Thursday, 27 April 2017 10:19

Alat Fire Hidrant Sistem

Written by
Rate this item
(0 votes)

Perlindungan Lengkap Dengan Fire Sistim merupakan solusi mutlak bagi pemilik gedung yang ingin meningkatkan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) disamping untuk melindungi aset perusahaan Anda dari bahaya kebakaran.

Api dapat dengan cepat menjalar cukup oksigen dan bahan bakar lainnya, bahkan api kecil dapat berubah menjadi kobaran api skala penuh, menghancurkan segala sesuatu di lingkungan Anda hanya dalam waktu enam menit. Masalahnya adalah, bahkan jika tim pemadam kebakaran bergegas memberi bantuan menuju tempat Anda, faktor-faktor eksternal seperti lalu lintas dan konstruksi bisa mencegah mereka dalam mencapai lokasi aset Anda. Yang berarti bahwa untuk mengalahkan api, Anda memerlukan dua hal penting di sisi Anda: waktu respon cepat dan peralatan pemadam kebakaran yang kuat yang mudah diakses di tempat Anda menjadi hal wajib yang sangat perlu disediakan untuk setiap lokasi.

Sebuah Sistem Fire Hydrant adalah pemadam kebakaran mandiri dalam bentuk jaringan sistem pemipaan dengan berbagai komponen peralatan deteksi dan mekanikal, sebuah sistem jaringan distribusi air yang didukung oleh sejumlah komponen dan aksesoris seperti pompa kebakaran, sistem perpipaan, tangki air dan lain lain.

Seiring perkembangan industri yang disertai pembangunan gedung serta infrastruktur yang telah dicanangkan pemerintah melalui program pembangunan bidang konstruksi, maka sangat dibutuhkan sumber daya manusia Indonesia yang ahli dalam menunjang pembangunan tersebut yang didukung oleh manajemen perusahaan yang memberi solusi dalam menjaga keselamatan dan pencegahan dini dari bahaya yang dapat merugikan semua pihak terutama penyediaan akan infrastruktur pencegahan kebakaran.

Sarat Dan Ketentuan Teknis Umum Peraturan yang Standar Yang Berlaku

Aturan pengerjaan dan  petunjuk yang berhubungan dengan peraturan Pembangunan yang sah berlaku di  Indonesia..  

Sesuai Prosedur Yang Di tetap Kan Oleh Pengawas Pengerjaan yang berlangsung.

Peraturan  Merupakan Tata dan Cara  perancangan maupun pelaksanaan  Instruksi Instalasi Fire Hydrant   

Peraturan Yang Berlaku Perda Pemda Sistem Penanggulangan Bahaya Kebakaran Dalam Wilayah Setempat Departemen Pekerjaan Umum, Skip Menteri Pekerjaan Umum No. 10/KPTS/2000 tentang Ketentuan Teknis keamanan Yang berlaku terhadap Bahaya Kebakaran Pada Bangunan Gedung dan Lingkungan gedung

Contoh Reference Alat National code

 NFPA-10, Standard for Portable Fire Extinguisher

 NFPA-13, Standard for The Installation of Sprinkler Systems

 NFPA-14, Standard for The Installation of Standpipe and Hose Systems

 NFPA-20, Standard for The Installation of Centrifugal Fire Pumps

 Standar Nasional Indonesia. SNI                                     

  

LINGKUP PEKERJAAN

Pengadaan dan pemasangan  Struktur peralatan utama sistem fire Hidrant fighting yang meliputi Electric Fire Pump, Diesel Fire Pump dan Jockey Pump lengkap dengan panel kontrol, Hydrant Box,  Hydrant  Pillar beserta pemipaannya

Pengadaan dan pemasangan valve-valve dari sistem instalasi/pemipaan di setiap gedung sesuai pentahapan pembangunan gedung tersebut.

Mengadakan Testing and Commissioning terhadap seluruh sistem fire hydrant sehingga berfungsi dengan baik.

Mengurus proses perijinan serta persyaratan lain yang diperlukan untuk mendapatkan persetujuan bahwa Instalasi sistem fire Fighting  dapat dinyatakan baik dan layak pakai oleh Dinas Pemadam  Kebakaran   .(TAHAP-2)

Pengadaan dan pemasangan system Instalasi listrik dari panel power ke unit panel control unit Fire fighting dank e setiap peralatan pompa.

Mengadakan Training Operasional kepada Team Engineering pemilik proyek dan untuk waktu serta kesiapannya akan ditentukan kemudian bersama Pemilik proyek/Pengawas.

Spesifikasi Teknis Peralatan Dan Instalasi  Fire Hidrant Pump

Pompa fire Hydrant merupakan satu kesatuan yang terdiri dari pompa pembantu jockey pump, pompa utama penggerak electric  dan pompa utama penggerak engine.

Jockey Pump

Type pompa                     :   Centrifugal multi stage pump

Kapasitas                          :   56 L/men.

Head pompa                    :   85 m

Putaran pompa                :   2.900 rpm

Daya pompa                     :   3.0  kW

Karakteristik listrik           :   380 V, 3 phase, 50 Hz, Variable Speed Drived

J u m l a h                         :   1 (satu) unit.

Lengkap dengan panel kontrol Jockey Pump

Electric Fire Pump

Type pompa                     :   Centrifugal End Suction

Kapasitas                          :   2850 l/men 

Head pompa                    :   85 m

Putaran pompa                :   2.900 rpm

Daya pompa                     :   +75 kW

Karakteristik listrik           :   380 V, 3 phase, 50 Hz, Star Delta Start

J u m l a h                         :   1 (satu) unit.

Lengkap dengan Panel Kontrol Electric Fire Pump.

Diesel Fire Hydrant Pump

Type pompa                      :   Centrifugal End Suction

Kapasitas                           :   2850 L/men 

Head pompa                     :   85 m

Putaran pompa                :   2.900 rpm

Type Engine                      :   Diesel

Putaran                  :   2.900 rpm

Sistem Coupling               :   Direct Connected

Daya Arus                           :   + 90 HP

Unit                       :   1 (satu) unit

Power                  :  Accu 24 volt, 80 Amp, 2 buah

Perlengkapan Panel Kontrol Engine Fire Pump Engine.

Flexible coupling

Coupling guard

Heat exchanger loop

Batteries

Battery rack

Battery cable

Silencer

Flexible ex hose connector

Cooling water heater + thermostat.

Perlengkapan Alat

Coumpond suction gauge

Discharge pressure gauge

Automatic air release valve

Main relief valve

Enclosed waste cone

± 165 gallon fuel tank

Fuel system accessories

Fitting package

Mechanical & Electrical for Buildings

 

 

 FIRE PUMP CONTROLLER 

 Panel kontrol merupakan kelengkapan unit tiap fire Fighting pump yang dapat mengatur kerja  secara automatic baik

 jockey pump Maupun pompa pembantu, pompa utama penggerak electric    pompa penggerak engine masing-masingn

 mempunyai Fire Pump Controller      

 Khusus pompa penggerak engine akan bekerja secara automatic bila saluran  listrik terputus pada saat terjadi kebakaran.

 Fire Pump Controller harus standard NFPA-20.

           

Hydrant Pillar

Jenis two-way, terbuat dari baja tuang diberi penguat pondasi beton        secukupnya.

Hydrant Pillar dicat merah dengan cat Duco ex Dana Paints atau cat ICI, (jenis     exterior coating)

 

 

Fire Hydrant Box

Box terbuat dari plat dengan tebal + 2 mm. 

Dimensi box : lihat gambar perencana.

Seluruh box dan pintu dicat merah dengan cat Duco ex Dana Paints dan diberi       tulisan Hydrant dengan warna merah.

Panjang fire hose tidak kurang dari 30 M'  mudah digulung, tahan terhadap    tekanan dan penyambungan dengan sistem quick coupling.

Nozzle variable (zet spray) diameter 65 mm semua dalam keadaan baru dan fabricated.

Fire hose dari jenis black rubber lined yang memenuhi standard BS 6391.

 

 

Seamese Connection

Digunakan seamese connection jenis two way type Yang terbuat dari baja tuang.        

Dalam pemasangan unit seamese connection harus diberikan pondasi penguat sebagai dudukan.

Lokasi seamese connection mudah dilihat dan dekat dengan jalan laluan mobil agar mudah untuk dipakai bila diperlukan (lihat gambar perencanaan).

Seamese Connection harus sesuai standard DPK, untuk  penggunaan sistem coupling

 

 

PIPA DAN VALVE DAN PEMIPAAN  

Material Pipa yang digunakan Black Steel Pipe Sch. 40, atau ASTM A 53 dan harus diusahakan semuanya berasal dari Merk

Demikian juga untuk fitting digunakan Black Steel Pipe class 15 K, Weld Type.

Valve - valve

Working Pressure : 300 psi (15 bar)

Gate Valve :

Tipe bronze body, non rising stem, screwed bonnet, solid wedge disk, screwed end untuk valve sampai dengan diameter 50 mm atau bisa digunakan tipe Butterfly untuk diameter 15 mm sampai dengan diameter 25 mm.

Tipe flanged or lugged body, stainless steel disk, stainless steel shaft, hand wheel operated with position indicator untuk valve lebih besar dari diameter 50 mm dengan body material cast iron untuk tekanan 150 psi dan carbon steel untuk tekanan 300 psi.

Check Valve :

Material bronze body, swing type, Y pattern, screwed cup, metal disk, screwed end untuk valve sampai dengan diameter 50 mm.

Swing silent type dengan stainless steel disk dengan body material cast iron untuk tekanan 300 psi dan carbon steel untuk tekanan 300 psi.

Khusus untuk pompa-pompa hydrophor digunakan dual plate wafer type check valve.

Tekanan Kerja Valve :         

Untuk keperluan fire fighting  digunakan valve - valve dengan tekanan kerja minimum 300psi  (15 bar).

PEMASANGAN UNIT POMPA

Seluruh unit pompa harus dipasang dan didudukkan diatas fondasi dengan kuat dan kokoh.

Metoda dan persyaratan instalasi pompa, pemipaan serta peralatan pemipaannya harus mengikuti dan mengacu kepada Standard NFPA-20

INSTALASI PEMIPAAN

Sistem Penyambungan Pipa

Menggunakan sambungan ulir/screwed atau las untuk pipa berdiameter 75 mm ke bawah dan menggunakan sambungan flanged untuk diameter pipa 100 mm ke atas dengan maximum dua batang pipa serta pada belokan minimal 5 kali diameter pipa dari bahan yang sesuai dengan jenis bahan pipanya (long elbow).

Sambungan flanged dilakukan pada setiap belokan dan pada setiap dua batang pipa pada pipa lurus.

Untuk mencegah  terhadap kebocoran, penyambungan pipa dengan ulir harus terlebih dulu diberi lapisan red lead cement atau pintalan khusus dari asbes.

Sedangkan untuk sambungan flanged harus dilengkapi ring dari karet secara homogen.

Penumpu Pipa

Seluruh pipa harus diikat/ditetapkan, kuat dengan dudukan dan angker yang kokoh (rigit), agar inklinasinya tetap, untuk mencegah timbulnya getaran  dan gerakan.

Pipa horizontal harus ditumpu dengan penyangga  dengan jarak antara tidak lebih dari 2,5 m.

Pemasangan Fixtures dan Fitting

Semua fixtures harus dipasang dengan baik dan di dalamnya bebas dari kotoran yang akan mengganggu aliran atau kebersihan air, dan harus terpasang dengan kokoh (Rigit) ditempatnya lengkap tumpuan yang mantap.

Semua fixtures, fitting, pipa-pipa hidrant dilaksanakan harus rapi.

Untuk pipa-pipa yang tekanan airnya tinggi (pipa induk), dipasang balok-balok dari beton dengan campuran yang kuat (K.225) dan dipasang setiap ada sambungan pipa (tee, elbow, valve ) dan sebagainya.

Tinggi pemasangan dari lantai + 20 cm (muka tanah jadi).

Perletakan engsel disesuaikan dengan keadaan setempat sehingga mudah untuk dibuka/tutup

 

 

SYARAT-SYARAT PENERIMAAN   M A T E R I A L        Kontraktor harus menjamin seluruh unit peralatan yang didatangkan adalah baru (New Product), bebas dari defective material, improver material dan menjamin terhadap kualitas atau mutu barang sesuai dengan tujuan spesifikasi.Setiap material atau peralatan yang tidak memenuhi spesifikasi harus diganti dengan yang sesuai dan dalam jangka waktu tidak lebih dari 1 (satu) minggu setelah ditanda tangani berita acara penerimaan barang.

Seluruh biaya yang timbul akibat penggantian material/peralatan menjadi tanggungan/beban Kontraktor.

 

 

CONTOH BARANG

wajib mengirimkan contoh-contoh bahan yang akan digunakan dalam pelaksanaan kepada Pengawas atau Brosur-brosur dari alat-alat tersebut dan menunggu persetujuan dari pemilik proyek/Pengawas/Perencana sebelum alat-alat tersebut dipasang.

Contoh barang dimasukkan paling lambat 30 (tiga puluh) hari kalender setelah diturunkannya SPK untuk diperiksa Pemilik/Perencana dan Pengawas.

Contoh-contoh barang yang sudah disetujui oleh pemilik proyek/Pengawas/ Perencana harus disimpan di Direksi Keet guna dijadikan Referensi bagi pemasangan di lapangan.  Bila bahan-bahan tersebut diragukan kualitasnya akan dikirimkan ke kantor penyelidikan bahan-bahan atas biaya Pemborong.  Bila ternyata terdapat bahan-bahan yang telah dinyatakan tidak baik/tidak bisa dipakai oleh Pengawas/ Perencana, maka Pemborong harus mengangkut bahan-bahan tersebut ke luar lapangan dalam jangka waktu 3 (tiga) hari, harus sudah tidak ada di lapangan (site).

 

 

PENGUJIAN INSTALASI PEMIPAAN

Sebelum dipasang fixtures-fixtures dari seluruh sistem distribusi, installasi pemipaan air harus diuji dengan tekanan 20 kg/cm2, tanpa mengalami kebocoran dalam waktu minimum 24 jam tekanan tersebut tidak turun/berubah. Pada prinsipnya pengetesan dilakukan dengan cara bagian demi bagian dari panjang pipa maximum 150 meter. 

Biaya pengetesan serta alat-alat yang diperlukan adalah menjadi tanggung jawab Pemborong/ Kontraktor.  Pengetesan pipa harus dilaksanakan dengan disaksikan oleh Pengawas dan wakil dari pemilik proyek/Perencana, selanjutnya apabila telah diterima/memenuhi syarat akan dibuatkan Berita Acaranya.

Di dalam setiap pelaksanaan pengujian, balancing dan "trial run" sistem instalasi ini haruslah pula dihadiri pihak pemilik proyek/Perencana/Pengawas dan  Ahli serta pihak-pihak lain yang bersangkutan. Untuk ini hendaklah diberikan pula sertifikat pernyataan hasil pengujian oleh yang berwenang memberikannya.

PEMBERSIHAN LAPANGAN

Lapangan yang dipergunakan harus setiap hari setelah selesai bekerja dibersihkan oleh Pekerja.

Segera setelah Kontrak selesai maka Pemborong harus memindahkan semua sisa bahan pekerjaannya dan peralatannya kecuali yang masih diperlukan selama pemeliharaan.

P E N G E C A T A N

Semua pipa dari besi/baja dalam tanah harus dililit dengan karung goni dan dilapisi dengan Tar (Tar coated) untuk penahan Korosi atau dengan bahan anti karat sintesis yang dispesifikasi untuk keperluan pemipaan bawah tanah. Sedangkan untuk pipa-pipa yang terlihat (exposed) harus diberi tanda dengan warna atau cat yang warnanya akan ditentukan kemudian oleh Pengawas.

Untuk pipa-pipa dalam ceiling agar mudah dikenali diberikan tanda warna/cat pada setiap jarak + 4 m dengan arah aliran pada pipa-pipa induk, begitu pula pipa-pipa pada shaft dimana terletak pintu pemeriksaan.

Sebagai patokan dipakai warna cat sebagai berikut :

Untuk jaringan pipa hydrant dipakai warna merah

Khususnya untuk identifikasi dan penentuan warna cat dari masing - masing instalasi Plumbing dan Hydrant akan ditentukan kemudian bersama Pemilik / Pengawas.

SURAT KETERANGAN

Pekerja harus memberikan Surat Keterangan/Sertifikat dari Dinas Pemadam Kebakaran Daerah  yang menunjukkan bahwa    Sistem tersebut dapat dipergunakan dan berfungsi dengan baik.

Surat Keterangan keagenan yang berada di Indonesia untuk material - material import.

DATA SUKU CADANG

Pemborong harus menjamin dan melengkapi dengan Surat Jaminan adanya suku cadang yang mudah diperoleh pada peralatan-   peralatan yang sekiranya akan mengalami gangguan atau kerusakan dalam waktu tertentu, baik untuk peralatan utama maupun peralatan penunjang.

 SYARAT-SYARAT OPERASIONAL

Pelayanan hydrant diluar/di dalam bangunan  dan sprinkler menggunakan satu set pompa yang terdiri dari jockey pump, electric    hydrant pump dan diesel hydrant pump.

Pengaturan kerja pompa dilakukan secara automatic dengan pressure switch pump Control, control valve serta panel-panel pengoperasian.

Semua ketentuan-ketentuan unit pompa beserta perlengkapannya  harus mengikuti NFPA 20 standard.

SYARAT-SYARAT PEMELIHARAAN

BAHAN-BAHAN DAN MATERIAL

Pada waktu penyerahan pertama kalinya pekerja harus menyerahkan gambar-gambar, data-data peralatan petunjuk operasi dan cara-cara perawatan dari mesin-mesin terpasang di bawah Kontrak ini.  Data-data tersebut haruslah diserahkan kepada pemilik proyek/Pengawas sebanyak 4 (empat) set dan kepada Perencana 1 (satu) set.

Pada saat penyerahan pertama harus diserahkan antara lain : Instruction Manual, Installation Manual, Maintenance Manual, Operating Instruction, Trouble Shooting Instruction.

Hendaknya diberikan pula 2 (dua) set singkatan petunjuk operasi dan perawatan kepada Pemilik, sebuah dipasang dalam suatu kaca berbingkai dan ditempelkan di dinding dalam ruang mesin utama atau tempat lain yang ditunjuk oleh pemilik proyek/Pengawas.

Pemborong harus memberikan pendidikan praktek mengenai operasi dan perawatannya kepada petugas-petugas teknis (Team Engineering) yang ditunjuk oleh pemilik proyek secara cuma-cuma sampai cakap menjalankan tugasnya.

e.Pemborong harus memberikan Surat Garansi dari  pemakaian peralatan-peralatan utama kepada Pemberi Tugas.

 

 MATERI PEMELIHARAAN  MATERIAL

Selama masa pemeliharaan, Pemborong wajib melakukan pemeliharaan secara berkala terhadap seluruh Instalasi Sistem, baik peralatan utama maupun instalasi pemipaannya.

Pelaksanaan pemeliharaan menyangkut item-item dan tidak terbatas pada berikut ini :

Pemeriksaan terhadap :

Fungsi dan mekanisme kerja kontrol

Mekanisme kerja panel-panel kontrol

b.    Pemeriksaan terhadap: Battery Charger, penggerak engine, minyak pelumas sistem pompa dan sistem engine

c.    Testing terhadap bekerjanya unit-unit sistem, yaitu pompa penggerak elektrik dan diesel

d.    Bersihkan seluruh peralatan dari kotoran

e.    Pembersihan tangki bahan bakar

f.     Penggantian minyak pelumas.

 

PETUNJUK PEMELIHARAAN

Sebelum dilakukan serah terima pekerjaan, Pemborong harus menyerahkan   Buku Petunjuk Pemeliharaan terhadap seluruh peralatan utama (pompa, motor, diesel, panel listrik, panel kontrol, dll.) dan  Instalasi serta daftar material/ komponen yang memerlukan penggantian secara berkala.

Buku yang diserahkan harus dalam bentuk edisi lux  dan dijilid dengan rapih dan bagus.

Petunjuk pemeliharaan harus mencantumkan ringkasan dari pemeliharaan berkala yang direkomendasikan oleh pabrik pembuat dan standard/aturan yang berlaku secara umum.

Di dalam buku pentunjuk pemeliharaan tersebut harus diuraikan secara jelas dan ringkas mengenai tatacara/prosedur pemeliharaan, contoh data logbook pencatatan (harian, mingguan, bulanan dan tahunan).

Jumlah buku yang harus disediakan oleh Pemborong sebanyak 5 (empat) set, masing-masing 3 set untuk Pemilik Proyek, 1 set untuk Pengawas/MK dan 1 set untuk Perencana. Seluruh biaya yang diakibatkan oleh pembuatan dan pengadaan buku tersebut ditanggung oleh Pemborong.

LINGKUP PEKERJAAN

Pengadaan dan pemasangan peralatan utama sistem fire fighting yang meliputi Electric Fire Pump, Diesel Fire Pump dan Jockey Pump lengkap dengan panel kontrol, Hydrant Box, Hydrant Pillar beserta pemipaannya.

Pengadaan dan pemasangan valve-valve dari sistem instalasi/pemipaan di setiap gedung sesuai pentahapan pembangunan gedung tersebut.

Mengadakan Testing and Commissioning terhadap seluruh sistem fire hydrant sehingga berfungsi dengan baik.

Mengurus proses perijinan serta persyaratan lain yang diperlukan untuk mendapatkan persetujuan bahwa Instalasi sistem fire Fighting  dapat dinyatakan baik dan layak pakai oleh Dinas Pemadam Kebakaran   .(TAHAP-2)

Pengadaan dan pemasangan system Instalasi listrik dari panel power ke unit panel control unit Fire fighting dank e setiap peralatan pompa.

Mengadakan Training Operasional kepada Team Engineering pemilik proyek dan untuk waktu serta kesiapannya akan ditentukan kemudian bersama Pemilik proyek/Pengawas.

 

 SPESIFIKASI TEKNIS PERALATAN UTAMA DAN INSTALASI FIRE HYDRANT 

Pompa fire Hydrant merupakan satu kesatuan yang terdiri dari pompa pembantu jockey pump, pompa utama penggerak electric dan pompa utama penggerak engine.

Jockey Pump

Type pompa                     :   Centrifugal multi stage pump

Kapasitas                          :   56 L/men.

Head pompa                    :   85 m

Putaran pompa                :   2.900 rpm

Daya pompa                     :   3.0  kW

Karakteristik listrik           :   380 V, 3 phase, 50 Hz, Variable Speed Drived

J u m l a h                         :   1 (satu) unit.

Lengkap dengan panel kontrol Jockey Pump

 

 

Electric Fire Pump

Type pompa                     :   Centrifugal End Suction

Kapasitas                          :   2850 l/men 

Head pompa                    :   85 m

Putaran pompa                :   2.900 rpm

Daya pompa                     :   +75 kW

Karakteristik listrik           :   380 V, 3 phase, 50 Hz, Star Delta Start

J u m l a h                         :   1 (satu) unit.

Lengkap dengan Panel Kontrol Electric Fire Pump.

Diesel Fire Hydrant Pump

Type pompa         :   Centrifugal End Suction

Kapasitas              :   2850 L/men 

Head pompa        :   85 m

Putaran pompa   :   2.900 rpm

Type Engine         :   Diesel

P u t a r a n           :   2.900 rpm

Sistem Coupling  :   Direct Connected

D a y a                   :   + 90 HP

J u m l a h             :   1 (satu) unit

P o w e r               :  Accu 24 volt, 80 Amp, 2 buah type maintenance  free

Lengkap dengan Panel Kontrol Engine Fire Pump.

Perlengkapan Engine        :

-  Flexible coupling

-  Coupling guard

-  Heat exchanger loop

-  Batteries

-  Battery rack

-  Battery cable

-  Silencer

-  Flexible ex hose connector

-  Cooling water heater + thermostat.

Perlengkapan pemipaan / pompa, antara lain :

-  Coumpond suction gauge

-  Discharge pressure gauge

-  Automatic air release valve

-  Main relief valve

-  Enclosed waste cone

-  ± 165 gallon fuel tank

-  Fuel system accessories

-  Fitting package

- Setiap pompa dan sambungan pipa harus digrounding dan untuk pompa harus dilengkapi variable speed drived.

-  dan lain-lain.

 

FIRE PUMP CONTROLLER 

Panel kontrol merupakan kelengkapan unit tiap-tiap fire Fighting pump yang dapat mengatur kerja pompa secara automatic baik jockey pump sebagai pompa pembantu, pompa utama penggerak electric maupun pompa penggerak engine masing-masingn mempunyai Fire Pump Controller tersendiri.

Khusus pompa penggerak engine akan bekerja secara automatic bila saluran daya listrik terputus pada saat terjadi kebakaran.

Fire Pump Controller harus standard NFPA-20.

Hydrant Pillar

terbuat dari baja tuang diberi penguat pondasi beton  .

Hydrant Pillar dicat merah dengan cat Duco  Paints atau cat ICI, (jenis  exterior coating)

 Fire Hydrant Box

Box terbuat dari plat dengan tebal + 2 mm. 

Dimensi box : lihat gambar perencana.

Seluruh box dan pintu dicat merah dengan cat Duco ex Dana Paints dan diberi       tulisan Hydrant dengan warna merah.

Panjang fire hose tidak kurang dari 30 M'  mudah digulung, tahan terhadap    tekanan dan penyambungan dengan sistem quick coupling.

Nozzle variable (zet spray) diameter 65 mm semua dalam keadaan baru dan fabricatedFire hose dari jenis black rubber lined yang memenuhi standard BS 6391.

c.  Seamese Connection

Digunakan seamese connection jenis two way type Y terbuat dari baja tuang.        

Dalam pemasangan unit seamese connection harus diberikan pondasi penguat sebagai dudukan.

Lokasi seamese connection mudah dilihat dan dekat dengan jalan laluan mobil agar mudah untuk dipakai bila diperlukan (lihat gambar perencanaan).

Seamese Connection harus sesuai standard DPK, untuk  penggunaan sistem  coupling.

PIPA DAN VALVE    

Pemipaan

Material Pipa yang digunakan Black Steel Pipe Sch. 40, atau ASTM A 53 dan harus diusahakan semuanya berasal dari satu merk.

Demikian juga untuk fitting digunakan Black Steel Pipe class 15 K, Weld Type.

Valve - valve

Working Pressure : 300 psi (15 bar)

Gate Valve :

Tipe bronze body, non rising stem, screwed bonnet, solid wedge disk, screwed end untuk valve sampai dengan diameter 50 mm atau bisa digunakan tipe Butterfly untuk diameter 15 mm sampai dengan diameter 25 mm.

Tipe flanged or lugged body, stainless steel disk, stainless steel shaft, hand wheel operated with position indicator untuk valve lebih besar dari diameter 50 mm dengan body material cast iron untuk tekanan 150 psi dan carbon steel untuk tekanan 300 psi.

Check Valve :

Material bronze body, swing type, Y pattern, screwed cup, metal disk, screwed end untuk valve sampai dengan diameter 50 mm.

Swing silent type dengan stainless steel disk dengan body material cast iron untuk tekanan 300 psi dan carbon steel untuk tekanan 300 psi.

Khusus untuk pompa-pompa hydrophor digunakan dual plate wafer type check valve.

PEMASANGAN UNIT POMPA

Seluruh unit pompa harus dipasang dan didudukkan diatas Pondasi Yang kuat dan kokoh

Metoda dan persyaratan instalasi pompa, pemipaan serta peralatan pemipaannya harus mengikuti dan mengacu kepada    Standard NFPA-20.

Tekanan Kerja Valve :Untuk keperluan digunakan valve - valve dengan tekanan kerja minimum 300psi  (15 bar).

INSTALASI PEMIPAAN

Sistem Penyambungan Pipa

Menggunakan sambungan ulir/screwed atau las untuk pipa berdiameter 75 mm ke bawah dan menggunakan sambungan flanged untuk diameter pipa 100 mm ke atas dengan maximum dua batang pipa serta pada belokan minimal 5 kali diameter pipa dari bahan yang sesuai dengan jenis bahan pipanya (long elbow).

Sambungan flanged dilakukan pada setiap belokan dan pada setiap dua batang pipa pada pipa lurus.

Untuk mencegah  terhadap kebocoran, penyambungan pipa dengan ulir harus terlebih dulu diberi lapisan red lead cement atau pintalan khusus dari asbes.

Sedangkan untuk sambungan flanged harus dilengkapi ring dari karet secara homogen.

Jaringan Pipa

Seluruh pipa harus diikat/ditetapkan, kuat dengan dudukan dan angker yang kokoh (rigit), agar inklinasinya tetap, untuk mencegah timbulnya getaran  dan gerakan.

Pipa horizontal harus ditumpu dengan penyangga  dengan jarak antara tidak lebih dari 2,5 m.

 Pemasangan Fixtures dan Fitting

Semua fixtures harus dipasang dengan baik dan di dalamnya bebas dari kotoran yang akan mengganggu aliran atau kebersihan air, dan harus terpasang dengan kokoh (Rigit) ditempatnya lengkap tumpuan yang mantap.

Semua fixtures, fitting, pipa-pipa hidrant dilaksanakan harus rapi.

Untuk pipa-pipa yang tekanan airnya tinggi (pipa induk), dipasang balok-balok dari beton dengan campuran yang kuat (K.225) dan dipasang setiap ada sambungan pipa (tee, elbow, valve ) dan sebagainya.

Tinggi pemasangan dari lantai + 20 cm (muka tanah jadi).

Perletakan engsel disesuaikan dengan keadaan setempat sehingga mudah untuk dibuka/tutup.

SYARAT-SYARAT PENERIMAAN BAHAN MATERIAL

Kontraktor harus menjamin seluruh unit peralatan yang didatangkan adalah baru (New Product), bebas dari defective material, improver material dan menjamin terhadap kualitas atau mutu barang sesuai dengan tujuan spesifikasi.

Setiap material atau peralatan yang tidak memenuhi spesifikasi harus diganti dengan yang sesuai dan dalam jangka waktu tidak lebih dari 1 (satu) minggu setelah ditanda tangani berita acara penerimaan barang.

Seluruh biaya yang timbul akibat penggantian material,peralatan menjadi tanggungan/beban Kontraktor.

Pemborong wajib mengirimkan contoh-contoh bahan yang akan digunakan dalam pelaksanaan kepada Pengawas atau Brosur-brosur dari alat-alat tersebut dan menunggu persetujuan dari pemilik proyek,Pengawas,Perencana sebelum alat-alat tersebut dipasang.Contoh barang dimasukkan paling lambat 30 (tiga puluh) hari kalender setelah diturunkannya SPK untuk diperiksa Pemilik,Perencana dan Pengawas.Contoh-contoh barang yang sudah disetujui oleh pemilik proyek, Pengawas. Perencana harus disimpan di Direksi Keet guna dijadikan Referensi bagi pemasangan di lapangan.  Bila bahan-bahan tersebut diragukan kualitasnya akan dikirimkan ke kantor penyelidikan bahan-bahan atas biaya Pemborong.  Bila ternyata terdapat bahan-bahan yang telah dinyatakan tidak baik, tidak bisa dipakai oleh Pengawas, Perencana, maka Pemborong harus mengangkut bahan-bahan tersebut ke luar lapangan dalam jangka waktu 3 (tiga) hari, harus sudah tidak ada di lapangan (site).

PENGUJIAN INSTALASI PEMIPAAN

Sebelum dipasang fixtur-fixtures dari seluruh sistem distribusi, installasi pemipaan air harus diuji dengan tekanan 20 kg/cm2, tanpa mengalami kebocoran dalam waktu minimum 24 jam tekanan tersebut tidak turun, berubah. Pada prinsipnya pengetesan dilakukan dengan cara bagian demi bagian dari panjang pipa maximum 150 meter. 

Biaya pengetesan serta alat-alat yang diperlukan adalah menjadi tanggung jawab Pemborong, Kontraktor.  Pengetesan pipa harus dilaksanakan dengan disaksikan oleh Pengawas dan wakil dari pemilik proyek, Perencana, selanjutnya apabila telah diterima, memenuhi syarat akan dibuatkan Berita Acaranya.

cDi dalam setiap pelaksanaan pengujian, balancing dan "trial run" sistem instalasi ini haruslah pula dihadiri pihak pemilik proyek/Perencana/Pengawas dan  Ahli serta pihak-pihak lain yang bersangkutan. Untuk ini hendaklah diberikan pula sertifikat pernyataan hasil pengujian oleh yang berwenang memberikannya.

PEMBERSIHAN LAPANGAN

Lapangan yang dipergunakan harus setiap hari setelah selesai bekerja dibersihkan oleh Pemborong.

Segera setelah Kontrak selesai maka Pemborong harus memindahkan semua sisa bahan pekerjaannya dan peralatannya kecuali yang masih diperlukan selama pemeliharaan.

 

 

P E N G E C A T A N

Semua pipa dari besi,baja dalam tanah harus dililit dengan karung goni dan dilapisi dengan Tar (Tar coated) untuk penahan Korosi atau dengan bahan anti karat sintesis yang dispesifikasi untuk keperluan pemipaan bawah tanah. Sedangkan untuk pipa-pipa yang terlihat (exposed) harus diberi tanda dengan warna atau cat yang warnanya akan ditentukan kemudian oleh Pengawas.

Untuk pipa-pipa dalam ceiling agar mudah dikenali diberikan tanda warna,cat pada setiap jarak + 4 m dengan arah aliran pada pipa-pipa induk, begitu pula pipa-pipa pada shaft dimana terletak pintu pemeriksaan.

Sebagai patokan dipakai warna cat sebagai berikut :

Untuk jaringan pipa hydrant dipakai warna merah

Khususnya untuk identifikasi dan penentuan warna cat dari masing - masing instalasi Plumbing dan Hydrant akan ditentukan kemudian bersama Pemilik / Pengawas.

 

 

SURAT KETERANGAN

Pemborong harus memberikan Surat Keterangan, Sertifikat dari Dinas Pemadam Kebakaran Daerah  yang menunjukkan bahwa Sistem tersebut dapat dipergunakan dan berfungsi dengan baik.

Surat Keterangan keagenan yang berada di Indonesia untuk material - material import.

DATA SUKU CADANG

Pemborong harus menjamin dan melengkapi dengan Surat Jaminan adanya suku cadang yang mudah diperoleh pada peralatan-peralatan yang sekiranya akan mengalami gangguan atau kerusakan dalam waktu tertentu, baik untuk peralatan utama maupun peralatan penunjang.

SYARAT-SYARAT OPERASIONAL

Pelayanan hydrant diluar,di dalam bangunan  dan sprinkler menggunakan satu set pompa yang terdiri dari jockey pump, electric hydrant pump dan diesel hydrant pump.

Pengaturan kerja pompa dilakukan secara automatic dengan pressure switch pump Control, control valve serta panel-panel pengoperasian.

Semua ketentuan-ketentuan unit pompa beserta perlengkapannya  harus mengikuti NFPA 20 standard.

 SYARAT-SYARAT PEMELIHARAAN UMUM

Pada saat penyerahan untuk pertama kalinya Pemborong harus menyerahkan gambar-gambar, data-data peralatan petunjuk operasi dan cara-cara perawatan dari mesin-mesin terpasang di bawah Kontrak ini.  Data-data tersebut haruslah diserahkan kepada pemilik proyek, Pengawas sebanyak 4 (empat) set dan kepada Perencana 1 (satu) set.

Pada saat penyerahan pertama harus diserahkan antara lain : Instruction Manual, Installation Manual, Maintenance Manual, Operating Instruction, Trouble Shooting Instruction.

Hendaknya diberikan pula 2 (dua) set singkatan petunjuk operasi dan perawatan kepada Pemilik, sebuah dipasang dalam suatu kaca berbingkai dan ditempelkan di dinding dalam ruang mesin utama atau tempat lain yang ditunjuk oleh pemilik proyek, Pengawas.

Pemborong harus memberikan pendidikan praktek mengenai operasi dan perawatannya kepada petugas-petugas teknis (Team Engineering) yang ditunjuk oleh pemilik proyek secara cuma-cuma sampai cakap menjalankan tugasnya.

Pemborong harus memberikan Surat Garansi dari  pemakaian peralatan-peralatan utama kepada Pemberi Tugas.

MATERI PEMELIHARAAN

Selama masa pemeliharaan, Pemborong wajib melakukan pemeliharaan secara berkala terhadap seluruh Instalasi Sistem, baik peralatan utama maupun instalasi pemipaannya.

Pelaksanaan pemeliharaan menyangkut item-item dan tidak terbatas pada berikut ini :

Pemeriksaan terhadap :

Fungsi dan mekanisme kerja kontrol

Mekanisme kerja panel-panel kontrol

Pemeriksaan terhadap: Battery Charger, penggerak engine, minyak pelumas sistem pompa dan sistem engine

 Testing terhadap bekerjanya unit-unit sistem, yaitu pompa penggerak elektrik dan diesel

Bersihkan seluruh peralatan dari kotoran

Pembersihan tangki bahan bakar

Penggantian minyak pelumas.

PETUNJUK PEMELIHARAAN

Sebelum dilakukan serah terima pekerjaan, Pemborong harus menyerahkan   Buku Petunjuk Pemeliharaan terhadap seluruh peralatan utama (pompa, motor, diesel, panel listrik, panel kontrol, dll.) dan Instalasi serta daftar material, komponen yang memerlukan penggantian secara berkala.

Buku yang diserahkan harus dalam bentuk edisi lux  dan dijilid dengan rapih dan bagus.

Petunjuk pemeliharaan harus mencantumkan ringkasan dari pemeliharaan berkala yang direkomendasikan oleh pabrik pembuat dan standard, aturan yang berlaku secara umum.

Di dalam buku pentunjuk pemeliharaan tersebut harus diuraikan secara jelas dan ringkas mengenai tatacara/prosedur pemeliharaan, contoh data logbook pencatatan (harian, mingguan, bulanan dan tahunan).

Jumlah buku yang harus disediakan oleh Pemborong sebanyak 5 (empat) set, masing-masing 3 set untuk Pemilik Proyek, 1 set untuk Pengawas,  MK dan 1 set untuk Perencana. Seluruh biaya yang diakibatkan oleh pembuatan dan pengadaan buku tersebut ditanggung oleh Pemborong.

 instalasi fire hydrant system

Instalasi Fire Hydrant System - Solusi Lengkap Bersama Tim Berpengalaman Lebih Dari 5 Tahun Misi utama kami sebagai tim dan manajemen adalah memberikan solusi lengkap pada Anda yang ingin merencanakan dan menerapkan Instalasi Fire Hydrant System pada Aset tempat Anda berusaha atau bekerja. Bila Anda adalah pemilik gedung, kami dapat memberi support dalam hal perencanaan anggaran pembangunan jaringan pipa dan pompa serta komponen peralatan lainnya yang dibutuhkan sesuai dengan budget dan kapasitas yang Anda miliki.

BIla Anda sebagai Building Manager (BM) atau Purchasing sekalipun, Anda akan mendapatkan informasi komprehensif tentang Data dan informasi yang paling Anda butuhkan untuk diajukan ke manajemen perusahaan Anda.Prinsipnya, segala kebutuhan akan tetap dapat diakomodir. Dari kami, hanya 2 hal permintaan fundamental yang penting yaitu Survey Lokasi, dan atau yang kedua adalah Gambar Layout Gedung atau Lokasi.

Prosedur Standard awal Anda berinteraksi dengan Tim kami adalah dengan proses assessment sebagai berikut :

Anda memperoleh nomor kontak dan menghubungi kami

Kami menyesuaikan permintaan Anda dengan beberapa pertanyaan dan masukan dari Anda

Kami meminta kirim gambar layout gedung Anda atau

Kami melakukan Survey Lokasi Gedung / Bangunan Anda

Kami memberikan Penawaran Harga resmi

Anda mereview Penawaran Harga dari kami

Kami menghubungi Anda bila terdapat hal-hal yang perlu kami jelaskan

Anda menghubungi kami untuk permintaan kunjungan atau pertemuan tekhnis

Anda menghubungi kami atau meminta kunjungan kami untuk melakukan negosiasi harga

Proses PO, Kontrak dan Pelaksanaan Pekerjaan.

Peralatan Utama Fire Hydrant System

Ada beberapa Peralatan Utama Fire Hydrant System yang berfungsi sebagai komponen yang terintegrasi satu sama lain dalam suatu rangkaian system hydrant diantaranya :Pompa Hydrant

 

Pomp Hidrant jpg

Pompa Hydrant merupakan peralatan utama fire hydrant yang berfungsi mensuplai air bertekanan tinggi untuk didistribusikan ke jaringan pipa sampai ujung splinkler. Pompa Hydrant terdiri dari 3 Jenis Pompa Hydrant yang dijelaskan sebagai berikut :

Diesel Pump

Diesel Pump bekerja sebagai pengganti electric pump bila terjadi pemadaman arus listrik saat terjadi kebakaran. Dengan kapasitas mencapai 2850 liter per menit dapat menekan air dari sumber tangki penampung (reservoir) ke seluruh jaringan pipa pemadam.

Electric Pump

Electric pump

Electrik Pump wajib diadakan dalam membangun jaringan fire hydrant system. pompa hydrant ini berfungsi sebagai penyuplai utama tekanan air untuk dihantarkan ke hydrant valve, hose reel atau hydrant pillar.Jockey Pump

Pompa ini berfungsi menstabilkan tekanan air sehingga dapat melancarkan proses pemadaman. Keterangan lengkap segera dibahas pada artikel terpisah.

Jaringan Pipa Hydrant Fire Hidrant Sistem Penyediaan jaringan pipa hydrant merupakan komponen utama lainnya yang diperlukan sebagai tempat penyaluran air dalam proses pendistribusian oleh pompa utama. Jaringan Pipa Hydrant menyalurkan air ke seluruh lokasi hyrant pillar atau hose reel maupun hydrant valve sampai dapat memadamkan api.pillar besar

Hydrant Pillar berfungsi untuk menyalurkan output air dari jaringan pipa sehingga dapat disambungkan dengan selang pemadam atau fire hose.

Fire Hose Fire Hose atau Selang Pemadam adalah peralatan utama yang berfungsi sebagai pengarah output air sehingga dapat langsung disemburkan pada titik api yang dituju.

Hydrant Boxhydran kotak Hydrant Box digunakan untuk menyimpan peralatan seperti fire hose, hose rack, hose reel dan nozzle selain sebagai tempat hydrant valve untuk disambungkan dengan selang pemadam / fire hose bila terjadi kebakaran.

House Nozzle ini  jarum Tempat keluar nya air untuk di semprotkan Di mana ada nya titik segi-segi kebakaran api House Nozzle

Hidrant Valve di gunakan disaat adanya perbaikan kebocoran di segi-segi pipa fire sistem hidrant Untuk membuka dan menutup di setiap saluran air pipa yang mau di las atu di ganti sebagai mana baik Nya Agar Di Setiap pipa pipa itu Bisa aktif kembali seperti awal sistem fire hidran Hidran valve adalah Kran untuk membuka dan menutup saluran air

 

Peralatan Utama Fire Hydrant System

Ada beberapa Peralatan Utama Fire Hydrant System yang berfungsi sebagai komponen yang terintegrasi satu sama lain dalam suatu rangkaian system hydrant diantaranya :

1. Pompa Hydrant

Pompa Hydrant merupakan peralatan utama fire hydrant yang berfungsi mensuplai air bertekanan tinggi untuk didistribusikan ke jaringan pipa sampai ujung splinkler. Pompa Hydrant terdiri dari 3 Jenis Pompa Hydrant yang dijelaskan sebagai berikut :

Diesel Pump

Diesel Pump bekerja sebagai pengganti electric pump bila terjadi pemadaman arus listrik saat terjadi kebakaran. Dengan kapasitas mencapai 2850 liter per menit dapat menekan air dari sumber tangki penampung (reservoir) ke seluruh jaringan pipa pemadam.

Electric Pump

Electrik Pump wajib diadakan dalam membangun jaringan fire hydrant system. pompa hydrant ini berfungsi sebagai penyuplai utama tekanan air untuk dihantarkan ke hydrant valve, hose reel atau hydrant pillar.

Jockey Pump

Pompa ini berfungsi menstabilkan tekanan air sehingga dapat melancarkan proses pemadaman. Keterangan lengkap segera dibahas pada artikel terpisah.

2. Jaringan Pipa Hydrant

Penyediaan jaringan pipa hydrant merupakan komponen utama lainnya yang diperlukan sebagai tempat penyaluran air dalam proses pendistribusian oleh pompa utama. Jaringan Pipa Hydrant menyalurkan air ke seluruh lokasi hyrant pillar atau hose reel maupun hydrant valve sampai dapat memadamkan api.

3. Hydrant Pillar

Hydrant Pillar berfungsi untuk menyalurkan output air dari jaringan pipa sehingga dapat disambungkan dengan selang pemadam atau fire hose.

4. Fire Hose 

Fire Hose atau Selang Pemadam adalah peralatan utama yang berfungsi sebagai pengarah output air sehingga dapat langsung disemburkan pada titik api yang dituju.

5. Hydrant Box

Hydrant Box digunakan untuk menyimpan peralatan seperti fire hose, hose rack, hose reel dan nozzle selain sebagai tempat hydrant valve untuk disambungkan dengan selang pemadam / fire hose bila terjadi kebakaran.

Read 633 times Last modified on Saturday, 29 April 2017 18:54