dudukan

Gerbang penutup akan terdorong oleh air dan terjadi pengayunan yang berpengaruh terhadap posisi dudukan (seat), sehingga lama kelamaan jika hal ini terus berulang posisi nya akan berubah sehingga apabila valve menutup maka gerbang penutupnya tidak akan berada pada posisi yang tepat, hal ini bisa menyebabkan passing yang berakibat kebocoran.

Gate Valve Standar UL FM Series 06-21 untuk perlindungan terbaik aset Anda

AVK Gate Valve standar UL FM memiliki performa tinggi untuk segala aplikasi. Semua tempat dengan aset yang berharga atau bahan yang mudah terbakar memerlukan perlindungan efisien dalam kasus skenario terburuk: Sebuah kebakaran. Oleh karena itu, apartemen, pusat perbelanjaan, kantor, hotel, terminal bandara dan sejenisnya telah dilengkapi dengan sistem proteksi kebakaran sepeti hydrant dan  sprinkler yang efisien memadamkan api sebelum menjadi di luar kendali. Sangat penting bahwa peralatan yang digunakan dapat berfungsi secara sempurna bila diperlukan bahkan setelah jangka waktu yang panjang tanpa macet; walaupun pada prinsipnya, investasi sistem kebakaran tersebut tidak kita harapkan untuk digunakan.

AVK menawarkan produk yang telah teruji dan disetujui untuk sistem proteksi kebakaran dan sprinkler.

Saturday, 04 February 2017 05:12

Alat Hidrant

Hydrant adalah sebuah alat perlindungan api aktif yang disediakan di sebagian wilayah perkotaan, pinggiran kota, dan pedesaan yang memiliki ketersediaan (pasokan) air yang cukup yang memungkinkan petugas pemadam kebakaran untuk menggunakan pasokan air tersebut untuk membantu memadamkan kebakaran.

Hydrant merupakan koneksi  yang berupa alat yang terdapat di atas tanah yang menyediakan akses pasokan air untuk tujuan pemadaman kebakaran. Air yang digunakan untuk hydrant ini dapat bertekanan, seperti dalam kasus dimana hdran tersambung dengan pompa dalam menghasilkan tekanan, atau unpressurized (tidak bertekanan) dimana hydrant tersambung secara langsung ke sumber air seperti kolam atau tangki air dengan menggunakan pompa tersendiri.

 

Tiap hydrant memiliki satu atau lebih penghubung (connector) selang kebakaran. Jika suplai air bertekanan, maka hydrant juga dilengkapi dengan satu atau lebih katup untuk mengatur aliran air. Dalam rangka menyediakan air yang cukup untuk pemadaman kebakaran, hydrant dianjurkan untuk dapat memberikan debit air minimum 250 galon per menit (945 liter per menit).

Kebutuhan akan hydrant yang semakin tinggi diiringi dengan munculnya sistem air bawah tanah. Sebelumnya,air diperoleh dari sumur terdekat atau kolam yang mudah di akses. dan yang pastinya sistem borair khusus di buatkan untuk saluran air sistem fire Hidrant tersendiri . Hal inimempermudah dalam proses pemadaman kebakaran karena akses terhadap suplai air yang kemungkinan sulit didapat di sekitar lokasi kebakaran.

Fire HIdrant adalah

merupakan sebuah terminal air bantuan darurat ketika terjadi kebakaran. Hydrant juga berfungsi untuk mempermudah proses penanggulangan ketika bencana kebakaran melanda. Pada saat terjadinya peristiwa kebakaran Fire hydrant harus  mudah  terlihat  dan  segera dapat dipergunakan.  National    Fire

Protection Association (NFPA) secara spesifik menyakan bahwa Fire hydrant harus diwarnai dengan chrome yellow atau warna lain yang mudah terlihat, tetapi sebenarnya aspek terpenting adalah warna tersebut harus konsisten terutama  dalam satu wilayah.  Jenis Hydrant

Ada dua jenis hydrant yaitu sebagai berikut ini:

Geologi

Geologi yang dimaksud adalah jenis tanah yang ada di kota Medan. Karakteristik tanah yang cocok untuk kawasan industri adalah bertekstur sedang sampai kasar.

Hidrologi

Hidrologi yang dimaksud adalah ketersediaan air di kota . Wilayah yang mempunyai ketersediaan air tinggi menjadi salah satu penentu untuk keputusan pembangunan lokasi hydrant karena air sangat diperlukan untuk  fire hydrant. Ketersediaan air ini dapat berupa air sungai atau air PAM.

Aksesibilitas

Aksesibilitas yang dimaksud adalah jalur transportasi yang terdapat di kota. Dalam penelitian ini jalan dibedakan menurut jenisnya, yaitu jalan tol, jalan arteri, jalan kolektor, jalan local, dan rel kereta api yang ditentukan secara manual.

PERLINDUNGAN KEBAKARAN DENGAN FIRE HYDRANT SYSTEMS merupakan solusi mutlak bagi pemilik gedung yang ingin meningkatkan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) disamping untuk melindungi aset perusahaan atau resourse Anda dari bahaya kebakaran.

 

api dapat dengan cepat menjalar dengan cukup oksigen dan bahan bakar lainnya, bahkan api kecil dapat berubah menjadi kobaran api skala penuh, menghancurkan segala sesuatu di lingkungan Anda hanya dalam waktu enam menit. Masalahnya adalah, bahkan jika tim pemadam kebakaran bergegas memberi bantuan menuju tempat Anda, faktor-faktor eksternal seperti lalu lintas dan konstruksi bisa mencegah mereka dalam mencapai lokasi aset Anda. Yang berarti bahwa untuk mengalahkan api, Anda memerlukan dua hal penting di sisi Anda: waktu respon cepat dan peralatan pemadam kebakaran yang kuat yang mudah diakses di tempat sekarang ini menjadi hal wajib yang sangat perlu disediakan untuk setiap lokasi.

Sebuah sistem fire hydrant adalah pemadam kebakaran mandiri dalam bentuk jaringan sistem pemipaan dengan berbagai komponen peralatan deteksi dan mekanikal, sebuah sistem jaringan distribusi air yang didukung oleh sejumlah komponen dan aksesoris seperti pompa kebakaran, sistem perpipaan, tangki air dll.

Seiring perkembangan industri yang disertai pembangunan gedung serta infrastruktur yang telah dicanangkan pemerintah melalui program pembangunan bidang konstruksi, maka sangat dibutuhkan sumber daya manusia Indonesia yang ahli dalam menunjang pembangunan tersebut yang didukung oleh manajemen perusahaan yang memberi solusi dalam menjaga keselamatan dan pencegahan dini dari bahaya yang dapat merugikan semua pihak terutama penyediaan akan infrastruktur pencegahan kebakaran

instalasi Fire Hydrant System - Solusi Lengkap Bersama Tim Berpengalaman Lebih Dari 5 Tahun

 

Misi utama kami sebagai tim dan manajemen adalah memberikan solusi lengkap pada Anda yang ingin merencanakan dan menerapkan Instalasi Fire Hydrant System pada Aset tempat Anda berusaha atau bekerja. Bila Anda adalah pemilik gedung, kami dapat memberi support dalam hal perencanaan anggaran pembangunan jaringan pipa dan pompa serta komponen peralatan lainnya yang dibutuhkan sesuai dengan budget dan kapasitas yang Anda miliki.

BIla Anda sebagai Building Manager (BM) atau Purchasing sekalipun, Anda akan mendapatkan informasi komprehensif tentang Data dan informasi yang paling Anda butuhkan untuk diajukan ke manajemen perusahaan Anda.

Prinsipnya, segala kebutuhan akan tetap dapat diakomodir. Dari kami, hanya 2 hal permintaan fundamental yang penting yaitu Survey Lokasi, dan atau yang kedua adalah Gambar Layout Gedung atau Lokas

Prosedur Standard awal Anda berinteraksi dengan Tim kami adalah dengan proses assessment sebagai berikut :

Anda memperoleh nomor kontak dan menghubungi kami

Kami menyesuaikan permintaan Anda dengan beberapa pertanyaan dan masukan dari Anda

Kami meminta kirim gambar layout gedung Anda atau

Kami melakukan Survey Lokasi Gedung / Bangunan Anda

Kami memberikan Penawaran Harga resmi

 

anda mereview Penawaran Harga dari kami

Kami menghubungi Anda bila terdapat hal-hal yang perlu kami jelaskan

Anda menghubungi kami untuk permintaan kunjungan atau pertemuan tekhnis

Anda menghubungi kami atau meminta kunjungan kami untuk melakukan negosiasi harga

 

Proses PO, Kontrak dan Pelaksanaan Pekerjaan.

Peralatan Utama Fire Hydrant System

Ada beberapa Peralatan Utama Fire Hydrant System yang berfungsi sebagai komponen yang terintegrasi satu sama lain dalam suatu rangkaian system hydrant diantaranya :

 

1. Pompa Hydrant

Pompa Hydrant merupakan peralatan utama fire hydrant yang berfungsi mensuplai air bertekanan tinggi untuk didistribusikan ke jaringan pipa sampai ujung splinkler. Pompa Hydrant terdiri dari 3 Jenis Pompa Hydrant yang dijelaskan sebagai berikut :

Diesel Pump Diesel Pump bekerja sebagai pengganti electric pump bila terjadi pemadaman arus listrik saat terjadi kebakaran. Dengan kapasitas mencapai 2850 liter per menit dapat menekan air dari sumber tangki penampung (reservoir) ke seluruh jaringan pipa pemadamPompa hydrant elektrik adalah pompa utama pada jaringan instalasi fire hydrant yang fungsinya memasok air dari groundtank (tandon reservoir) ke pipa – pipa dalam saluran fire hydrant sampai ke ujung pengeluaran (nozzle) pada hydrant pillar untuk luar gedung atau hydrant box yang ada di dalam gedung saat terjadi kebakaran pada area yang diproteksi. Disebut sebagai pompa hydrant elektrik karena menggunakan energi listrik untuk menggerakkan turbin saat bekerja mengalirkan air. Selain pompa hydrant elektrik, pada jaringan instalasi fire hydrant juga ada pompa hydrant diesel yang fungsinya untuk membantu menstabilkan tekanan dalam jaringan fire hydrant akibat penurunan tekaran secara bertahap saat air keluar dari noozle maupun sprinkle, atau sebagai pengganti pompa hydrant elektrik saat terjadi kegagalan system dan mati listrik.

 

Cara Kerja Pompa Hydrant Elektrik

Sebagian besar Pompa Hydrant Elektrik bekerja secara Sentrifugal End Suction yaitu mendorong air dengan tekanan besar melalui turbin yang ada di dalam body pompa hydrant elektrik menjauh dari center (gerakan sentrifugal). Putaran pompa saat bekerja bisa mencapai pada kecepatan 2.900 rpm. Dan dapat mengalirkan air sampai pada 2850 liter / menit. Pemasangan pompa harus diperhatikan, agar tidak terjadi kesalahan dalam operasi dan mudah saat akan melakukan inspeksi dan maintenance rutin. Hal ini menjadi penting karena jika terjadi kesalahan yang mendasar pada penempatan pompa, akan menyulitkan kontraktor karena harus membongkar seluruh sistem pemipaan pada jaringan instalasi fire hydrant. Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai cara kerja pompa hydrant elektrik anda bisa melihat video dibawah in

 

Standar pemasangan Pompa Hydrant Elektrik

Pompa hydrant elektrik sebelum dipasarkan dan digunakan untuk pompa dalam jaringan instalasi fire hydrant, telah diuji sebelumnya dengan standar yang ketat. Dilihat dari fungsi pompa yang sangat dominan dalam setiap jaringan fire hydrant. Maka standarisasi dari komponen pompa ini harus jelas. Setiap pompa harus terdaftar sebagai pompa khusus untuk alat pemadam api. Pengujian terhadap pompa hydrant elektrik ini dilakukan oleh organisasi pihak ketiga yang berkompeten. Seperti, UL (Underwriters Laboratories) yang merupakan badan organisasi keamanan kerja internasional yang berpusat di Northbrook, Illinois, Amerika Serikat. Organisasi ini sejak tahun 1894 telah menerbitkan beberapa standar sertifikasi, testing, validasi, inspeksi, audit dan training terhadap peralatan keamanan dan komponen listrik seperti pompa hydrant elektrik ini. Dalam instalasi pompa hydrant elektrik, kontraktor menggunakan acuan Internasional dari NFPA 20 (National fire protection association) sebagai kode utama untuk membantu dalam proses instalasi pompa kebakaran tersebut. Bromindo sebagai perusahaan kontraktor besar dalam fire hydrant siap menjadi partner anda untuk melakukan instalasi, inspeksi, dan maintenance fire hydrant, fire sprinkle, fire alarm ke seluruh Indonesia

 

Electric Pump

Electrik Pump wajib diadakan dalam membangun jaringan fire hydrant system. pompa hydrant ini berfungsi sebagai penyuplai utama tekanan air untuk dihantarkan ke hydrant valve, hose reel atau hydrant pillar.

Hydrant pump merupakan komponen utama dalam sebuah system hydrant. tanpa hydrant pump, system tidak akan dapat bekerja. fungsi utama dari hydrant pump adalah memompa air dari reservoir (sumber air) ke seluruh jaringan instalasi yang tersedia. kapasitas pompa disesuaikan dengan luas dan tinggi bangunan yang diproteksi, jumlah titik hydrant atau sprinkler, dan jenis atau tata letak bangunan. dalam system hydrant standart, terdapat 3 buah pompa hydrant yakni elektric fire pump yang bekerja dengan daya dari sumber listrik, diesel fire pump menggunakan daya dari bakan bakar bensin / solar yang bekerja saat elektrik pump gagal bekerja karena tidak terdapat pasokan listrik, dan jockey pump yang berfungsi untuk menstabilkan tekanan di dalam pipa jika turun. Pompa hydrant pada umumnya dikendalikan oleh sensor tekanan dan dapat bekerja secara otomatis. Ketika petugas pemadam kebakaran membuka hydrant pillar / valve, atau ketika sprinkler pecah di dalam ruangan, air akan menyembur keluar dari sistem dan secara otomatis tekanan akan turun. Sensor tekanan / pressure switch akan mendeteksi penurunan ini dan mengirimkan sinyal ke panel fire pump untuk menyalakan pompa. sementara cara untuk mematikan pompa kebakaran adalah secara manual di ruang pompa

 

Cara Kerja Hydrant Pump :

Arus adalah volume air yang dialirkan melalui instalasi pipa dengan cara kekuatan mekanik dari pompa kebakaran. Diukur dalam galon per menit (gpm), aliran adalah faktor definitif dalam apakah api akan dikendalikan atau tidak. Aliran minimum yang disarankan untuk operasi di gedung yang terbakar adalah 250 gpm-500 gpm atau bisa lebih dari 1000 gpm tergantung dari ketinggian gedung dan kapasitas tandon air. Tentu saja, semakin besar kebutuhan aliran, semakin besar diameter pipa diperlukan. kapasitas aliran pompa terlisting di pada lempengan spesifikasi pabrik, dipasang pada panel / badan pompa seperti gambar dibawah ini. Kapasitas Sebuah pompa tergantung pada ukuran impeller dan saluran air.

 

fire pump plate

Tekanan dalam Fire Pump

Tekanan, diukur dalam pound per inci persegi (psi), yaitu kekuatan air yang bergerak melalui hoselines. prinsipnya saat tekanan meningkat, aliran otomatis meningkat, asalkan sumber air memiliki kapasitas yang diperlukan maka pompa akan terus mengalirkan air ke saluran output.  yang perlu diperhatikan adalah, semakin besar tekanan maka spesifikasi teknis seperti pipa, selang, dan nozzle harus lebih kuat. karena jika tidak, komponen seperti selang dapat pecah karena tidak mampu mencover tekanan yang dialirkan. hal ini tentunya akan merugikan karena tidak dapat memadamkan api secara efektif dan bahkan bisa membahayakan keselamatan petugas.

 

Jockey Pump

Pompa ini berfungsi menstabilkan tekanan air sehingga dapat melancarkan proses pemadaman. Keterangan lengkap segera dibahas pada artikel terpisah.mpa jockey adalah pompa kecil yang terhubung ke sistem penyiram api untuk menjaga tekanan tertentu dalam sistem sprinkler, dan ukuran untuk Pastikan bahwa jika api-sprinkler diaktifkan, akan ada penurunan tekanan sistem.

Pompa jockey adalah pompa kecil yang terhubung ke sistem penyiram api untuk mempertahankan tekanan di pipa sprinkler. Hal ini untuk Pastikan bahwa jika api-sprinkler diaktifkan, akan ada penurunan tekanan, yang akan dirasakan oleh api pompa pengendali otomatis, yang akan menyebabkan pompa kebakaran untuk memulai.

 

Pompa jockey adalah ukuran untuk aliran kurang dari aliran satu sprinkler untuk Pastikan penurunan tekanan sistem. Oleh karena itu pompa jockey adalah bagian penting dari sistem kebakaran pompa kontrol.pompa jockey biasanya kecil pompa sentrifugal multistage, dan tidak harus terdaftar atau bersertifikat untuk aplikasi sistem kebakaran. Peralatan kontrol untuk joki pompa namun dapat membawa persetujuan.

 

2. Jaringan Pipa Hydrant

Penyediaan jaringan pipa hydrant merupakan komponen utama lainnya yang diperlukan sebagai tempat penyaluran air dalam proses pendistribusian oleh pompa utama. Jaringan Pipa Hydrant menyalurkan air ke seluruh lokasi hyrant pillar atau hose reel maupun hydrant valve sampai dapat memadamkan api.Pipa Fire Hydrant

Fungsi Pipa Fire Hydrant adalah untuk menyalurkan atau mendistribusikan air ke titik-titik pengeluaran pada jaringan proteksi kebakaran.

Jangan pipa pada Fire Hydrant dapat dibedakan menjadi 5 jenis, yaitu:

Suction (Pipa Hisap);

 

Pipa Penyalur;

Pipa Header;

Pipa Tegak (Riser);

Pipa Cabang;

Suction Hydrant System

 

Suction (Pipa Hisap)

Suction (Pipa Hisap) adalah hydrant yang dilengkapi slang berdiameter 2.5". Penggunaannya diperuntukan bagi petugas kebakaran atau orang yang terlatih.

Pipa Penyalur

Pipa Penyalur adalah pipa yang terbentang dari pipa header sampai pipa tegak atau ke hydrant halaman. Diameter pipa bervariasi antara 4", 6", 8" sesuai dengan besar kecilmya sistem hydran yang dipasang.

Pipa Header

Pipa header dapat dikatakan sebagai pipa antara/penghubung utama, yang ukuran diameternya biasanya lebih besar dibandingkan pipa-pipa lainnya.

Pipa header sebagai tempat bertemunya pipa pengeluaran (discharge) dari pompa jockey, pompa utama, maupun pompa cadangan, sebelum masuk ke pipa penyalur.

Selain itu pipa header biasanya dihubungkan juga ke tangki bertekanan (pressure tank), tangki pemancing (priming tank), sirkulasi/by passke reservoir utama (safety valve), pressure switch, dan ke manometer untuk mengukur tekanan kerja pompa

 

Pipa Tegak (Riser)

Pipa tegak adalah pipa yang dipasang vertikal dari lantai terbawah ke lantai teratas dari bangunan yang dihubungkan dari pipa penyalur.

Pipa Cabang

Pipa cabang  adalah pipa yang dihubungkan dari pipa tegak sampai ke titik pengeluaran (outlet) hydrant pada lantai-lantai bangunan.

 

3. Hydrant Pillar

Hydrant Pillar berfungsi untuk menyalurkan output air dari jaringan pipa sehingga dapat disambungkan dengan selang pemadam atau fire hose.

Hidrant pilar adalah alat pemadam kebakaran yang terhubung dengan sumber air bertekanan. Alat ini bermanfaat untuk pemadaman api tanpa membuat penggunanya khawatir terhadap kekurangan pasokan air. Hadir dengan dua varian, yakni cabang satu dan cabang dua, hydrant pillar diperuntukkan untuk pemakaian outdoor. Perbedaan cabang satu dan cabang dua terletak pada berapa sumber air yang dapat dialirkan saat penggunaan.

Di atas permukaan tanah, hydrant pillar adalah sebuah pilar berwarna merah yang dapat dihubungkan dengan selang pemadam kebakaran saat dibutuhkan. Di bawah permukaan tanah, alat ini memiliki sistem instalasi yang terintegrasi dengan komponen-komponen pendukung lainnya seperti pipa utama pengalir air, pipa bertekanan serta support block untuk alas dan penyangga.

Artinya, pemasangan hydrant pillar membutuhkan perhitungan yang matang dan bukan sekedar persoalan meletakkan alat. Ada tiga hal yang perlu diperhatikan. Pertama, marking lokasi di mana akan diletakkan hydrant pillar dalam arti jauh dekatnya alat ini dengan bangunan yang dilindungi. Kedua, keberadaan pipa pengalir air di sekitar lokasi. Ketiga, bagaimana jalur pipa akan memiliki akses langsung dengan hydrant pillar sehingga akhirnya dapat mengalirkan air.

Bahan dasar besi lapis chrome menjadikan hydrant pillar sebagai alat pemadam kebakaran yang antikarat. Setiap hydrant pillar dilengkapi juga dengan sistem drainase yang terbuat juga dari bahan antikarat. Dengan begitu, meskipun diletakkan di luar, kualitas hydrant pillar akan tetap terjaga meskipun mengalami perubahan cuaca dan suhu yang ekstrem dan selalu siap digunakan sebagai alat pemadam api jika sewaktu-waktu terjadi kebakaran.

 

Hydrant pilar atau sering disebut dengan hydrant halaman atau hydrant kota adalah suatu sistem pencegah kebakaran yang membutuhkan pasokan air dan dipasang di luar bangunan. Hydrant ini biasanya digunakan oleh mobil pemadam kebakaran (PMK) untuk mengambil air jika kekurangan dalam tangki mobil. Hydrant ini di letakkan disepanjang akses mobil PMK. Karakteristik dan kesesuaian lahan untuk loaksi hydrant adalah sebagai berikut

 

4. Fire Hose 

Fire Hose atau Selang Pemadam adalah peralatan utama yang berfungsi sebagai pengarah output air sehingga dapat langsung disemburkan pada titik api yang dituju.

Fire Nozzle merupakan sebuah terminal air bantuan darurat ketika terjadi kebakaran. Hydrant juga berfungsi untuk mempermudah proses penanggulangan ketika bencana kebakaran melanda. Pada saat terjadinya peristiwa kebakaran Fire hydrant  harus  mudah  terlihat  dan  segera dapat dipergunakan.Fire Fire Nozzle merupakan sebuah terminal air bantuan darurat ketika terjadi kebakaran. Hydrant juga berfungsi untuk mempermudah proses penanggulangan ketika bencana kebakaran melanda. Pada saat terjadinya peristiwa kebakaran Fire hydrant  harus  mudah  terlihat  dan  segera dapat dipergunakan. Fire Nozzle merupakan sebuah terminal air bantuan darurat ketika terjadi kebakaran. Hydrant juga berfungsi untuk mempermudah proses penanggulangan ketika bencana kebakaran melanda. Pada saat terjadinya peristiwa kebakaran Fire hydrant  harus  mudah  terlihat  dan  segera dapat dipergunakan. National  Fire

 

5. Hydrant Box

Hydrant Box digunakan untuk menyimpan peralatan seperti fire hose, hose rack, hose reel dan nozzle selain sebagai tempat hydrant valve untuk disambungkan dengan selang pemadam / fire hose bila terjadi kebakaran. 

Box Hydrant Dan Perlengkapannya

Fire Nozzle merupakan sebuah terminal air bantuan darurat ketika terjadi kebakaran. Hydrant juga berfungsi untuk mempermudah proses penanggulangan ketika bencana kebakaran melanda. Pada saat terjadinya peristiwa kebakaran Fire hydrant  harus  mudah  terlihat  dan  segera dapat dipergunakan.  National

Fire

Box hydrant dan perlengkapannya merupakan sebuah box yang di cat menggunakan warna merah, pada sisi bagian depan bertuliskan HYDRANT. Box hydrant dan perlengkapannya berfungsi untuk menyimpan selang kebakaran dan nozzle sehingga perlengkapan yang tersimpan di dalam hydrant box dapat lebih tahan lama.  Hal ini juga untuk mempermudah fireman ( petugas kebakaran ) dalam melakukan pemadaman sebuah kebakaran saat kebakaran terjadi. Box hydrant dan perlengkapannya biasanya di tempatkan bersebelahan dengan hydrant pillar. Box Hydrant Dan Perlengkapannya

Ada kalanya hydrant box dan perlengkapannya ditambahkan hose rack yang berfungsi untuk menempatkan selang agar selang dapat tersusun dengan rapi, manfaat lain dari hose rack untuk mempermudah petugas kebakaran saat akan menggunakan, karena dengan menggunakan hose rack fireman ( petugas kebakaran ) tidak perlu menggelar selang dengan cara melempar tetapi cukup dengan menarik bagian ujung selang menuju ke sumber kebakaran, hal ini akan mempermudah petugas kebakaran dalam melaksanakan pekerjaannya dan mempercepat proses kerja.

 

Hydrant box memiliki 2 macam type

Hydrant Box Outdoor : hydrant box ini dipasang diluar ruangan bersebelahan dengan hydrant pillar

 

Hydrant Box Indoor : hydrant box indoor dipasang di dalam gedung, sebagai pengganti hydrant pillar maka didalam hydrant box indoor di pasang hydrant valve yang berfungsi sebagai outlet jaringan hydrant. hydrant valve yang terpasang di dalam hydrant box indoor sudah di lengkapi dengan coupling sehingga selang dapat terhubung dengan valve hydrant. Penempatan hydrant box indoor terpasang menempel pada dinding, untuk perlengkapannya sama dengan hydrant box outdoor. Biasanya ukuran selang dan nozzle untuk hydrant box indoor lebih kecil dibanding dengan hydrant box outdoor. Ukurang selang Box indoor menggunakan selang berdiameter 1,5″ sedang penggunaan selang pada hydrant box outdoor menggunakan selang berukuran 2,5″.

Untuk melakukan perawatan Box Hydrant Dan Perlengkapannya baik hydrant box outdoor maupun hydrant box indoor, hindari genangan air yang biasanya terjadi sehabis menggunaan selang kebakaran, upayakan melakukan pengeringan selang sebelum menempatkan selang kebakaran didalam box hydrant, hal ini dilakukan agar box tidak mudah korosif yang akan memperpendek usia box hydrant. Ini adalah sebuah cara agar hydrant box dan perlengkapannya dapat bertahan lebih lama.

 

Hydrant Box

Hydrant Box atau Hydrant gedung adalah suatu sistem pencegah kebakaran yang menggunakan pasokan air dan dipasang di dalam bangunan atau gedung dan untuk menentukan jumlah dan titik hydrant gedung menggunakan acuan Standart National Indonesia (SNI).

Topografi juga berpengaruh penting terhadap kelancaran tekanan air pada hydrant. Semakin tinggi lokasi yang akan digunakan semakin kecil tekanan airnya.

Penggunaan Lahan

Penggunaan lahan digunakan untuk melihat daya dukung lahan yaitu untuk mengetahui sejauh mana kemampuan sumber daya lahan untuk suatu penggunaan tertentu. Lahan yang dimaksud adalah lahan kering yang berada  di wilayah pemukiman atau yang sudah padat penduduk.